
saat masuk ke kamarnya... rega melihat Nara yang sudah tidur dengan zuri di sampingnya.
rega memindahkan zuri ke box bayi lalu menghampiri Nara.
menatap Nara lekat lekat.dia ingin mengikat Nara agar tidak ada alasan lagi untuk berpisah.
perlahan rega mencoba membuka piyama Nara, beruntungnya Nara memakai piyama sedikit di atas lutut dan full kancing. dia membuka satu persatu kancing piyama Nara hingga melewati dada.... lagi lagi tersenyum kemenangan... memang sudah biasa Nara tidur tidak memakai bra... tidak baik untuk tubuh kata Nara waktu itu.
melanjutkan membuka kancing piyama Nara sampai seluruh kancingnya terlepas dari kaitannya. terlihat Nara memakai hot pans warna merah.
rega mengelus perut rata Nara dengan sensual membuat perut itu bergerak gerak karena sentuhannya. tangannya naik ke atas mendaki gunung yang mulus itu. melakukan hal sama seperti memperlakukan perut Nara barusan... dia mengelus dengan gerakan memutar gunung kembar itu.
Nara merasa terganggu, keningnya mengkerut dan perlahan matanya terbuka dan seketika melotot.
"Aaaaa!!! kamu apaan... " langsung mendorong rega.
dengan cepat rega langsung mengurung Nara lagi.
"ra... kamu tau kan... aku sudah berbulan bulan berpuasa demi kamu....sekarang kamu harus mau... aku mohon ra... aku tidak tahan lagi. "
Nara terhipnotis dengan pandangan memelas rega.
"huuff... baiklah.. "
seketika langsung mendapat terkaman ciuman dari rega. Nara lupa.. beberapa jam yang lalu dia menyerahkan surat cerai pada rega.... dan sekarang mereka kembali melakukan hubungan suami istri. tanpa memikirkan apa akibat jika melakukan hubungan itu.
rega melakukan foreplay terlebih dahulu... Nara bertanya..
" A anak kamu mana? "
"dia anak kamu juga sayang.. anak kita..... cup.. "
"aku langsung ya.... "
Nara mengangguk... sedetik kemudian merasakan sesuatu yang berusaha menerobos inti tubuhnya... Nara sedikit meringis.. karena sudah lama tidak berhubungan lagi.
rega melakukan dengan lembut dan penuh kasih sayang.... malam itu Nara dan rega sangat menikmati hal yang mereka lakukan membuat rega berseri seri.
mereka mencapai puncaknya bersama sama.... satu ronde dengan durasi hampir dua jam.
"Terima kasih sayang.. cup"
rega masih di atas tubuh Nara dengan nafas terengah-engah engah... tubuh mereka berkeringat. sekali lagi rega mengecup pipi Nara yang n ngosan.
"ga....ini gak nyaman... keluarin dulu itu nya... aku mau bersihin dulu sebelum tidur. "
"emang harus? "
"iya lah... kamu mah gak papa... kalo aku gak boleh... memang harus di bersihin. " mencoba menyingkirkan rega.
rega berfikir sebentar. "nanggung lah.... sekali lagi ya. " tanpa menunggu jawaban, rega langsung bergerak sensual membawa Nara ke puncak nirwana bersama sama... sampai 3 ronde rega masih menggempur Nara... sampai Nara mengeluh merasakan mual dan pusing karena guncangan pada tubuh nya . barulah rega berhenti. tapi Nara malah menutup matanya ingin tidur.
"sayang... hei... katanya bebersih dulu baru tidur. "
Nara kembali membuka matanya.
"eeghh... iya... "
baru satu langkah...
bruukk!!
Nara terduduk di lantai.
"kenapa sayang? " rega khawatir.
"gara gara kamu ini... aku sampe gak kuat jalan. " keluh Nara hampir menangis.... kaki nya gemetaran karena rega yang tidak mau berhenti dengan aktivitasnya.
rega terkekeh lucu... " oke oke... ayo aku gendong. "
Nara menurut saja.
Nara berendam sebentar... rega juga membersihkan diri mandi di bawah shower.... dia juga memapah Nara untuk membersihkan diri di bawah shower.
mereka memakai handuk kimono milik mereka masing masing. lalu kembali tidur sambil berpelukan mesra.
...***...
lily bangun dari tidur nya....dia merasakan tubuh sangat lemas, tubuhnya menggigil dan seakan tidak punya tenaga. beberapa kali meringis merasakan sakit di sekujur tubuh nya... padahal tidak pernah melakukan hal berat.
dia menempelkan tangannya di kening... oh ternyata dia demam. lily menggigit bibir bawahnya mencoba untuk duduk. dengan sekuat tenaga baru lah dia bisa duduk dan langsung bersandar di tembok.
__ADS_1
lily memangku kepalanya dengan tangan sangking pusing nya.bagaimana mau ke sekolah jika seperti ini. ibu dan ayahnya juga tidak pulang.... padahal ibu nya sela bilang, ibu dan ayahnya masih sering pulang ke sini. tapi beberapa hari lily di sini hanya ayahnya yang pulang untuk tidur... besoknya langsung pergi lagi. bahkan ayahnya tidak pernah bertanya kenapa dia tidak kelihatan selama ini.
lily mencoba berdiri tapi tidak sanggup....sekarang masih jam enam pagi... biasanya dia dan sella sudah jalan ke sekolah jam segini. sella pasti menunggunya. benar saja... sudah terdengar suara ketukan di pintu.
karena rumah yang kecil dan lily juga tidur di ruang tamu dekat pintu, jadi tidak perlu berdiri jika membuka pintu.
pintu sudah terbuka, terlihatlah sella yang sudah memakai seragam lengkap.
"ly... kamu kok belum siap siap... nanti telat. " melihat lily yang masih duduk di lantai dengan selimut di kakinya..
"aku lagi gak enak badan... kamu sendiri aja ya... tolong izinin. "
"eh... kamu sakit ly?.... ibu kamu gak pulang juga? "
lily mengangguk.
"aku gak sekolah dulu deh... aku nemenin kamu aja. "
"gak.... kamu bilang masih ada mapel yang belum tuntas kan... kamu sekolah aja... aku gak papa"
"ck.... aku bilang sama ibu aja biar jaga kamu, ibu pasti khawatir juga. " sella langsung berlari ke rumah nya, lily tidak sempat menghentikan.
...****...
Hendra memarkirkan mobilnya di depan sekolah lily.... untung belum belum ada yang datang karena masih sangat pagi. dia menunggu lily karena memang tidak tau rumah lily di mana, dia ingin meminta maaf atas perkataannya..... dia kehilangan kendali sampai berbicara hal merendahkan lily. dia jadi penasaran bagaimana kehidupan lily sebelumnya.... sesusah apa sih dia sampai Hendra bisa melihat kesedihan, kesepian, tertekan dari raut wajah lily.
perlahan melihat murid mulai masuk ke gerbang sekolah. ada yang naik motor, ada yang di antar ayah nya, ada yang berjalan, ada yang naik sepeda juga ada yang naik mobil, tapi bukan mobil mahal. di sekolah itu memang tidak ada anak anak pejabat, pengusaha atau semacamnya... hanya orang orang menengah ke bawah.
sampai bel berbunyi tapi tidak melihat lily memasuki gerbang sekolah. ahk mungkin dia telat.... Hendra mencoba menunggu lagi.... tapi benar benar tidak ada lagi murid yang masuk.
Hendra tidak sabar, dia berjalan memasuki sekolah, sampai menemukan tulisan kantor guru.... dia melihat ke dalam karena kantornya terbuka.... sangat sedikit guru yang ada di dalam karena sebagian sudah masuk kelas untuk mengajar.
tok tok tok" permisi... "
"ada apa pak.. " kata guru itu.
"saya ingin bertanya.... apa kah murid bernama Lily Arumi. "
ibu guru itu bingung. "kelas berapa pak? "
Hendra bingung.... dia lupa waktu dia menemui wali kelas lily waktu itu, dia juga lupa nama wali kelas nya.
"eemm.... eh... kelas dua belas ips dua. "
"ooh.... itu wali kelas nya adalah pak rahmat.... saya telfon dulu pak. "
lima menit menunggu.... terlihat seorang guru berjalan ke arah mereka, mungkin itu gurunya.
"pak... ini ada yang mencari anak bapak. " ibu guru itu langsung pergi.
"oh anda waktu itu ya... " Hendra mengangguk. "ada keperluan apa pak? "
"saya mencari lily.... apa dia tidak masuk? "
"ooh.... tadi temannya bilang dia sakit. "
"em... boleh saya minta alamatnya pak? "
" maaf Pak...saya juga tidak tau alamatnya.... di rapor nya juga tidak terlalu spesifik... akan sulit mencarinya... begini saja....ada satu teman yang dekat dengan lily....mungkin dia tau rumahnya..... kita langsung ke kelasnya saja.
...****...
Hendra menuju rumah lily dengan sella yang menunjukkan jalannya.
"setelah ini kemana lagi?" tanya Hendra
"em... lurus saja kak.... sebentar lagi sampai. "
beberapa menit kemudian.....
"stop kak.... di sini rumahnya... "
mereka turun dari mobil.
sella mencoba membuka pintu rumah lily.... ternyata tidak di kunci.dia masuk,melirik ke kanan... terlihat lily yang tertutup seluruh tubuhnya di bawah selimut tipis, hanya kelihatan rambutnya.
"masuk kak... lily lagi tidur. " Hendra mengangguk.
sella jongkok .... "ly.... ly.... ada yang cariin kamu. " sella membuka sedikit selimutnya karena lily tidak merespon.
Hendra melihat wajah pucat lily. dia merasa khawatir.
__ADS_1
"tidak perlu di bangun kan... biarkan dia istirahat.... saya ingin bertanya sesuatu. "
"lily!!!! "
terdengar teriakan dari luar... sella kenal suara itu.
"oh astaga... ternyata kamu sella.... ibu panik kok rumah lily terbuka. "
"ibu kok ninggalin lily sendiri sih... kalo ada apa apa gimana.. "
"iya... tadi ibu lagi masak... eh ini siapa? "
sella juga tidak tau jadi dia diam.
"sa... saya pacarnya lily bu"
"ha?!!!! " begitu kaget ibu nya sella sampai berteriak. sella hanya kaget dalam hati.
"eh... maaf maaf.... "
"hehe... gak papa buk.... emmm... boleh tinggalkan saya dan lily sebentar buk? "
"eh.... oh iya iya.... ayo sella. "
sela dan ibu nya menunggu di teras rumah lily.
"eh.... itu benar pacar nya lily? " ibu sella berbisik
"gak tau bu... lily gak pernah cerita."
"kayaknya orang kaya ya kan. "
"pastinya sih iya bu.... itu mobil sport loh bu, bukan mobil biasa"
"emang harganya berapa? "
"di atas 1 M "
"waduh.... beruntung si lily ya"
#di dalam rumah.
lily terbangun karena Hendra yang mengelus pipi lily berkali kali..... mereka masih berdebat karena lily yang tidak mau di ajak ikut bersama Hendra.
"sekali lagi kamu nolak aku cium."
kepala lily di sekarang di atas paha Hendra.... dia menggeleng.
langsung...hup..
"emmhhh!!! " lily terkejut karena Hendra mencium nya.
sella dan ibu nya buru buru melihat ke dalam karena mendengar suara lily itu. betapa terkejutnya mereka melihat lily dan Hendra sedang berciuman penuh nafsu.
lily langsung mendorong Hendra karena sudah kepergok oleh sella dan ibunya.
"sel... bu.... " lily sudah sangat malu sekarang.
"sudah sudah.... ibu mengerti.... ibu pikir ada sesuatu... maaf ibu sama sella mengganggu.... ibu pulang dulu ya... nanti ibu datang lagi. "
lily mengangguk. "makasih bu"
lily langsung menutup wajahnya dengan selimut.
"kenapa...? "
"malu... "
"udah lah gak usah malu.... sekarang kamu ikut sama aku.... mau aku cium lagi ha? "
lily menggeleng.
"jadi ikut ya.. " lily mengangguk.
tersenyum lalu mengecup bibir lily. "bagus... ayo aku gendong. "
"izin sama ibu sella dulu... "
"iya...kamu masuk mobil dulu. "
..."vote dong🤣🤣🤣...
__ADS_1