Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
love forever


__ADS_3

1 tahun kemudian


lily melihat koper yang sudah di isi beberapa pasang pakaian.


"apa lagi yang belum di masukin ya... "


pandangannya beralih ke arah putri.


"putri udah di masukan semua barang yang di butuhkan nak? "


"udah bunda. "


"mana bunda lihat." betapa kagetnya dia melihat banyaknya barang yang di bawa putrinya.


"ini mana yang mau di bawa nak" lily memastikan.


"hehe.. bunda ada koper lagi gak, Ini gak muat lagi. "


"pinter banget ngomongnya.... gak perlu bawa sebanyak ini nak, kita cuma ikut ayah kerja di luar kota, bukan pindah. "


satu tahun lalu lily yang benar benar tidak kuat menanggung semua yang di alami nya, terpaksa menyetujui perkataan Hendra. tidak lama mereka langsung menikah secara resmi, dari saat itu Hendra membawa mereka kemanapun bahkan keluar negri. ya sesuai janji Hendra.


"tapi aku butuh ini semua bunda"


" tapi yang kamu bawa itu semua mainan, baju baju kamu mana"


"hehehe.... titip di koper ayah ya... kan barang ayah cuma sedikit. "


"astaga.... bunda gak tau mau senang apa kesel kalau kamu pinter gini ngomongnya Nak"


"ya harus seneng dong bunda" kata putri dengan gaya imutnya.


"yaudah, bunda bantu pilihin mainan yang kamu butuhkan ya... satu koper kecil aja, selebihnya udah cukup"


sambil memilih milih sambil berdebat, putri ingin bawa ini, bawa itu, tapi lily menolak.


"bawa mainan yang kecil kecil aja ya biar muat banyak"


"gak mau bunda aku mau main itu juga, ini, ini, ini, ini, ini..... bla bla bla... "


lily memegang kepalanya karena pusing.


"kalau gitu, biar ayah nanti yang pilih, biar gak usah bawa mainan sekalian" ancam lily. putri langsung menunduk.


jika sudah Hendra yang berbicara, putri tidak bisa melawan, karena ayahnya begitu tegas dan juga sangat dia sayangi, membuat lily iri.


"mau bunda yang pilihin atau ayah? "


"bunda.. " katanya dengan lesu.


lily memasukkan mainan yang ukuran kecil, karena ingin menyenangkan putri, dia memasukkan salah satu mainan yang di tunjuk putri tadi. membuat putri kembali tersenyum.


"makasih bunda" lily hanya tersenyum.


pintu kamar terbuka, ternyata hendra masuk. langsung di sambut pelukan oleh putri.


"yah... kapan kita pergi, aku sama bunda udah beresin pakaian"

__ADS_1


"hah... beresin pakaian? "


"iya yah.. liat tuh"


Hendra melihat dua koper besar dan satu koper kecil. hen tiba tiba gelagapan, ada yang ingin di sampaikannya, tapi takut istrinya marah atau ngambek.


"emh... sayang aku.. aku lupa bilang sama kamu. " hen sudah berdiri di hadapan istrinya.


"apa.. "


"sayang.... kata dokter kan kalau hamil besar gak boleh naik pesawat, terpaksa kali ini kamu gak ikut. "


lily langsung lesu... laku melihat ketiga koper itu, menyiapkan segala keperluan untuk keluar kota sangat menyita tenaganya, karena harus bulak balik koper lemari.


karena kecewa lily berjalan ke arah kasur lalu berbaring.


hen menurunkan putri.


"putri kebawah dulu ya, nanti ayah nyusul" putri langsung menurut.


hen menghampiri lily lalu memeluknya istrinya itu.


"sayang... maaf aku lupa ingetin kamu, kalau kamu gak boleh naik pesawat"


"tapi aku udah capek loh mas nyusun keperluan kita" lily berbicara dengan suara bergetar. hen langsung panik.


"aduh sayang... jangan nangis... aku minta maaf. "


lily duduk dan langsung menghadap hen.


"sayang.... usia kandungan kamu masih delapan bulan, belum waktunya kan. "


"kalau tiba tiba terjadi sesuatu sama aku gimana, trus kamu gak ada" lily masih gak mau kalah.


"sstt... gak boleh ngomong gitu, kamu harus jaga anak kita baik baik, aku juga akan bayar orang ku untuk lindungi kamu. kamu bilang mau lahiran normal kan? "


"iya... tapi aku mau ikut Hu.. Hu... " lily menangis kencang, langsung di peluk oleh suaminya.


"sstt... tenang ya, bumil gak boleh sedih.... nanti anaknya juga ikutan sedih"


"huaaa.... mau ikut" makin kenceng nangisnya.


"huf.... oke lah, karena aku gak mau ngambil resiko, aku gak usah pergi deh, biar kerjasama nya batal, trus aku bangkrut deh... tapi gak papa, demi kamu, aku rela bangkrut. "


"hah.. bangkrut? "


"iya aku rela bangkrut demi kamu sayang. "


lily berfikir, dia sungguh tidak tega membiarkan perusahaan suaminya yang di rintis dari nol, meski dia tau perjuangan hen, tapi hen menceritakan, kalau dia membantu ayahnya merintis perusahaan itu, dan harus bangkrut karena tingkah nya. lily menghapus air matanya.


"yaudah... kalau gitu gak papa aku gak ikut--"


yes! berhasil!


hen bersorak dalam hati.


"tapi putri harus ikut kamu kemanapun, biar orang tau kalau kamu udah menikah dan udah mau punya dua anak, biar gak ada yang deketin kamu, biar kamu juga gak nakal, aku akan ajari putri buat jadi mata mata aku"

__ADS_1


"oke sayang, aman itu, aku akan suru pelayan temani kamu dua puluh empat jam. tapi sayang.... kan aku pergi tiga hari, jatah aku, aku ambil sekarang ya"


lily mengangguk, setelahnya langsung terkejut karena Hendra langsung menyerangnya.


"eh eh eh... ini masih sore. "


"gak papa, sore ini tiga aja, nanti malam tiga lagi"


"tapi--"


tidak sempat melanjutkan kalimat, hen langsung tancap gas.


...🌄🌄🌄🌄🌄...


sudah tiga hari lamanya hen bekerja di luar kota, sekarang dalam perjalanan ke rumah, dia masih sibuk membujuk putri agar tidak melaporkan semua yang dia lihat di sana.


"nak... apa aja ayah kasi deh, tapi jangan kasi tau bunda ya, nanti ayah gak dapet jatah. "


"no no ayah, putri udah janji, kalau janji itu harus ditepati. "


mobil semakin dekat ke rumah, membuat hen ketar ketir. sebenarnya dia tidak melakukan apa apa yang menuju pada perselingkuhan, hanya saja, rekan kerjanya adalah orang Amerika yang punya sebuah usaha di bali, dimana kebiasaan mereka bersapa bukan hanya bersalaman, tapi pelukan dan sebagainya. dan itu tidak terhindarkan oleh hen.


"bunda... kami pulang. "


putri langsung memeluk kaki lily yang sudah menunggu di teras.


"bunda tau gak, ayah di sana ada pelukan sama cewe " tanpa ba bi bu, langsung putri bercerita.


lily langsung menatap tajam kearah suaminya.


"mas.. "


"sayang... gak gitu, nanti aku ceritain ya"


"gak.... pokoknya kamu tidur di luar selama seminggu. "


hen langsung lemas melihat kepergian anak dan istrinya. seminggu tidak tidur bersama dan tidak dapat jatah? bisa gila dia.


"sayang.... jangan gitu dong. "


asistennya dan beberapa pekerja disana tersenyum geli melihat tingkah tuannya yang berusaha membujuk istrinya dengan gemasnya.


.


.


.


.


.


.


**end!!!


tq udah nunggu hihihi 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2