Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Tentang kematian papa


__ADS_3

"kalau boleh tau... papa meninggal karena apa? "


pertanyaan itu menimbulkan keheningan... rega melihat nara sambil mengerutkan keningnya... nara melihat seperti ini sesuatu yang tidak bisa di ceritakan.


"eh.. udah gak usah di jawab" nara melambaikan tangannya tersenyum canggung.


"kecelakaan" nara langsung melihat ke arah rega... tiba tiba di jawab. tapi nara hanya diam siapa tau rega melanjutkan bicara nya.


"kamu gak nanya karena apa kecelakaan? "


"eh... " nara bingung. "kenapa memang? " lanjut nara..


"karena mama" nara semakin terkejut.. "kok bisa" herannya.


"yakin kamu mau tau? " nara mengangguk. "takut nya kalau kamu tau sebenarnya... kamu jadi benci sama mama"


"gak kok.... jika seseorang melakukan kesalahan... tapi orang itu mau berubah... kenapa di benci... " rega langsung tersenyum... tidak salah pilih dia.


"waktu itu... mama kepergok selingkuh... dan papa ngeliat sendiri... waktu itu aku lagi di rumah nenek... ranti kuliah di luar kota... papa yang menjalankan perusahaan sendiri... karena aku masih berkunjung ke rumah nenek. karena itu papa jadi pulang larut malam... dan mama sendirian... mungkin waktu itu mama cuma cari teman.. gak yang macem macem" rega berusaha menceritakan nya pada nara.... mengedipkan mata nya agar air matanya tidak jatuh. nara mengusap punggung rega. saat ini mereka sedang di mobil... tapi masih parkiran makam... karena rega fokus menceritakannya.


"aku gak tau gimana papa ngeliat mama waktu itu... tapi mama cerita... setelah melihat kenyataan mama selingkuh... papa langsung pergi... bawa mobil dengan kencang.... sampai nabrak mobil yang tiba tiba berhenti.... kecelakaan itu gak terelakkan...sampai berita itu aku dengar.... aku langsung pulang.... ranti juga langsung pulang.... aku memutuskan untuk langsung melanjutkan perusahaan papa... dan ranti kuliah di sini.... sebenarnya papa udah larang aku ke rumah nenek... tapi aku tetap pergi... kalau aja aku nurut sama papa... papa pasti masih ada" pertahanan rega mulai runtuh... nara langsung memeluk rega.. rega pun memeluk nara sangat erat.


nara senang... rega menunjukkan sisi lemahnya pada nara... yaitu tentang kematian ayah mertuanya.


"udah.... gak perlu di lanjutkan" rega menggeleng.... berarti dia masih ingin cerita semuanya.


"tapi... kalau perkiraan aku... papa memang udah lama curiga sama mama... makanya papa selalu bilang sama aku... harus setia kalau menjalin sebuah hubungan... aku selalu ingat itu" rega masih berbicara sambil terisak. tiba tiba rega melihat ke arah nara... menangkup wajah nara agar melihat ke arahnya.

__ADS_1


"kamu gak akan ninggalin aku kan? kamu gak akan selingkuh kan? " tanya rega dengan air mata yang masih mengalir. nara sampai bingung menjawab apa.... karena dia pun tidak bisa janji akan bersama rega terus... karena dia dan rega belum saling mencintai... bagaimana bisa bertahan.


tapi nara mencoba meyakinkan dirinya bahwa dia bisa mempertahankan hubungan ini... dia mengangguk tersenyum sambil membelai wajah rega menghapus air mata nya.


"udah jangan nangis... papa udah tenang di sana... itu hanya masa lalu.... aku akan berusaha mempertahankan pernikahan kita... tapi kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan.... kita belum saling mencintai... bisa saja... kamu atau aku tiba tiba menemukan orang yang kita cintai... kalau sudah begitu... tidak ada alasan untuk mempertahankan hubungan tanpa cinta" kata nara. rega langsung tertegun.... dia sudah mencintai nara... tapi belum bisa mengatakannya. ingin sekali mengatakannya sekarang.


"ara... sebenarnya.. " rega ragu ragu berbicara sambil menunduk.


"apa"


"sebenarnya aku cin... --"..


tok tok tok...


kalimat terhenti karena ada yang mengetuk jendala mobil.


"apa ada masalah pak... dari tadi saya lihat mobil bapak belum pergi dari sini... saya pikir ada sesuatu"


rega dan nara langsung melihat sekitar.... mereka sampai lupa ternyata masih di parkiran pemakaman.


"iya Pak sebentar lagi mau pergi kok" penjaga makam itu mengangguk langsung pergi.


"pasangan jaman sekarang... di makam juga masih bermesraan" pak penjaga makam sudah mulai suudzon πŸ€­πŸ˜‚.


"ayo pulang... pasti bapak itu udah pikir yang mecem macem" nara jadi resah... mendesak rega untuk pulang.


"kan sama istri sendiri gpp sih... "

__ADS_1


"iya tapi liat tempat lah.. "


"berarti kalau di rumah bisa lebih dong" rega dengan semangat nya. nara mencibir dalam diam.


melajukan mobilnya... sepanjang jalan hanya memegangi tangan nara terus... udah hilang semua beban rega karena bercerita pada nara... dia sampai senyum senyum sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


maaf kalo gak seru... jangan lupa like dan vote😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2