
Tuan Hemsworth mengetuk gelasnya menggunakan sendok, membuat semua tatapan orang yang menghadiri acaranya menatap ke arahnya. Dengan bangga pria berusia 58 tahun itu merangkul pundak sang putra. Ia mengumumkan kehamilan menantunya dengan senyum yang mengembang di wajah tuanya.
"Terima kasih untuk kehadiran kalian semua. Pesta ini saya adakan untuk merayakan kehamilan pertama menantu saya. Sebagai orang tua, saya amat senang karena akan segera menimang cucu. Bahkan saya tidak menyangka bila cucu yang akan saya timang ini langsung diberikan double oleh Tuhan." Semua hadirin yang ada di pesta itu pun tertawa. Mereka seakan ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh anggota keluarga Hemsworth tersebut.
"Dan ini dia menantu kesayangan saya." Tuan Hemsworth mengulurkan tangan pada Quinsy. Riuh tepuk tangan mengiringi langkah Quinsy mendekati Ayah mertuanya.
"Terima kasih Dad," Bisik Quinsy lembut. Ia merasa beruntung karena memiliki mertua sebaik Tuan dan Nyonya Hemsworth.
"Dan untuk berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan saya dua orang cucu sekaligus, saya akan mendonasikan 10 triliun untuk membantu seluruh panti asuhan di kota New York ini." Riuh tepuk tangan kembali menggema di seluruh ruangan pesta. Bahkan beberapa orang memuji kedermawanan Tuan Hemsworth secara langsung. Tak jarang di antara tamu undangan di sana, banyak kaum wanita yang merasa iri pada Quinsy. Selain memiliki wajah dengan paras ayu, suami tampan dan kaya, Quinsy juga memiliki mertua yang begitu memanjakannya.
"Wah, 10 triliun bukanlah uang yang sedikit. Sepertinya Tuan Hemsworth amat memanjakan kedua calon cucunya."
"Bukankah itu hal yang wajar? Mengingat ini adalah cucu pertama di keluarga Hemsworth."
Sementara beberapa orang sibuk membicarakan kedermawanan Tuan Hemsworth, ada seorang wanita yang menatap tajam pada perlakuan Glen pada Quinsy.
__ADS_1
'Aku ingin lihat, apakah jika kau kehilangan bayimu, Glen masih akan memperlakukanmu dengan baik seperti ini?' Pikir wanita itu dan berjalan ke arah Quinsy. Ia telah menyiapkan obat penggugur kandungan ke dalam minuman di tangannya.
"Selamat atas atas kehamilanmu. Aku harap kau mau bertulang denganku untuk merayakannya."
Quinsy menengok ke arah suara yang berbicara padanya. Masih tersimpan dengan jelas siapakah wanita di hadapannya ini. Namun dengan senyum ramah, Quinsy tetap mencoba untuk menghormati wanita itu.
"Maaf tapi aku tidak bisa minum minuman yang beralkohol."
"Kau tenang saja, ini adalah perasa buah. Sama sekali tidak mengandung alkohol." Farrah terus mencoba meyakinkan Quinsy untuk meminum minuman yang ia berikan. Akhirnya dengan ragu-ragu, Quinsy mengambil gelas dari tangan Farrah dan menenggak isi di dalamnya.
Senyum jahat terlukis tipis di wajah putih Farrah. Rencananya untuk membunuh bayi dalam kandungan Quinsy berjalan sempurna. Obat yang ia berikan memiliki dosis keras namun dengan reaksi lambat. Mungkin perlu beberapa hari untuk membuat kandungan Quinsy berada dalam masalah besar. Hingga saat itu tiba, tidak akan ada yang curiga padanya bila terjadi sesuatu dengan janin itu beberapa hari lagi.
"Ya, Mom. Aku mengenal Quinsy ketika dia menjadi asisten pribadi Glen di perusahaan dulu." Jawab Farrah dengan senyum dan merangkul pundak Quinsy agar terlihat akrab.
Namun Nyonya Hemsworth tentu saja mengetahui bila ada yang mengganjal dari cerita wanita muda dihadapannya ini. Nyonya Hemsworth tau betul bagaimana terobsesinya Farrah pada putra tungglanya, Glen. Dia tidak mungkin dengan mudah melepaskan Glen untuk Quinsy.
__ADS_1
"Benarkah? Aku senang melihat kalian bisa akur. Kalau begitu aku ingin membawa Quinsy untuk beristirahat dulu. Kau bersenang-senang lah."
Farrah mengangguk dan membiarkan Nyonya Hemsworth membawa Quinsy pergi. Toh, rencananya telah berhasil jadi, ia tidak membutuhkan gadis itu di sisinya lagi.
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
Saat usia kandungan Quinsy yang kian bertambah, rasa ngidamnya yang menggila tak lagi muncul. Quinsy hanya akan sesekali menginginkan sesuatu dan juga tidak serewel sebelumnya. Namun, ia jadi makin aktif di r4nj4ng, hingga tak jarang Glen akan agak sedikit merasa ngeri ketika mereka tengah b3rc1nt4 meskipun ia sebenarnya menyukai Quinsy yang seperti itu. Kelakuan nakal Quinsy yang sekarang, tentu saja membuat Glen makin tidak dapat berjauhan. Bahkan Quinsy tidak segan-segan untuk membuat Glen junior bangkit di tengah-tengah meeting penting yang sedang Glen hadiri.
Seperti sekarang, orang-orang tengah serius mendengarkan seorang asisten dari perusahaan yang akan bekerja sama dengan mereka tengah menjelaskan modal dan laba. Tapi Glen justru acuh dan lebih memilih untuk menatap layar ponselnya.
"Bagaimana Tuan Glen, apakah Anda tertarik untuk kerja sama dengan kami?"
Hening. Glen masih terjebak di dunia fantasinya sendiri dan membuat orang mengira dia tidak menyukai penawaran dari perusahaan asing tersebut.
"Em, Tuan Glen?" Tanya asisten Glen mencoba memberanikan diri untuk menyadarkan Glen dari lamunannya. Ia tau Glen pasti akan setuju dengan kerjasama ini sebab, akan sangat menguntungkan perusahaan bila menerimanya.
__ADS_1
"Ya? Ku percayakan hal ini padamu untuk mengambil keputusan. Aku akan kembali dulu." Dengan langkah lebar, Glen meninggalkan ruang rapat. Ia ingin segera menemui Quinsy yang sejak tadi telah mengganggu konsentrasinya.
BERSAMBUNG....