Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Bertemu sahabat


__ADS_3


"lily?... "


"eh.. ibu?.. "


lily kaget melihat ibu dari sahabatnya itu menyapanya...


ibu sella memeluk lily. " astaga... kamu sehat? "


mata lily sudah berkaca kaca "sehat bu... ibu sehat?. " ibu mengangguk.


"ini anak kamu.. "


"iya bu.... sapa nenek nak.. " kata lily.


"Hai nenek.. "


ibu tersenyum. "namanya siapa? "


putri melihat bundanya, lalu lily mengangguk.


"putri.. "


"putri cantik ya kaya ibu. "


"bunda.. " koreksinya.


"ah... iya, cantik kaya bunda. " ibu tersenyum gemas.


melihat lily yang membawa tas punggung dan tas yang tidak terlalu besar di tangannya.


"kamu belanja? "

__ADS_1


"gak bu... di sini cuma berteduh aja karena hujan" katanya ,menggeleng sambil tersenyum getir.


"masih tinggal di sana kan?... kapan kapan ibu sama sella berkunjung ya. "


menggeleng. " gak buk... ini mau cari kontrakan yang murah.. "


"kenapa gak di sana lagi?... itu kan rumah kamu. "


"ibu tau kan tanah tempat kita mendirikan rumah itu bukan tanah kita.... jadi mungkin yang punya mau pake tanahnya, jadi tanahnya di gusur, semua yang tinggal di sana juga mencari tempat masing masing. kami gak bisa komplain karena memang gak punya hak. " menghela nafas sebentar. "lily gak tau lagi... kasian putri. "


"maaf. ayah nya putri pernah jemput kamu?. " ibu takut menyinggung perasaan lily.


"eh... udah udah.. gak usah di jawab... kamu ikut ibu aja ya.... tinggal sama ibu sama sella. " ibu langsung menyela... saat melihat lily yang menundukkan, seperti akan nangis.


lily diam.


sampai setengah jam... hujan tidak berhenti juga.


tapi supir yang membawa ibu sella itu menjemput dengan payung hitam. tapi ibu menyuruh supir itu membantu lily dan anaknya ke mobil, baru menjemputnya lagi.


sedangkan dia... malah semakin menurun....dia jadi minder dengan sella saat bertemu nanti.


ibu sella sudah masuk, duduk di sampingnya. mereka masih sama sama diam.


"ibu kenapa belanja jauh jauh ke sini?.. " lily bertanya.


"ibu terbiasa di sini... selama di kota, sella terus yang belanja.... tapi tadi ibu segan sama suaminya kalau sella yang belanja.. dan kayaknya mereka mau berduaan... jadi ibu pergi sendiri... dan cuma ini pasar yang ibu tau heheh... "


"sella udah nikah? " lily melebarkan matanya..


"iya... cerita nya panjang... makanya gak sempat undang kamu... yang penting sella gak hamil di luar nikah lah. "


lily langsung menunduk.

__ADS_1


"eh.. maaf maaf nak... ibu gak bermaksud nyinggung kamu... ibu minta maaf. "


"udah lah bu.... lily ikhlas..... tapi untung juga, kan karena itu lily punya teman di rumah, punya tujuan untuk bertahan. " sambil memandang putri yang entah kapan tidur.


hampir dua jam mereka telah sampai di depan rumah ibu, sella, dan suaminya sella tinggal.


sebenarnya lily juga segan dengan suaminya sella.... tapi sudah hampir malam.... biarlah sementara di sini dulu.



"kenapa kamu gak nyusul aku aja ly... atau telfon, kalau si brengsek itu gak jemput kamu sih. " sella sudah kesal dengan sahabatnya itu, karena tidak mau meminta bantuannya.


"HP di jual waktu aku baru melahirkan karena belum bisa kerja...jadi semua kontak gak ada lagi." katanya sedangkan putri masih diam di pangkuan ibu sella memperhatikan ibunya seperti di introgasi.


huh... sella tidak bisa menjawab lagi.


"yaudah....kamu tidur di samping kamar ibu, yang itu ya... ini udah malam... tapi putri sama aku ya... nemenin tidur. "sambil menunjuk sebuah pintu kamar di samping kamar ibunya.


"tapi sel... nanti.... nanti ganggu kamu sama... ".


" dia katanya lembur... jadi pulangnya maleman... gak papa ya. "


dia melihat anaknya yang masih diam.


"putri tidur sama tante ya.. " kata sella.


putri diam... dia juga melihat bundanya.


lily mengangguk. tanda setuju.


putri pun juga mengangguk


"ye... yaudah... kita ke atas ya... ayo putri cantik... " sambil menggendong putri ke kamar nya.

__ADS_1


"kamu juga tidur ya... ibu juga mau tidur. " sella mengangguk.


__ADS_2