
#masih flashback yee...
"kenapa tidak mau" kemarahan rega sudah di ujung tanduk... tiba tiba... kemarahannya berhenti ketika mendengar isak kan Nara.
hiks... hiks..
bahu Nara bergetar karena tidak bisa langi mengendalikan air matanya...
"huufftt..... kenapa dengan mu... maaf jika aku terlalu keras" rega berbicara lembut pada Nara kemudian berjongkok di depan Nara... mereka saling berhadapan.
"kenapa kau menangis hem... apakah ada yang menyakitimu? " tanya rega sambil memegang tangan Nara...
hanya tangisan Nara yang terdengar.
"katakan saja.. " rega mencoba membujuk Nara.
"hiks... a.. aku...hiks... aku belum di te.. Terima oleh a.... ayah dan ibu ku... ba... bagaimana aku bi.... hiks... bisa menikah... huuuuaaaa!!!! " tangisan Nara semakin keras... mengingat orang tua nya.
"hhuufftt.... aku pikir karena apa" rega lega... kalau soal itu gampang bagi rega.
"tapi bukan karena i... itu saja" Nara masi terisak.
"lalu? "
"aku juga masih belum mau menikah... aku tidak pernah berfikir ke situ... apalagi kau bilang akan menikah beberapa minggu lagi.... aku benar benar belum siap... pernikahan itu bukan main main"
"aku tau... tapi mama akan mengusir mu dari sini jika kita tidak ada ikatan"
"aku bisa mencari mencari kontrakan"
"apa kau punya uang" Nara langsung diam.
"a.. aku akan mencari kerja"
"apa kau yakin tempat nya aman".
" untuk apa itu... memangnya siapa yang akan menyakitiku.... bahkan aku tidak cantik, kaya atau terkenal" Nara memelankan suaranya.
"aku tetap di tidak mau, " dengan penuh penekanan. "kau harus menikah dengan ku beberapa minggu lagi, jadi aku bisa menjaga mau"
__ADS_1
"aku hanya pembantu.. untuk apa dijaga" Nara ingat perkataan rega waktu menjawab pertanyaan mama nya
"apa kau tidak mau menaikkan derajat mu jadi nyonya? " rega heran dengan Nara... semua wanita ingin menjadi nyonya... tapi dia tidak.
Nara hanya menggeleng lemah...
"tidak mau" Nara merengek seperti anak kecil.
"kenapa hem" tanya rega lembut.
"aku tidak mau jadi nyonya orang kaya.... nanti jadi seperti ibuku.. yang di paksa ayah melakukan kehendaknya tanpa memikirkan perasaan ibuku hiks.... " Nara kembali menangis jika mengingat keluarganya. nara pun tau jika ayahnya yang memaksa ibunya agar tidak mengurus Nara.
"apa aku seperti itu"
"iya... sekarang saja sudah memaksaku, apalagi jika menikah" tanpa sadar Nara mengatakan menikah.
"jadi kau mau menikah dengan ku" rega menggoda Nara.
"is... kau ini... aku mau... tapi jangan pernah memaksakan kehendak mu jika aku tidak suka" kata Nara malu malu.
"benarkah" rega mulai senang. Nara hanya mengangguk dia malu untuk bicara.
"hem...tapi...aku akan tetap cari kontrakan dan mencari pekerjaan" jawab Nara takut takut mungkin rega tidak menyetujuinya.
"heh... apa itu akan membuat mu lebih nyaman" rega memastikan.
"iya... " Nara mengangguk dengan semangat.
"huufftt baiklah... ada lagi? "
"oh... aku mau pernikahannya di adakan dua bulan lagi" kata Nara... dia baru ingat jika pernikahannya sebentar lagi.
"kalau itu aku tidak setuju" rega benar benar menolak.
"ayolah... bagaimana kalau 45 hari lagi" tawar Nara...
"tidak"
"40 hari lagi? "
__ADS_1
rega menggeleng.
"hem... 30 hari lagi? " Nara tidak menyerah.
"20 hari lagi" tawar rega..
"tidak tidak.. 25 hari lagi"
"heh... 21 hari lagi... tidak ada bantahan" itu tawaran paling mentok tidak bisa di bantah...
"baik lah" Nara mengangguk lemah "nambah cuma satu hari aja... ya gak ada beda nya"
flashback of
.
.
.
.
..
.
.
sampai sini dulu
lopyu all
to be continueππ
...INFO...
......**IG AUTHOR:LalaLela22 ......
...FOLLOW YA... BIAR TAU TENTAng Novel novel. author juga punya ig pribadi.... masuk grup ya... di tanya aja klw udah masuk.... siapa tau ada yang penasaran sama wujud author... πππ€π€...
__ADS_1