Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Sedikit berdebat


__ADS_3

part ini tentang sella sama rian dulu ya... masih cari inspirasi lanjutan cerita hen sama lily🤭



rian sampai di rumah istri dan mertuanya.... terpaksa harus bulak balik karena sella tidak mau pindah... padahal jarak dari kantor dan rumah hampir tiga jam.


tidak bisa lagi jauh dari istrinya.. membuat dia harus pulang ke pada istrinya walaupun lelah.


karena hampir tengah malam... takut mengganggu mertuanya... dia menelfon istrinya.


"siapa ini... " kata sella dengan suara parau.


"ini aku... bukain pintu cepet. "


"hooaamm....oh... iya iya. "


ceklek.


pintu terbuka.


sella berjalan lesu menuju kamarnya tanpa mempedulikan rian yang menatapnya kesal.


"suami pulang bukannya di urus malah tidur lagi. " gumam rian sambil mengunci pintu.


memasuki kamar melihat istrinya sudah kembali terlelap dengan tengkurap.


harus di bangunkan ini... agar tau tugasnya.


"ma.. bangun... siapin air hangat. " sambil menepuk nepuk bahu istrinya. tapi tidak di tanggapi.


"ma.. bangun.. "


"ck... apaan sih.. " sambil membalik badan jadi terlentang.masih dengan mata tertutup.


rian tersenyum jahil


"gue kerjain lo". batinnya

__ADS_1


dia membuka kemeja dan celana bahannya, menyisakan bokser hitam yang ketat...menampakkan tonjolan di sana.


dia sudah berada di atas istrinya...


" bangun mahhh.... " bisiknya sensual tepat di telinga istrinya.


karena tidak ada pergerakan... dia mencium bibir istrinya, menj*lati bibir lembut itu.


"aa__!!.. " teriakan sella. spontan rian membekap mulut istrinya.


" di gituin baru bangun hem.. "


"kamu apaan sih! "


"sstt... jangan triak... nanti ibu bangus.... siapin air hangat ya ma... " kata rian lembut.


sella menurut.... rian mengikuti istrinya ke dapur...


"wooaaa.... strong woman.... " seru rian karena melihat sella sanggup mengangkat wadah stainlis besar ke atas kompor gas.


"baru tau kamu? "


"sekitar setengah jam an lah. "


"sambil nunggu... kita nonton yuk. "


"boleh.. "


keruang tengah lalu menghidupkan TV, duduk berdampingan di lantai beralaskan tikar.


rian masih dengan bokser nya... membuat sella gugup. rian menyadarinya.


"jangan malu... sini. " manarik istrinya ke pangkuan nya.


"ja-jangan gini... "


rian tidak menjawab.. malah memaksa sella bersandar padanya dengan lembut... lalu rian memeluk bahu istrinya.

__ADS_1


katanya mau nonton... tapi mereka berdua malah menikmati pelukan satu sama lain... memang pandangan ke TV.... tapi otak udah traveling, apalagi otak rian yang dulunya di penuhi tentang sel*ngk*ngan saja... seterusnya otaknya tidak akan pernah jernih kalau menyangkut perempuan.


...*****...


selesai rian mandi... tapi mandinya itu malah percuma... bisa bisanya dia minta jatah sama istrinya.... hampir jam tiga pagi mereka baru selesai... membuat sella belum bangun sampai rian hendak kerja.


dan yang membuat sella kesal.... rian malah menuntutnya melayani nya menyiapkan pakaian kerja, menyiapkan air.


"males lah... masih ngantuk... " sungut sella saat rian meminta di pasangkan dasi.


"ck... aku udah siapin yang lain sendiri loh... masa cuma masangin dasi aja gak mau. " rian kesal.


"memangnya siapa yang buat aku gak tidur sampai jam tiga?... kamu kan... kalau gitu Terima akibatnya. " sella kembali tidur.


rian berdesak kesal... lalu keluar kamar... memasuki dapur untuk menyalam mertuanya.


"saya langsung kerja aja ya bu.. "


"gak makan dulu..."


"saya makan di kantor aja... udah mau telat... pamit bu."


ibu sella mengangguk.


...*****...


"kamu itu suami mau kerja itu di antar sel.... bisa bisa gak betah dia sama kamu"


"tapi kan dia yang salah bu... buat aku bangun telat. "


"dengar.itu memang sudah tugas kamu.... selelah apapun kamu... tetap jangan abaikan suami.... gimana kalau dia cari perempuan lain. "


"biarin aja lah.... dulu juga sering main perempuan kan."



ini adalah up di detik detik terakhir author kehabisan kuota... mungkin beberapa hari, atau minggu gak up😥

__ADS_1


siapa yang kesal sama sella?


siapa yang mau perkataan ibu sella jadi kenyataan? 🤭


__ADS_2