
pesan masuk ke HP rega.... HP nya tertinggal di meja makan, dan ranti melihat HP rega.
"siapkan uang 1 miliar.... atau istrimu tidak akan selamat. "
ranti membacanya.... senyum miring. ternyata penculik itu berhasil menculiknya. ranti membalas pesan itu.
"aku tidak peduli. "
rega menyadari nara tidak pulang semalaman.... dia menyuruh anak buahnya mencari. dia terlihat santai, tidak khawatir sama sekali. dasar.
di tempat lain...ruangan tamaran, hanya ada satu lampu berwarna kuning... menjadikan ruangan terkesan mengerikan.
seorang wanita tergeletak,masih memiliki sedikit kesadaran. luka di sudut bibir nya... pipi nya merah akibat tamparan, tangannya di ikat ke belakang, dia sangat berantakan. nara. itu lah dia.
dia culik saat berjalan tanpa arah, kondisinya lemah......
"aku akan menelfon suami mu... apakah dia masih peduli padamu atau tidak" kata penculik itu.
"tidak.... dia sudah mengusirku... dia tidak akan peduli.. " kata nara lemah.
"kita lihat saja. "
beberapa menit kemudian...
"wah.... ternyata kau benar... dia tidak peduli pada mu.... lihat ini. " penculik itu menunjukkan pesan yang dikirim no rega.
"*aku tidak peduli. "
deg*
tidak menyangka rega mengatakan itu, walaupun dia tau rega memang tidak peduli padanya. dia menangis dalam lemah . tanpa suara.
"kalau tidak ada yang peduli padamu... untuk apa aku membiarkan mu di sini. " nara senang...
"lebih baik aku berenang senang dengan cara menyiksa mu. " berubah jadi ketakutan. bukan dirinya yang takut kenapa kenapa..... tapi anaknya.
"tidak.... jangan sakiti anakku. " menggeleng dan menangis lemah.
"heh... apa peduliku. "
aaaaaaa!!
teriak nara saat penculik itu menarik rambutnya sampai dia terduduk.
__ADS_1
"apa sakit" ejek penculik itu.
"hiks.... tolong lepaskan aku.. " mohon nara.
"tidak semudah itu"
dikantor rega....
"kau sudah menemukannya? " tanya rega pada andi. menggeleng.
"sangat sulit tuan.. karena nyonya tidak membawa ponsel.tapi satu yang mencurigakan... CCTV di dekat jalan memperlihatkan mobil hitam, berhenti di depan sesorang.... kemudian mobil itu pergi, dan orang itu tidak ada lagi.... saya tidak tau siapa... karena orang itu ada di sebrang jalan tempat CCTV itu berada, jadi saat mobil itu berhenti, orang itu tertutupi, juga karena jalanan sangat gelap. lampu jalan mulai tidak terlalu terang. " jelang andi.
"apakah maksud mu nara di culik? " andi mengangguk.
"firasat saya.... biasanya penculik meminta tebusan atau apa.... apakah tidak ada pesan masuk ke HP tuan? " rega menggeleng."bisa saya lihat? " rega memberikannya.
andi melihat pesan di ponsel rega pun menghela nafas... "ini apa tuan" andi menunjukkan pesan itu.
"hah... apa apa in ini.... aku tidak tau. " rega terkejut.
menghela nafas. "anda saja tidak peduli tuan... pantas kita sangat sulit menemukan nyonya. " andi sebenarnya kesal.
"hei... aku merasa tidak ada pesan masuk pagi ini. "
"mungkin saja.... tapi aku tadi memang meninggalkan HP ku di meja makan saat ke kamar. "
"apa lah adik atau ibu anda..... "
"tidak .... tidak mungkin.... ibu dan ranti melakukan itu" kata rega dengan pasti.
"jangan terlalu percaya dengan melihat yang kita lihat saja tuan..."
"diam.... mereka sangat menyayangi nara. " rega marah.
"baiklah... kita harus mencari di mana nyonya berada. "
andi menyuruh anak buah nya melacak nomor penculik itu. dan ketemu. rega,dan andi pergi berdua.... menurut penelitian anak buahnya... penculik itu hanya dua orang... tidak memiliki kemampuan khusus.... jadi tidak perlu memakai pengawal.
meraka turun di sebuah rumah sepetak.... kosong, sunyi, tidak menandakan ada orang di sana.
masuk ke dalam... ternyata rumah itu tidak memiliki ruangan apapun selain sepetak tok. langsung terlihat nara terbaring lemah di lantai yang sangat kotor.
"ara.... ra.... bangun ra... " rega memangku kepala nara, andi melepaskan ikatannya. rega menangis melihat istrinya yang mengenaskan.
__ADS_1
"tuan bawa nyonya ke mobil.. kita harus ke rumah sakit. " langsung menggendong nara, masuk di jok belakang agar bisa membaringkan nara.
"cepat lah an" rega tidak sabaran. dia bersalah telah berkata sesuatu yang membuat nara salah paham. sampai istrinya seperti ini. banyak luka di sekujur tubuhnya. kedua lengan seperti tersayat, tapi bukan seperti tersayat pisau. luka di wajahnya, pinggang bagian kiri juga sama luka nya seperti di kedua lengannya. pergelangan kaki nya membiru, sangking biru nya sampai terlihat seperti warna hitam.
dokter sudah menangani nara. rega juga mengatakan nara sedang hamil. dokter langsung sigap.
satu jam menunggu di luar ruangan tempat nara ditangani.
dokter keluar. "bisa ikut saya. " rega ikut. "begini.... janin nya sangat lemah dan kekurangan nutrisi seperti ibunya. luka di kedua lengan dan pinggang kiri karena cambukan, pergelangan kakinya terkilir sangat parah, sepertinya di lakukan dengan sengaja. " dokter terlihat tenang menjelaskan, dan rega sangat terkejut. "apa anda melakukan KDRT? " dokter mendelik rega.
"tidak dok... saya sangat mencintai istri saya... sebenarnya dia di.... di culik".
menghela nafas. " sepertinya urusan pribadi ya... jadi saya tidak ikut campur.... keadaan pasien sangat lemah dan juga janin nya untung masih bisa di selamatkan.... untuk pergelangan kakinya yang satunya tidak terlalu parah... satunya lagi sangat parah.... mata kaki nya retak... mungkin di benturan benda tumpul secara sengaja. "rega langsung emosi.... dia harus mencari penculik itu.. " mungkin memerlukan beberapa bulan agar bisa pulih. dan juga seperti yang kamu periksa... istri anda sedang hamil anak kembar....... tapi masih perkiraan.... karena tidak terlalu terlihat , dan juga kandungannya belum genap sebulan. " jelas dokter wanita itu.
"benarkah dok? " rega berbinar mendengarnya, anaknya kem... kembar? wow. batin rega.
"tapi jangan berharap lebih.... takut bapak nanti kecewa" rega mengangguk.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
info....
mungkin mulai besok author gak akan tau kapan bisa up... mungkin 2 hari sekali.... bergantian dengan novel yang satu lagi. karena author minggu ini sudah mulai magang... jadi mungkin tidak ada waktu.
jangan lupa like dan vote, komen juga😊
__ADS_1