Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
birthday ara


__ADS_3

"dari penyelidikan kami.... penculik itu sudah tau kalau kita akan datang.... jadi dia kabur bersama teman nya. " kata andi. "hem.... menurut saya.... mungkin tuan mengatakan pada seseorang bahwa kita sudah tau di mana nyonya? " andi curiga.


"maksud mu.... kau menyalah kan mama dan adikku?, tidak mungkin mereka..... bahkan saat kita perjalanan menyelamatkan nara saja mama menelfon, saat aku beri tahu akan menjemput nara.... ibu sangat senang menantunya sudah di temukan." bantah rega.


andi hanya pasrah, tidak mungkin memaksa kehendaknya, dia masih ingin bekerja. jika semua sudah pergi, baru anda menyesal tuan.


"baik lah tuan, saya tidak menyalahkan adik dan ibu anda.... saya hanya tidak ingin anda kehilangan orang yang anda cintai karena sifat anda itu.


SATU BULAN KEMUDIAN.


nara sudah pulang dari rumah sakit dua minggu yang lalu, dia sudah sehat, hanya pergelangan kaki sebelah kanan masih belum sembuh, dia harus memakai kursi roda, jika menggunakan tongkat akan sangat ribet. rega tidak memperbolehkan memaki tongkat.


yang sedihnya..... beberapa hari lalu mereka bertengkar..... lagi lagi membahas tentang lelaki yang menjebak nara di apartemen, nara mengadu, mengatakan lalaki itu pacar ranti, di suruh oleh ranti untuk menjebak nara. tapi rega tidak percaya.... sejak itu sampai hari ini.... mereka perang Dingin. rega pulang hanya ganti baju saja. selebihnya dia tidur dan makan di kantor.


oh iya.... ternyata benar benar hamil anak kembar.... jadi walaupun masih dua bulan, perutnya sudah terlihat sedikit membesar.


masih dengan kesedihannya.... dia ingin meminta maaf pada rega. hari ini hari ulang tahunnya.... dia sangat senang.... mudah mudahan rega tidak melupakan itu. walaupun dia yang berulang tahun, dia meminta asisten rumah tangga yang di utus rega saat dia tidak ada di rumah untuk menjaga nara.


"nyonya terlihat senang" kata pelayan itu, karena semenjak mereka berdebat, nara selalu sarapan, makan siang dan malam sendiri. karena rega pulang hanya ganti baju kemudian langsung ke kantor lagi, berbicara pun tidak banyak, nara hanya menanyakan bisa makan malam bersama hari ini, tapi selalu di jawab 'sibuk', setelah itu hanya tersenyum miris melihat rega mengabaikannya.


tapi pagi ini berbeda, nara sedang bahagia, dia ulangtahun, dia ingin merayakannya bersama suaminya. mungkin akan jadi perdana untuk nara merayakan ulang tahun. dia bahkan hampir lupa berapa umur nya, sampai harus menghitung dari tahun dia lahir sampai sekarang.... terhitung 24 tahun.


"iya bi.... aku hari ini ulang tahun.... bisa kah bibi membantu ku membuat kue ulang tahun.? " bertanya dengan semangatnya.


"wah....selamat ulang tahun nyonya,tapi tidak sebaiknya membeli saja nyonya. "


"tidak bi.... aku ingin suamiku memakan kue buatan tangan ku saja. "


"baik nyonya, saya belanja bahan nya dulu. saya permisi, nyonya tidak apa saya tinggal?. " nara mengangguk tersenyum ceria.


setengah jam kemudian bi maya, pembantu yang di apartemen rega. datang, nara dengan semangat, duduk di kursi roda sambil mengaduk adonan, dan bi maya hanya mengambil bahan yang di minta nara saja, karena sulit bergerak.


beberapa kali gagal , pertama karena kebanyakan pengembang jadi bolu nya menempel di atap oven, yang kedua malah bantet, yang ketiga kurang manis, percobaan ke empat, lumayan bagus... tapi tidak tau rasanya...nara mencoba sedikit.


"lumayan bi.. " nara senang, yang di makanya tadi bisa di tutupi oleh butter cream. selesai menghias kue. tinggal menyiapkan sebuah meja, dengan hidangan makanan harian, jus, tidak lupa kue bolu di tengah meja. di hiasi lilin, membuat kesan romantis. menjelang malam nara menyuruh bi maya pulang, tidak ingin di ganggu. eh terlebih dahulu, bi maya membantu nara berdandan. baru pergi.


"ada apa" jawab di sebrang telfon yaitu rega.


"emm.... bisakah makan malam di rumah hati ini? "

__ADS_1


"tidak bisa.... kerjaan ku banyak. "


"hem.... aku mohon.... sekali ini saja. " nara memelas, jangan sampai rencana nya gagal.


"besok saja... hari ini benar benar ada urusan. " alasan


"aku mohon.... sekali iniiiii saja.... mau ya...." rega mulai luluh karena suara nara yang membuat dia tidak tega.


"heh.... baiklah... akan ku usahankan. "


"tidak.... kamu harus datang.... "


"baiklah."


"yeyy!!!! ... sampai jumpa" nara sampai berteriak kesenangan.


"hem"


senyum tidak hilang dari wajahnya, duduk di kursi rodanya, di sebrangnya ada kursi untuk di duduki suaminya. tersenyum membayangkan betapa senangnya rega melihat ini nanti. sungguh aneh.... dia yang ulang tahun tapi dia yang menyiapkan kejutan.


sampai jam sepuluh... rega tidak datang juga.....


sampai jam sebelas lewat, orang yang di tunggu tidak juga datang.


nara menghela nafas. dia tersenyum. menghela nafas lagi, seperti merasakan ada yang menghambat pernapasannya. mengambil bingkai foto rega di dekatnya, meletakkannya dia hadapan, tepat di posisi rega, tapi di letakkan di atas meja.


"happy birthday to me ๐ŸŽผ๐ŸŽผ.... happy birthday to me.... hiks.. happy birthday.... happy birthday ๐ŸŽผ๐ŸŽผ๐ŸŽผhappy birthday to me. " bernyanyi sendiri, untuk diri sendiri, menyiapkan ulang tahun sendiri. air mata mengalir, tidak ada isakan, dia tersenyum, tidak ada orangnya, setidaknya dengan foto nya juga tidak masalah.


memotong kue, lalu di letakkan di piring kecil, dengan senyum manisnya. menyiapkan kue itu ke mulutnya dengan tangan bergetar, mengunyah kue itu, walaupun begitu, tapi tidak bisa tertelan, tidak tau sebabnya. air mata kembali mengalir, dia sadari tidak bisa menelan karena menahan tangisnya.


ceklekkk.....


ada yang membuka pintu, rega, dia baru pulang, terkejut melihat keadaan ruang tamu, dan juga istrinya yang sedang menatapnya dengan tatapan terkejut. dengan heran berjalan mendekat. nara sadar, dia langsung tersenyum.


"sudah pulang?.... kau pasti lelah. " suaranya tercekat, tapi masih tersenyum.


"ada apa ini? " tanya rega.


nara menunduk, kemudian menggeleng melihat rega.

__ADS_1


rega semakin mendekat, melihat hidangan di meja itu, tidak lupa kue, tampaknya kue ulang tahun, dia belum membaca tulisannya. semakin mendekatkan kepalanya melihat kue itu bertuliskan 'happy birthday ara' namanya di tulis seperti rega memanggilnya 'ara'.


membelalakkan matanya.... pandangan mecari sesuatu, melihat kalender di samping TV, ada sebuah tanggal yang di lingkari oleh tinta merah. rega tau itu apa, dia yang membuat itu, agar tidak lupa. kembali melihat nara yang sedang menunduk duduk di kursi rodanya.


rega merasa sangat bersalah, hampir menangis, tapi di tahannya. mengambil kue yang piring kecil itu yang di potong nara tadi. rega bersimpuh dengan lututnya di hadapan nara.


"happy birthday to you..... happy birthday to you.... happy birthday..... happy birthday..... happy birthday istriku.. " owh......nara menangis mendengar suara itu yang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya.rega mencoba menghibur nara, hanya itu saja yang dia lakukan.menyendok kue itu, mengarahkan ke nara yang masih menunduk.


"apa kau marah.? " tanya rega karena nara tidak memakan suapan kue itu. mendengar itu nara memakannya dengan perlahan,bibir nya bergetar . rega kembali meletakkan piring di tempat semula. menangkup wajah nara.... mengecup bibir nara dengan perlahan, penuh cinta, saling menutup mata. hanya kecupan penuh cinta saja. "selamat ulang tahun istriku. " bibir nara bergetar, air mata sudah menggenang.... tangis nya pecah. rega memeluknya masih dengan posisi berlutut, jadi nata sedikit menunduk.


"aku minta maaf.... aku lupa. " suara rega tercekat. nara menggeleng.


"gak..... aku yang minta maaf....aku ngerti kok, kamu masih marah sama aku karena waktu itu. aku tau kau hanya lupa, bukan tidak tau. aku mengerti. "


rega diam....walaupun memang karena dia masih marah dengan nara makanya dia tidak datang, dia lupa ulang tahun nara hari ini, pikirnya tidak ada hal khusus apapun, dan itu akan menyita waktu nya. tapi istrinya ini masih menunggu nya sampai sekarang. masih berpelukan, di pundak nara, rega menangis, langsung menghapus air matanya.


perlahan menggendong nara ke kamar mereka, berjalan dalam diam, merebahkan nara perlahan, dia juga ikut berbaring di samping nara. masih memaki kemeja kerjanya sepatu sudah di lepas, menyisakan kaos kaki. memeluk nara dengan lembut, dengan kasih sayang merengkuh istri tercintanya. mengecup keningnya, membelai rambut dan punggung wanita yang memeluk lehernya erat. tidak ada percintaan. hanya tidur dengan pelukan penuh kasih sayang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. udah ahk.... ngatuk๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด


tolong like dan vote nya. ๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2