
mereka masih menikmati makannya dengan saling diam... hanya suara sendok dan piring yang saling beradu terdengar.
tiba tiba HP nara berbunyi...
tring tring... tring...
nara beranjak mengambil HP nya yang di taruh di atas kulkas.... melihat nomor asing yang tertera di sana.
"siapa" tanya rega.
"tidak tau...tidak ada namanya"
"jangan di jawab kalau seperti itu"
"aku angkat saja... siapa tau itu dari perusahaan tempat aku melamar kerja"
menekan ikon tombol hijau untuk menjawab...
"halo"
".... "
"iya saya sendiri"
".... .... "
"benarkah " tanya nara dengan semangat.
".... "
"ok.. baik... besok saya akan langsung bekerja"
"siapa" tanya rega sudah berdiri di belakang nara.....penasaran melihat nara seperti kegirangan..
nara berbalik langsung....
"aaa..... aku senang sekali... aku di Terima " teriak nara senang, spontan memeluk leher rega. sambil melompat lompat kecil.
"hadeh... baru jadi OB saja sudah sesenang ini" rega tersenyum melihat nara senang karena hal sepele.
" oh maaf... aku terlalu senang" nara baru sadar dia memeluk rega. "
"jika kau senang kemudian memelukku aku akan dengan senang hati membuat mu senang setiap detik" kata rega membanggakan dirinya.
__ADS_1
"iss... itu hanya tidak sengaja" nara mencibik.
"hem... apa hari ini jadi pindah? " tanya rega... lagian dia tidak bekerja jadi bisa mengantar nara ke kontrakan.
"iya jadi... setelah makan aku langsung pergi... barang barang tidak banyak... hanya pakaian saja... jadi tidak terlalu repot."
"biar aku yang mengantarmu"
"eh... tidak usah.... di daerah sana tidak bisa masuk mobil" nara memang mendapat kontrakan tidak jauh dari jalan raya... tapi jalan menuju kontrakannya melalui gang sempit... hanya motor dan sepeda yang bisa melewatinya.
"kenapa tidak pilih tempat yang strategis saja" rega heran.
"heheheh... mahal" kata nara cengar cengir😁
"sudah ku bilang kan.... tidak perlu cari kontrakan lagi... kau bisa tinggal di sini... jika tidak nyaman tinggal berdua dengan ku.. aku bisa tinggal di mansion bersama mama dan ranti.... dan skali skali mengunjungi mu" kata rega dengan suara agar berteriak.
"aku hanya tidak mau merepotkan... dan juga.. ini kan apartemen mu... tidak mungkin kau yang pindah dari sini " sanggah nara dengan suara pelan.
"itu tidak merepotkan sama sekali.... kau itu calon istriku... jadi tidak masalah"
"tetap saja.... kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya"
"kau mendoakan kita tidak jadi menikah begitu? " rega benar benar tidak habis pikir dengan pola pikir nara.
nara hanya diam....
sedangkan nara pergi ke kamarnya untuk mengambil koper nya...
setelah itu dia langsung ke luar apartemen menuju lantai dasar...
keluar dari gedung apartemen itu... mengedarkan pandangannya... dia melihat rega yang bersandar di samping mobil nya... seperti menunggu seseorang.
mungkin menunggunya....tapi nara tidak mau terlalu percaya diri... dia berjalan ke arah lain untuk menunggu kendaraan umum yang bisa mengantarnya ke kontrakan... entar itu angkot atau ojek... yang penting sampai tujuan lah walaupun tidak sampai depan rumah.
tiba tiba...
srekk..
rega merebut koper yang di pegang nara... dan langsung menarik tangan nara menuju mobil.... sambil berkata...
"sudah tau orang menunggu tapi malah memilih naik kendaraan lain" gerutu rega.
nara hanya diam mengikuti rega
__ADS_1
memasukkan koper nara ke bagasi dan menuntun nara duduk di samping nya yang akan menyetir.
rega langsung melajukan mobilnya ke arah apartemen nara... kalau di tanya kenapa dia tau?... kalau rega tidak tau... buka rega Nero namanya hahahah😂.
lima menit perjalanan masih tetap diam... rega dengan muka kesal bercampur marah... sedangkan nara diam menundukkan kepala nya.
lima menit kemudian...
"apa ini gang nya" tanya rega memastikan.
nara langsung mengedarkan pandangannya.....
"iya benar... kenapa kamu bisa tau"
"jangan banyak tanya... cepat turun"
mereka turun dari mobil... rega mengeluarkan koper nara dari bagasi...
"ayo" kata rega setelah mengambil koper nara.
"eh tadi malam hujan... jadi jalannya becek... kamu pulang saja aku bisa sendiri"
"tidak masalah... kamu harus lebih bergantung padaku... jangan merasa bisa melakukan semua nya sendiri" kata rega masih dengan mode dinginnya... mungkin dia masih kesal.
"baiklah" nara tidak bisa lagi membantah... dia ikut saja... dan hanya memberi arahan jalan menuju kontrakan... letaknya tidak jauh dari jalan raya.
.
.
.
.
.
.
.
**sampai sini doeloe😅
lopyu all😘
__ADS_1
to be continue 😊**