Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
liburan lagi


__ADS_3

"Maaf ya nak.... Bantuan ibu cuma bisa sampai sini. "


"Em.. Iya bu... Gak papa, lily udah makasih banget, lily akan pergi sekarang. "


"Jangan sekarang, orangnya datang nanti sore, kamu kerja aja dulu. "


Lily qmenggeleng" Enggak bu... Sekarang aja, biar sempat cari kontrakan lagi. "


"Kalau begitu ibu pulang dulu ya. "


Saat ibu kontrakan menjauh, barulah lily membereskan pakaian mereka.


Lily memaklumi ibu itu memilih mengosongkan kontrakan yang dia tempati untuk penghuni baru.


Karena sewa yang seharusnya enam ratus ribu sebulan, mereka di beri keringanan dengan membayar dua ratus ribu sebulan.o


Sudah lebih sebulan mereka tinggal, sewa bulan ini belum di bayar karena uangnya belum terkumpul.


"Bunda, kita mau ke mana lagi? " Tanya putri melihat lily berkemas.


"Kita... Kita mau liburan lagi... Putri seneng gak. " Lily berkata dengan bibir bergetar menahan tangis.


"Beneran bunda? "


"Iya.. "


"Yes...kali ini kita cari rumah yang bagus ya bunda. "

__ADS_1


"Bunda usahakan nak, tapi kalau gak ada gak apa kan? " Katanya sambil mengelus rambut putrinya.


"Gak dong, yang penting sama bunda terus. "


"Yaudah, kalau gitu ayo pergi, perjalanan kita masih panjang. "


"Bunda kita ajak ayah yuk. "


"Gak bisa nak, ayah kerja. "


Putri langsung murung. "Tapi putri pengen sama ayah juga, pengen di gendong ayah. "


Lily memandang putri. "Apa bunda masih kurang sama kamu sampai kamu masih pengen ayah nak? Bunda juga bisa gendong kamu. Kita memang susah sekarang, tapi kalau kamu sudah bisa di tinggal, bunda cari pekerjaan yang layak, lalu apapun yang kamu minta bunda kasi.paham?. "


"Iya bunda, putri minta maaf. "


"Tapi kenapa? " Tanya putri heran.


"Belum waktunya putri tau nak, nurut yang bunda bilang ya... Putri gak mau kan buat bunda sedih"


"Iya... Putri sayang bunda, jangan nangis" Putri langsung memeluk ibunya.


"Yasudah, kita jalan sekarang ya. " Putri mengangguk semangat.


Hampir satu jam mereka berjalan, melewati taman kota, melihat anak anak berpakaian bagus sedang bermain di sana.


Lily merenung, mungkin jika hen mau mendengar penjelasannya waktu itu, anaknya, putri pasti juga memakai pakaian bagus seperti anak anak itu.

__ADS_1


Dia menunduk melihat pakaian yang di pakai putri, celana yang sudah usang dan baju kaos yang sudah di jahit beberapa bagian, sendal seharga limaribuan.


"Putri mau main di sana nak? " Tanya lily, karena sedari tadi putri juga curi curi pandang ke arah taman.


"Boleh bunda? " Lily mengangguk


"Mau bunda... Putri mau! " Dengan senyum lebar membawa putri ke taman itu, putri langsung berlari menuju permainan yang banyak di pakai oleh anak anak.


Lily duduk di tidak jauh di sana, melihat sekeliling, mencari penjual makanan. Dia melihat putri masih baik baik saja bermain, pikirnya tidak apa apa di tinggal sebentar.


Kurang lebih lima belas menit, lily melihat ada yang janggal saat memperhatikan tempat putri bermain tadi, dia juga melihat seseorang yang di kenalnya sedang menggendong putri. sedetik kemudian, dia berlari sambil membawa makanan yang baru di belinya.


"Ada apa ini. " Sambil membalikkan badan seseorang yang memarahi anak anak di situ, sambil menggendong putri.


Hen melihat lily, dan menyerahkan putri padanya. "Bawa putri ke mobil, cepat."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jgn lupa like,


__ADS_2