
"ma... kita harus merencanakan sesuatu.... biar kakak pisah sama perempuan itu" kata ranti gusar.
"iya.. mama lagi mikir.... sudah seminggu mereka pindah... tapi tidak tau bagaimana cara memisahkan mereka.... rega juga tidak mengantar istrinya ke sini... padahal mama sudah bilang padanya... kalau pergi ke kantor bawa istrimu ke sini... takut nya di goda orang... atau istri mu yang menggoda orang lain jika sendiri. tapi kenapa rega tidak membawa nya ke sini ya " kata melisa.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
di apartemen nara sedang sendirian.... membersihkan apartemen sendiri... karena di rasanya masih sanggup.
lima hari lalu saat rega mulai masuk kerja pertama kali karena cutinya sudah habis.... ingin membawa nara ke mansion... karena dia juga takut dengan ucapan mama nya waktu itu. tapi nara berhasil meyakinkan rega dengan alasan ingin menyambutnya jika pulang, dan itu berhasil.
sedang asik membersihkan apartemen tiba tiba ada yang mengetuk pintu. nara melihat dari monitor... ada seorang pria?....
"siapa? " tanya nara dari dalam.
"saya kurir, di suruh nyonya melisa datang ke sini, mengantarkan barang" kata pria itu.
nara percaya saja... dia membuka pintu... lelaki itu memberikan sebuah kotak di serahkan pada nara... nara pun mengambilnya memasukkan ke dalam, dia pikir kurir itu langsung pergi tapi kurir itu masuk ke dalam mengunci pintu.
mendengar suara pintu terkunci nara spontan melihat ke belakang, terkejut saat melihat senyum kurir itu seperti akan melakukan sesuatu.
"kenapa anda masuk? "
"kalau anda tidak membuka pintu mana mungkin saya masuk" kata pria itu dengan senyum mesum. nara semakin takut.
"tapi saya hanya mengambil ini kenapa anda tidak pergi"
"tentu saja... karena anda belum membayar paket nya"
"baik lah... anda tunggu di situ saya ambil uangnya" nara berjalan ke arah kamar.... dia tidak tau pria itu juga mengikutinya. saat nara masuk kemudian ingin menutup pintu, pria itu menahan pintu sigap langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu tanpa menguncinya.
"hei... kenapa anda masuk... sangat tidak sopan" nara marah tapi di hatinya sangat ketakutan.
"ayolah... jangan sungkan" lelaki itu mendekati nara.
"hei... pergi... jangan mendekat" teriak nara terbata bata.
__ADS_1
"jangan sok suci.... aku bisa memberikan apapun yang kau mau" dengan senyum sinis nya. lelaki itu semakin mendekat langsung mendorong nara ke ranjang dan jatuh terlentang, lelaki itu ikut melompat ke atas nara bertumpu pada tangan dan lutut nya.
brraakk!!
pintu di buka dengan kencang menimbulkan keterkejutan di antara lelaki dan perempuan yang berada di atas ranjang.
"apa yang kalian lakukan?!!!" teriak rega. terlihat muka nya memerah,rahangnya mengeras. dia sangat marah. apa lagi melihat posisi istrinya di bawah dan lelaki asing di atas istrinya.
apalagi nara terlihat diam dan terkejut, dan juga takut. rega menyimpulkan nara takut karena rega sudah memergokinya. padahal sebenarnya nara takut karena lelaki asing itu yang mencoba merayunya, dia juga diam karena terkejut tidak tau berbuat apa lagi.
lelaki asing itu langsung bangkit " dia siapa mu sayang? " tanya lelaki asing itu pada nara. nara semakin bingung... kenapa lelaki itu memanggilnya sayang... apa sebenarnya yang di rencanakan lelaki ini.
"saya suaminya" kata rega geram.
"apa?... sayang... kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah menikah..... kenapa kamu merayuku untuk berhubungan? untung saja suami mu datang kalau tidak aku akan merasa bersalah" lelaki itu pandai sekali berakting, wajahnya tampak sedikit marah dan kecewa tapi di buat buat.
" apa yang kau katakan?... siapa anda? saya tidak kenal? " nara semakin panik, dia marah dan meninggikan suaranya.
"kenapa seakan tidak mengenaliku sayang... oh maaf... hubungan kita sampai sini saja... aku tidak sudi dengan wanita yang sudah memiliki suami, saya permisi tuan... maaf tapi istri anda yang merayu saya" lelaki asing yang setau nara ada kurir itu pergi dengan senyum licik. rencananya sudah berhasil.
"kita berhasil sayang" kata lelaki itu sambil menelfon seseorang. lelaki itu pergi dengan senyum kemenangan.
"kau tau aku paling tidak suka jika menyangkut tentang perselingkuhan" kata rega mengeratkan gigi nya karena geram.
"aa... aku bisa je.. jelaskan" nara terbata bata sambil melambai kedua tangannya.
"apa yang mau kau jelaskan? "
"ii... itu... dia kurir... di suruh mama ngantar barang"
"kurir?.... tapi kenapa dia bisa ada di kamar kita? "
"aa... aku tidak tau... dia yang menerobos masuk... aku cuma ngambil uang untuk bayar paket... tapi dia yang nerobos masuk ke kamar.... trus dorong aku. "
"gak mungkin mama ngirim paket sama kamu tapi kamu yang bayar... pasti mama yang bayar" rega keluar ingin melihat paket itu yang berada di atas sofa... membaca keterangan nya. "di sini di buat Tunai, artinya sudah di bayar... pasti alasan kamu aja kan " rega semakin marah... nata ikut membaca... ternyata memang sudah di bayar.... bodohnya kenapa dia tidak membacanya tadi.
__ADS_1
"aku serius... aku gak liat kalo udah di bayar... kata kurir nya dia masuk karena minta bayarannya...tapi dia yang nerobos masuk" nara sudah mulai bingung bagaimana menjelaskan... sampai penjelasannya di ulang ulang.
"untung mama ngasi tau aku.... kalo dia hari ini kamu sering bawa cowok ke sini... aku mencoba percaya.... tapi mama kasih tau kalo cowok itu datang lagi... jadi aku langsung datang ke sini.... dan lihat apa yang terjadi... " rega menjambak rambutnya... tidak bisa melanjutkan kata katanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hukuman mengerikan yang akan di dapat nara gengs.... hwuaaa.... aku aja ngeri..🙉😭
maaf kalo berantakan... mudah mudahan bisa memaklumi author amatiran ini😭
jgn lupa like🤭
__ADS_1
ganti cover hohoho🤭