
rega berdiri dan Nara pun ikut berdiri.... rega menuju pintu apartemen ingin keluar apartemen dan mau berangkat bekerja.... mereka berhenti sejenak di pintu sambil berbincang bincang singkat.
"kau harus mau.... seminggu lagi kita akan ke mansion untuk membicarakan ini pada mama ranti"
"ranti? " Nara bingung siapa yang bernama ranti itu..
"dia adikku "
"oh... apa anda punya saudara lagi? "
"tidak kami hanya berdua", balas rega. " dan jangan panggil aku anda anda begitu... panggilannya aku kamu... seperti itu"
"hem... iya" Nara menjawab dengan malas.
"apa ada yang mau di tanyakan" rega melihat wajah Nara yang seperti ragu ragu ingin bertanya.
"hem.. kenapa anda.... eh maksudnya kamu mau menikahi aku" nara akhirnya mengeluarkan pertanyaan nya.
"karena tadi malam mama bilang... kamu tidak boleh tinggal di sini karena kamu bukan istri atau pacarku, jadi saat aku mencari mu tadi malam aku berfikir.... kenapa tidak langsung menikahi mu saja" kata rega dengan serius.
"oh... tidak ada alasan lain" Nara sebenarnya sedikit sakit hati.... ternyata rega menikahinya bukan karena jatuh cinta padanya. tapi Nara tidak mempermasalahkan itu toh juga dia tidak cinta dengan rega. lagian siapa juga yang mau menikah dengan gadis seperti ku, kalau bukan karena kasihan.
"tentu saja tidak ada... karena dunia luar sangat berbahaya jadi aku tidak mau kau tinggal sendiri" tentu saja rega mengerti pertanyaan Nara.... dugaannya pasti Nara berharap jika rega mau menikahi nya karena cinta. tapi sebenarnya rega sudah merasakan itu beberapa hari ini,bahkan mungkin saat pertama kali bertemu....itu saat rega menolong Nara. dan saat tau kondisi Nara dia jadi kasihan,dan perasaan kasihan itu berubah selama seminggu mereka tinggal bersama dia apartemen. tapi dia tidak mau langsung mengatakannya... dia takut Nara terkejut dan lari dari apartemennya. pikir rega mana ada orang baru bertemu seminggu langsung jatuh cinta.
tapi itu sudah jadi nyata... dan rega adalah yang pertama kali. mungkin.
__ADS_1
"jadi kalau misalnya aku cari kontrakan tempat tinggal aku tidak akan menikah dengan mu kan" Nara seperti mendapat ide.
"iya tentu saja" jawab rega dengan tenang.
"baiklah.... cepat pergi kerja... aku akan mencari kontrakan saja" Nara seperti menyuruh rega cepat cepat.
"kau tidak mau menikah dengan ku begitu" rega mengerutkan keningnya... heran kenapa nara menolaknya.
"tentu saja siapa yang mau menikah sekarang... aku tidak pernah kepikiran."
"tidak.... kau tidak boleh keluar dari sini.... kau harus menikah dengan ku.... kalau kau kabur... aku akan mencari ke manapun kau pergi bahkan dengan cara apapun" kata rega dengan tegas.
rega pergi ke kantor.... asisten nya sekarang sudah menunggu di mobil... siapa lagi jika bukan asisten andi... supir yang biasanya mengantarnya sedang pulang kampung.
"sudah lama menunggu? " tanya rega
"tumben lama tuan" tanya andi yang sudah melajukan mobilnya ke arah kantor.
"iya.. tadi ada anak kucing yang katanya mau kabur cari tempat tinggal baru." kata rega asal.... karena andi belum tau kalau Nara tinggal di apartemennya.
"tuan pelihara kucing" andi heran.
"iya kucing nya sangat besar dan kaki nya dua"
"kucing besar?.... bukankan kucing besar itu adalah macan atau harimau atau sejenisnya lah saya lupa... tapi kalau macan atau harimau kam kaki nya empat" andi semakin bingung di buta rega.
__ADS_1
"sudah lah diam saja.... kau tidak mengerti"
andi langsung melajukan mobil nya lebih cepat dari sebelumnya... takut kalau rega marah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
sampai sini doeloe ๐คญ๐
__ADS_1
lopyu all tanpa terkecuali
to be continue๐๐