Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
curhatan sella part 2


__ADS_3

Hai... i'm coming, author upnklw udh ada ide aja yee✌🤭


.


.


.


.


"ayy.. sini aku pasang dasinya.. " tawar sella untuk menghilangkan kecanggungan, tangannya terulur menyentuh dasi itu.


tapi rian langsung menggerakkan tangannya gusar sambil memasang dasinya sendiri, seakan berkata dia tidak butuh bantuan.


sella masih tetap pada senyumannya....


beberapa saat kemudian...


"sini aku pakaian sepatunya.. " tawarnya lagi.


dan lagi lagi di tolak oleh isyarat tangan.


sella menghela nafas. sesak.

__ADS_1


"emm... ay... aku hari ini izin hari ini ke rumah sakit ya, temani ibu... kamu pulang jam barapa? biar aku pulang masak sebentar, trus ke rumah sakit lagi, soalnya gk ada yang jaga ibu. "


"terserah.lakukan sesuka mu. "


sella berdehem, lalu berkata.. "mau aku masakin apa nanti malam? "


"tidak perlu....saya ada perjalanan ke luar kota selama tiga hari, setelah itu menginap di rumah mama tiga hari... jadi jangan menggangu, menelfon atau apapun, di sana akan sangat sibuk. "


nada bicara yang sangat dingin membuat sella lagi lagi terpaksa tersenyum.


syukurnya suaminya masih mau memberitahu kegiatannya, dia masih merasa di anggap lah.


...*****...


"gimana keadaan ibu? udah mendingan?" tanya sella, lalu menggenggam tangan keriput ibunya.


"iya... ibu udah mendingan.... kamu bagaimana, baik baik aja kan. "


sella mengangguk. " ibu kenapa bisa masuk rumah sakit? sella khawatir tau....maaf ya bu, mas rian gak bisa datang, hari ini ada urusan ke luar kota"


"hehe..... ibu jatuh di kamar mandi, untung ada mita yang nolongin ibu....soal nak rian,ibu gak masalah, tadi dia nelfon gak bisa jenguk ibu kok, ibu ngerti dia memang sibuk, tapi itu demi kamu juga. "


sella tersenyum... "emm... ibu udah makan? "

__ADS_1


"iya udah, barusan"


"sella mau ibu jujur" katanya tiba tiba.


"jujur apa? "


"kenapa ibu gak pakai uang yang dikirim mas rian?, kenapa ibu kerja?, sella tau, ibu gak jatuh di kamar mandi, tapi memang fisik ibu lagi lemah, tapi ibu maksain buat kerja. untuk apa bu? untuk apa?... sella mau ibu sehat, sella mau ibu terus ada sama sella, karena cuma ibu yang sella punya... hiks. " katanya bertubi tubi.


"suami mu terlalu baik, ibu segan pakai uangnya, dengan dia selalu ada sama kamu sebagai pengganti ibu, ibu udah senang, itu melebihi dari uang yang dia kasi sama ibu. "


"bu... sella mau ibu sehat, menikmati hari tua ibu dengan tenang, mas rian itu menantu ibu, suamiku, anak ibu juga, anggap aja ibu make uangku, gak ada masalah, sekarang hubungan aku sama mas rian gak sebaik yang ibu pikirkan.. hiks. "


"maksud kamu apa nak? memangnya kalian kenapa? "


"sella rasa, hubungan sella sama mas rian gak lama lagi" katanya sambil menunduk menghapus air matanya.


"kenapa sel? jangan bicara sembarangan. "


"tapi semua memang salah aku sih... aku ngebantah dia, mungkin karena dia jarang marah, makanya aku berani gak nurutin perintah dia... aku emang salah sih, sella siap apapun keputusan mas rian nanti. ibu tau? sella baru aja keguguran. "


"apa?.. kenapa ibu gak tau... kenapa gak cerita sama ibu... cerita sama ibu, kenapa kamu keguguran. "


"aku sama mas rian emang gak tau kalau aku udah hamil, waktu belanja, aku beli nanas muda, dari dulu kan sella suka nanas muda, karena lebih manis, tapi mas rian udh punya firasat, trus ngelarang sella, tapi sella gak nurut, sella tetap makan, setelah ibu sella masuk rumah sakit, di nyatakan keguguran. mas rian datang ke rumah sakit langsung bentak sella, tapi sella maklum, karena sella tau seingin apa mas rian punya anak, dia pasti nunggu nunggu ini dari awal, tapi sella ngacaukan semuanya, tadi katanya ada urusan di luar kota, tapi sella tau mas rian bohong, dia pasti udah muak sama sella, dia pasti mau cari yang baru. sella juga gak berharap lagi di kenalin ke orang tua nya, sella merasa gak pantas. sella sebenarnya pengen minta pisah, ta-tapi sella takut nyesel. nanti ibu jadi kerja lagi, trus cape.tapi ibu udah ngecewain sella, ibu kerja dan gak sehat, ibu gak menghargai usaha sella" panjang lebar sell mencurahkan isi hatinya. lalu melanjutkannya lagi setelah tarikan nafas.

__ADS_1


"waktu dengan kabar ibu masuk rumah sakit, jantung sella rasanya mau copot, sella udah pikir yang aneh aneh tentang kesehatan ibu, gimana kalau ibu ninggalin sella? gimana kalau mas rian ninggalin sella setelah ibu gak ada, sella mau sama siapa, gk ada gunanya sella hidup, sella belum mandiri, sella masih butuh ibu, sella masih mau manja sama ibu. "


__ADS_2