
Hendra perlahan membuka pesan yang memiliki nama kontak 'sayang'.... itu tujuan utamanya.
kebanyakan pesan itu menanyakan kapan dia menjemput lily... menanyakan kabar... sebagian tidak di baca... karena pesannya sama seperti sebelumnya.
lily mengirim sebuah foto. tapi masih di untuk. dia membaca pesan di atas nya.... Hendra melebarkan matanya...
dia terhuyung kebelakang... sambil memijit pelipis nya.
foto terunduh.
Hendra melihat ternyata lily memfotokan perutnya yang sudah kelihatan...
setelah itu foto perut yang lebih besar dari sebelumnya...
yang menjadi perhatiannya... satu pesan yang paling panjang dari semuanya.
ternyata itu tentang penjelasan tentang lily rian.
"ja-jadi selama ini aku salah paham... "
"kenapa aku tidak berfikir... setelah yang kami lakukan... bisa membuatnya hamil... dan... dan aku membiarkan dia menunggu tanpa kepastian... membiarkan dia menjalani masa kehamilan sendiri" Hendra membatin.
dia kembali mengscrol pesan sampai terbawah ,pesan1 terakhir.
"anakku.... "
gumamnya saat melihat foto bayi yang masih satu hari...
"namanya putri?.. " gumamnya. "berarti anak yang waktu itu a-anakku? "
"aku harus menemuinya dan meminta maaf... hiks. "
Hendra telah sampai di rumah lily yang dulu.
dari kejauhan dia melihat lily yang menggendong putri sambil membawa tas di sampirkan di bahunya.
__ADS_1
Hendra mengikuti lily, kemudian lily masuk ke sebuah bidan.
belum ada setengah jam.... terlihat ambulans memasuki area bidan itu... putri yang terbaring di atas brankar di masukkan ke ambilans... du susul lily masuk dengan wajah khawatir, serta satu bidan.
mereka ke rumah sakit terdekat.... Hendra masih mengikuti.
sampailah di rumah sakit.
Hendra buru buru mengikuti ke dalam.... hampir ketinggalan... dia berlari lebih cepat...
langkahnya perlahan terhenti saat melihat lily yang mondar mandir di depan sebuah ruangan sambil menggigit kukunya.
berjalan perlahan.
"li.... "
lily menoleh. jantung nya berdetak kencang. dia mengabaikan.
"li... " Hendra semakin mendekat
tiba tiba dokter keluar.
Hendra malah duluan. "kamu disini.. " katanya.
lima belas menit... baru lah Hendra keluar. menghampiri lily.
"sudah berapa lama dia demam. " lily heran... kenapa wajah Hendra terlihat marah.
"du-dua hari.. "
"trus kenapa gak langsung di bawa ke rumah sakit! " bentak Hendra. lily terperanjat.
"aku pikir demam biasa.... memangnya sakit apa... "lily khawatir
"demam berdarah.... kenapa bisa kena DBD ha?...kamu bawa dia kemana?!! "
"kemaren dia minta ikut kerja sama aku.. "
"memangnya kamu kerja dimana sampai dia kena DBD? di tempat sampah? " masih suara yang keras.
__ADS_1
"i-iya...hiks."
"ngapain kamu kerja di tempat sampah... mana ada kerja di sana!! "
"mulung...hiks." tangis nya semakin keras.
Hendra tertegun.
"memangnya tidak ada kerjaan lain!! "
"aku gak mau ninggalin putri lama lama. "
hendra terdiam.
"kenapa kamu sekhawatir itu.... dia bukan siapa siapa kamu. " lily menanyakan sesuatu yang mengganjal di
benaknya.
"aku udah tau semua nya.... kenapa kamu gak kasi tau aku saat kamu sama dia makan waktu itu... ini gak bakal terjadi!! ".
lily murka... Hendra menyalahkannya seakan akan dia Tuhan... dia juga tidak mau putrinya sakit.
" gak usah sok peduli... dia anakku... kamu tidak berhak ikut campur soal dia. "
"dia juga anakku... aku harus tau semuanya, dan tidak membiarkan dia sakit. "
"jadi kamu nyalahin aku karena dia sakit ha? "
"iya... kamu gak becus jaga dia. "
"selama ini kamu kemana? "
kalimat itu membuat Hendra terpojok.
" selama ini kamu kemana saat aku mengandung dia ha.... kami malah senang senang sama pacar kamu yang lebih suci itu. selama ini kamu kemana saat dia sakit dulu... sekarang, saat kamu menyesal... kamu tiba tiba menyalah kan aku, bahkan tangan kamu gak pernah ikut campur saat mengurus dia... jadi... sekarang jangan seakan akan kamu menjadi ayah terbaik di dunia... para lelaki memang mau enaknya doang... udah lah... gak ada gunanya aku bilang ini semua...kamu bisa pergi dari ini. "
"li... aku bisa jelasin... "
"gak perlu... gak ada yang perlu di jelaskan.... waktu itu juga kamu gak mau dengar penjelasan aku kan.... sekarang Terima akibatnya.jangan temui kami lagi. "
__ADS_1
lily langsung pergi ke toilet menenangkan diri.