
"aku bisa jelasin.. " lily membujuk Hendra.
diam
"yank... jangan cuekin aku. "
"bener yang di bilang bang yan? " tanya Hendra dingin.
lily terdiam.
"jawab! " bentak Hendra.
"a-aku gak tau.. " lily menunduk.
ciitt!!!
Hendra ngerem mendadak mendengar itu. kemudian menoleh ke lily dengan tatapan marah.
"gak tau? "
"iya aku gak tau... aku gak ingat. "
hendra mencengkram pipi lily "heh... berarti bang yan benar ha?... sudah berapa banyak lelaki yang kamu layani ha... berapa.. "
"ka-kamu udah janji bakal nerima aku apa adanya kan... kamu udah janji.. hiks.. "
"tapi gak sama saudara aku juga li... kamu ngerti gak... setiap kali aku nyentuh kamu... aku merasa sakit, entah sudah berapa banyak lelaki yang melakukan itu pada mu.... tapi aku Terima karena aku cinta sama kamu... karena mereka juga orang lain, dan gak bakal bertemu lagi. "
lily menutup wajah nya. menangis.
__ADS_1
"walaupun aku gak tau kenapa kamu terjerumus menjadi pel*c*r seperti itu... tapi aku Terima masa lalu kamu.... tapi itu berbeda jika saudara aku sendiri yang pernah tidur sama kamu....kamu bayangin aku sama bang yan pernah niduri orang sama... bayangin jijik nya aku gimana...dan kamu gak bakal ngerti... " kata Hendra panjang lebar.
lily tidak menjawab... kalimat Hendra sedikit benar... siapa yang mau dengan wanita yang pernah di 'pakai' saudaranya sendiri.
lily menangis dalam diam... tapi air matanya terus mengalir.... pasrah Hendra membawanya kemana... yang jelas jalan ini bukan ke arah rumah Hendra.
mobil berhenti.
lily tersadar dari lamunannya.
"turun.. "
"ini di mana.. "
"kau lupa tempat kelahiranmu? "
lily melihat sekelilingnya. ternyata di rumah nya yang dulu.
"ke-kenapa ke sini? "
lily mengangguk... memaksakan senyumnya. menghapus air matanya. "lama gak? " dengan sesak di dadanya menanyakan itu.
"aku tidak tau... seminggu, sebulan... dua bulan setahun, atau lebih, aku tidak tau.... tergantung kesetiaanmu menunggu ku. aku tidak bisa memastikan. " katanya dengan santai.
"jangan lama lama ya... aku tidak bisa hidup tanpa mu kalau sampai setahun hehe... "
"hem.... seseorang akan mengantar barang barang mu besok. "
"bolehkah aku minta uang... aku tidak punya. "
Hendra memberikan lima ratus ribu. yang ada di dompetnya.
__ADS_1
lily tersenyum. lalu turun dari mobil Hendra. langsung melajukan mobilnya tanpa membalas lambaian lily.
Hendra memasuki rumahnya, entah mengapa dia merasa hampa.
"aku harus menanyakan pada bang yan tentang ini besok.. " batin Hendra.
keesokan harinya, Hendra langsung ke rumah orang tua nya.
"mah... bang yan mana? "
"kamu kalau masuk ngucap salam dulu... gak sopan kamu. " kata mamanya Hendra. lusi.
"ck... bang yan mana mah... aku mau minta penjelasan soal tadi malam... di kamarnya ya. "
"gak... dia udah pergi ke rusia jam lima tadi... kan dia udah bilang seminggu yang lalu. "
Hendra kesal. mencoba menghubungi rian. tadi tidak bisa.mungkin masih di pesawat.
"kamu udah putusin pacar pe*a*ur kamu itu kan? "
"bukan urusan mama... "
"mama gak mau menantu kayak dia ya... kamu harus putusin... kalau gak jangan datang lagi ke rumah ini. " lusi pergi ke dapur. Hendra juga kembali ke rumah sakit untuk bekerja.
seminggu berlalu... setiap hari tidak terhitung berapa kali dia menghubungi rian... tapi tidak tersambung sama sekali. entah apa masalahnya, itu semakin membuat dia frustasi.... dia menyerah...dengan mengganti HP dan SIM kart nya dengan yang baru... dia akan memuseumkan sementara ponsel nya agar tidak ada yang mengganggu. sampai dia melupakan semua itu, dia akan menggunakan ponsel itu kembali. tapi entah kapan.mungkin dia juga akan pindah sementara ke apartemen nya.
.
.
__ADS_1
yah... ternyata bukan di part ini penjelasannya guys... mungkin masih beberapa part lagi