
"besok kita akan pindah....biar lebih nyaman.. " kata rian... sambil memeluk sella yang sedang berbaring.
"ha?... gak mau... kamu aja sana pergi" sambil menyikut rian.
"tapi... jaraknya jauh dari kantor.... aku gak bisa jauh dari kamu"
"tapi aku bisa.... terserah kamu mau kayak mana... aku mau tinggal sama ibu...nanti siapa yang jaga . " kata sella dengan ketus.
"tapi.... "
"udah lah... sana jangan peluk peluk. "
"tapi kasur nya sempit ma... "
sella mendadak melihat sekeliling.
"ma?.... mama?... siapa mama kamu. "
"hehe... bukan itu maksudnya.... aku manggil kamu mama aja ya. "
"ha... sejak kapan saya lahirin kamu. "
"hahah.... tapi kan kamu bakal lahirin anak aku nanti.... biar cepat cepat jadi papa sama mama... perkataan adalah doa... haha"
"iihh... geli saya dengarnya. "
"gimana kalo kita buat sekarang? " usul rian dengan jahilnya.
"buat apa..?"
"anak."
"ih... nanti ibu terganggu gara gara teriakan kamu yang kencang itu. "
"ayolah ma... ke hotel aja gimana? "
"apaan sih... sana... kamu tidur di lantai aja... gerah saya. "
"makanya buka baju... biar jangan gerah. "
"saya gerah karena kamu peluk peluk tau... kipasnya udah rusak seminggu ini, setiap malam saya gak bisa tidur karena kepanasan.... tambah kamu peluk peluk... panasnya jadi doble."
rian langsung duduk.lalu menggeser di samping kepala sella.
"sini kepalanya... " kata rian menepuk nepuk paha nya.
"ngapain... "
__ADS_1
"kalau mau... besok dapat hadiah kipas deh... sini. "
sella menurut... dia menaruh kepalanya di paha rian dengan ragu.
rian mengambil buku di lemari kecil di sana... lalu mengipasi istrinya.
eh...
sella tertegun dengan yang di lakukan rian.
"kenapa?... papa memang ganteng dan baik ma... cepat tidur... "
sella mencibir dalam hati... perlahan dia tidur, karena tidak merasa gerah lagi.
tangan rian mulai kebas karena terus bergerak selama setengah jam.
dia mengecup bibir istrinya... lalu tidur dengan bersandar di dinding.
Hendra mendengarkan penjelasan dari orang suruhannya, tentang kehidupan lily belakangan ini... benarkah lily bermain di belakangnya saat dia tidak ada tiga tahun lalu.
yang membuatnya kaget....
"wanita itu melahirkan pada bulan Desember...dari penjelasan tetangga... dia tidak pernah menemukan seorang anak... tapi anak itu memang anak kandungnya. "
"benarkah... " Hendra tidak menyangka.
"sial... pergilah... cari selidiki lagi sampai ke akar akarnya. "
"baik Pak. "
Hendra berfikir. "apa selama aku tidak memberi kabar... dia sama sekali tidak menghubungi ku ya? "
"tapi pasti dia memberi kabar atau memberi pesan."
Hendra buru buru mencari ponsel lamanya.
"astaga... di mana ponsel ku... "
"oh iya kenapa aku lupa... " dia baru ingat... dia memindahkan hpnya ke brangkas...
"dapat.... semoga masih hidup... "
kok lama sih..... oh akhirnya hidup juga... "
dia melihat masa berlaku kartunya sudah habis... lalu menghidupkan wifi yang menyambung di wifi dekat kamar nya.
banyak pesan yang masuk... sampai sampai HP nya lelet.... dia menjadi tidak sabaran.
__ADS_1
menunggu menunggu.... menunggu...
"kenapa banyak pesan sih... jadi lama kan. "
sekitar sepuluh menit... notifikasi nya berhenti... berarti semua pesan sudah pulih.
pesan kebanyakan dari grup kantor... dan teman teman nya yang lain.. itu pun beberapa tahun lalu.
nama ''sayang' tertera di sana... pesan nya sampai ratusan.... menarik nafas lalu membuka pesan itu.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
next part.
"kenapa dia bisa sampai demam berdarah!!! " teriak Hendra pada lily.
"pu-putri memaksa ikut dengan ku kerja.....semalam hiks.. "
"memangnya kamu kerja dimana sampai dia kena DBD? di tempat sampah? " masih suara yang keras.
"i-iya...hiks."
"ngapain kamu kerja di tempat sampah... mana ada kerja di sana!! "
"mulung...hiks." tangis nya selain keras.
Hendra tertegun.
"memangnya tidak ada kerjaan lain!! "
"aku gak mau ninggalin putri lama lama. "
hendra terdiam.
"kenapa kamu sekhawatir itu.... dia bukan siapa siapa kamu. " lily menanyakan sesuatu yang mengganjal di
benaknya.
"aku udah tau semua nya... "
**penasaran?.....
__ADS_1
author ngemis vote,like, komen dan follow nih... 😢**