
perkembangan yang begitu pesat di alami Hendra selama lily dan anaknya yang selalu menyemangati nya. nyatanya pengaruh obat tidak terlalu berdampak padanya, melainkan semangat untuk hidup.
kanker otak yang bersarang di kepalanya sudah bisa di operasi.
ibu, ayah, lily dengan sabar menunggu di depan ruang operasi.
lily melihat rian menuju ke mereka, karena rasa segan dan masih canggung saat bertemu rian, lily memilih ke kantin rumah sakit.
"yan... mama takut.. " adu ibu itu pada anaknya.
"hen pasti baik baik ma... kita hanya perlu berdoa. "kata Hendra sambil mengelus pundak ibunya.
...*****...
"operasinya berjalan dengan lancar, saat ini masih pengaruh bius,tapi saya dan rekan meminta maaf , karena kanker yang sudah parah sudah sampai saraf matanya, yang mungkin akan menyebabkan kebutaan.tapi akan langsung kami tangani, agar tidak bertambah parah, atau para keluarga bisa membantu kami mencari donor mata agar lebih cepat. "
mamah langsung menangis memeluk suaminya "papah... hiks... hen pah.... mama gak sanggup kalau dia tau kebenarannya. "
"mama tenang aja, aku akan cari donor mata untuk hen, secepatnya. "
mamah mengangguk,dan rian langsung pergi.
*****
"ma.... i-ini kok gelap... kalian dimana? tolong hidupkan lampunya.. " racau Hendra.
sedangkan mama sudah menangis dari tadi tanpa mengeluarkan suara. sungguh, seorang ibu tidak akan
sanggup melihat anaknya seperti itu.
__ADS_1
sepertinya Hendra tau ini situasi apa... maka dari itu dia bertanya...
"ma... pa... ini gak seperti yang aku pikirkan kan?. "
"maaf hen... papa dan bang yan akan berusaha. " terdengar suara papa, tapi semua gelap, berarti mamanya juga di sana.
"gak... gak mungkin.... bagaimana bisa dokter di rumah sakit ini tidak becus... gak... kalian harus tuntut rumah sakit ini... aku gak mau tau...lily pasti gak mau sama aku yang cacat ini" racau Hendra.
"hen.... kanker nya sudah sampai saraf mata.... itu di luar kendali... bukan salah dokter atau rumah sakitnya. "
"aku gak mau tau pa... besok aku mau ke Singapura untuk berobat, lily pasti gak mau lagi sama aku yang kayak gini. dia pasti gak mau punya suami buta. "
"tenang hen.... "
"aku gak peduli pa... besok aku harus berangkat, kalaupun mau operasi mata, aku mau melakukannya di Singapura, lebih terjamin. "
...*****...
Hendra sambil meraba raba mencari tangan lily untuk di genggamnya. lily menunduk.
"li... ada yang harus kamu tau.... aku menikahi kamu bukan cuma karena aku sedang sakit... tapi aku mau kamu jadi istriku selamanya. "
lily langsung memandang wajah di depannya.
"maka dari itu, aku minta kamu bersabar, aku akan melakukan pengobatan di Singapura... aku mau kamu punya suami yang nyusahin. sebenarnya aku pengen ngajak kamu dan putri, tapi aku gak ngerepotin kamu lagi. keinginanku cuma kamu menungguku sampai aku kembali dalam keadaan sehat dan bisa melihat kamu lagi. apa kamu mau? "
lily diam.
"li... kamu gak mau? " tanya rian.
__ADS_1
"bukan gitu.. aku butuh kepastian hen... berapa lama kamu akan kembali.... aku gak mau seperti dulu, yang lagi lagi menunggu kamu tanpa kepastian, aku juga mau hidup tenang, tanpa janji janji palsu kamu. " sesak rasanya mengingat saat Hendra yang mengatakan akan menjemputnya lagi... tapi sampai beberapa tahun, orang itu tidak muncul di hadapannya. betapa menderitanya dia saat itu, rela menunggu, hingga waktunya terbuang sia sia oleh orang yang memberikannya janji palsu.
Hendra merasa tertampar dengan kalimat lily
"maaf.... maaf kan aku yang dulu menyia nyiakan kamu... aku bisa jelaskan semuanya, tapi sampai aku sembuh aku minta kamu bersabar. "
"tapi kapan hen? kapan? aku butuh kepastian" desak lily
Hendra terdiam. dia juga tidak tau.
"aku... aku juga gak tau li... aku cuma minta kamu nunggu aku, aku pasti balik lagi. pasti. "
lily menggeleng. "gak... aku gak mau... kamu gak tau tiga tahun lalu aku setiap hari menunggu kamu jemput aku... kamu bahkan gak mikir, aku sendirian, gak punya apa apa menghidupi diriku sendiri. aku bisa aja pergi dari sana mencari pekerjaan. tapi aku selalu ingat janji kamu yang akan jemput aku lagi, bahkan aku gak tau kapan kamu bakal jemput aku. dan sekarang aku butuh kepastian, berapa lama aku akan menunggu. "
hendra diam.
"kenapa diam? kamu mau mengulangi yang kaya dulu lagi? kamu buat aku menunggu, dan kamu dengan sengaja gak jemput aku, iya? "
"gak... gak li... aku bisa jelasin, tapi gak sekarang... "
"jadi sampai kapan aku nunggu kamu hen!? "
"sebulan!... dalam sebulan aku akan kembali"
"kalau lebih dari itu? "
"aku gak bisa pasti in li....aku juga gak aku akan sembuh dalam waktu sebulan apa enggak. "
"aku cuma butuh kepastian hen... kalau kamu gak kembali dalam waktu sebulan, jangan harap aku mau nunggu kamu di sini. aku tau mama kamu sebenarnya masih gak suka sama aku, aku gak tau apa yang terjadi sama aku di sini saat kamu gak ada. "
__ADS_1
**maaf pendek... semoga kalian paham walaupun ada kata yang salah ketikš
like dan comen ya... pasti kalian gak rindu sama author yang malas nulis tapi rajin rebahanāŗ**