
sudah satu minggu Nara tinggal di apartemen bersama rega... ternyata kata kata rega yang mengatakan tidak terlalu sering tinggal di apartemen, salah. dia bahkan tidak pernah pulang ke rumahnya... sampai ibunya yang bernama melisa kesal anaknya tidak pulang... apa lagi adiknya yaitu ranti.
bahakan rega tidak pernah menghubungi melisa itu yang membuat ibunya semakin kesal.
entah lah mungkin rega udah nyaman sama Nara kali ya... bahkan hubungan rega dan Nara sudah sangat baik... apalagi beberapa hari ini rega agak romantis dengan Nara... walaupun mereka belum pacaran... tapi ntah kenapa Nara pun tidak merasa risih dengan itu.
mungkin dia juga suka rega seperti itu padanya atau hanya karena tidak mau rega mengusirnya.
mereka berdua sedang menonton TV di ruang tamu... dengan rega yang merangkul pundak Nara.
"sandarkan kepalamu di sini" rega sambil menepuk bahu nya.
"dia sudah tiga hari berlaku seenaknya dengan ku... aku tidak tahan lagi.... ini yang terakhir kalinya.... besok aku akan mencari kontrakan" Nara sudah tidak tahan dengan kemesraan yang rega berikan padanya. dia sudah bertekad akan segera pergi dari apartemen rega.
Nara sudah bersandar di bahu rega... dengan rega yang merangkul nara, sambil menyilang kan kakinya dan tangan nya memegang tangan Nara.
"iss... lelaki ini seenaknya saja main pegang pegang.... emangnya aku siapanya... pacarnya bukan, istrinya bukan, simpanan bukan. "
merek asik dengan keadaan mereka sekarang....
ting... tong.. ( suara bel)
Nara melihat ke arah pintu...
ting ... tong..
"is.. mengganggu saja" rega mendengus ketika ada yang mengganggu nya bersama Nara. sambil berjalan ke arah pintu.
"hhuufftt.... selamat" Nara lega
__ADS_1
ceklek...
pintu terbuka.... rega terkejut dengan siapa yang di depan pintu dan bertamu di apartemennya.
"mamah"
rega sangat terkejut dengan kedatangan mama nya... karena tanpa sepengetahuan rega.
"apa kau tidak merindukan mama? " tanya melisa seperti menyinggung rega.
"eh... tentu saja aku sangat merindukan mama" kata rega gelagapan sambil memeluk mam nya.
setelah melepaskan pelukannya melisa masuk ke dalam menuju ruang tamu... sambil melihat lihat... apa yang menyebabkan kan anaknya tidak pulang ke rumah.
melisa berhenti saat melihat objek yang menarik perhatiannya... bukan barang... melainkan manusia, yang sedang berada di dapur... mungkin sedang memasak.
"oh.... hanya seorang wanita ****** makanya anakku tidak pulang ke rumahnya sendiri... bahkan tidak bertemu ibunya".
" ekkheemmm" melisa membuyarkan konsentrasi Nara.
Nara berbalik...
"eh... maaf.. anda siapa nyonya" Nara bertanya dengan senyum tulus nya.
"kamu siapa"
"oh... saya...
plakk...!!!
__ADS_1
sebelum Nara melanjutkan kalimat nya melisa sudah terlebih dahulu menampar Nara.
karena terlalu terkejut dengan itu... refleks dia mengeluarkan air mata... karena tamparan itu sangat sakit.
" ma... maaf... nyonya... kenapa anda menampar saya"
"tidak perlu bertanya.... saya minta kamu keluar dari sini"
"mah... apa yang mana lakukan... kenapa mama menyuruhnya pergi...ini apartemen rega" rega tiba tiba datang... entah dari mana rega dari tadi baru muncul.
"lihatnya... bahkan anak ku sendiri sudah berani meninggikan suaranya pada ku... hanya karena perempuan ****** ini" melisa berteriak
"dari sisi mana nya aku di sebut ******... mana ada ****** berpakaian seperti ini" bahkan pakaian Nara terlihat seperti pembantu... tapi di bilang ******.... aneh.
"cukup ma... dia tidak seperti yang mama pikirkan" teriak rega menyangkal perkataan mama nya. dia tidak Terima Nara di sebut wanita jalan
.
.
.
.
.
.
sampai sini dulu deh... jangan lupa tinggal kan jejak😊😊
__ADS_1
to be continue👉