
samar samar rega mendengar keributan di dapur... bukan orang berantem ya.. tapi sepertinya suara perabotan alat dapur... firasat rega ada yang sedang memasak... dia tau itu siapa.
berjalan ke luar kamar menuju dapur masih dengan bertelanjang dada dan menggunakan celana selutut... meskipun baru bangun tidur babang rega tetap ganteng ya...
rega melihat Nara sedang memasak... sangking seriusnya dia tidak menyadari kalau rega sedang melihat nya.
karena tidak ingin mengganggu rega kembali ke kamar nya... lalu mandi dan memakai pakaian kerja membawa dasi di tangan nya... berencana Nara yang akan memakaikan nya.
menuju meja makan... ternyata sudah sebagian makanan tersaji... tinggal sayur... dan saat ini Nara sedang membawa sayur yang baru matang
Nara tidak sengaja melihat sosok di depannya dengan setelan pakaian kerja yang sangat mecing... dan bagi Nara itu menambah ketampanan rega... sampai sampai sayur yang di bawa nya hampir tumpah... untung rega langsung memegang nya lagi pula Nara hanya tinggal meletakkan saja... jadi tidak akan tumpah.
"hati hati" khawatir rega.
"maaf" Nara sambil duduk.
"apa kah aku terlalu tampan" rega meledek.
"eh.. iya... eh tidak tidak" Nara langsung merubah jawabannya karena takut nanti rega ge'er lagi.
"baik lah jika tidak mau jujur"
"ternyata dia semakin tampan jika pakaiannya lebih mecing.... nanti aku akan belajar mencocokkan lagi agar terlihat lebih tampan"
"apa yang kau pikirkan" tanya rega.
"hm... tadi mau mengatakan sesuatu... apa itu? β nara mengalihkan pembicaraan.
" yakin mau mendengarnya"rega seakan meledek.
__ADS_1
"tentu saja" Nara dengan semangat.
"ada syaratnya"
"iya katakan saja" nara tidak sabaran.
pasangkan dasi ku" rega sambil menyodorkan dasinya.
nara mengambil nya kemudian memasangkan ke dalam kera kemeja rega... dengan posisi Nara berdiri dan rega duduk.... mereka saling berhadapan....bagi Nara itu mudah... karena sama saja cara memasang dari sma dan SMP.
selesai memasang dasi...
"sudah selesai"... Nara sambil memukul mukul bahu rega dengan pelan seakan membersihkan debu yang ada di jas nya.
grepp!!!!
tiba tiba rega menarik pinggang Nara... sehingga Nara duduk di pangkuannya... mereka saling berhadapan... benar benar posisi yang membuat Nara risih.
"menikah dengan ku" kata rega dengan wajah serius... sampai sampai Nara menghentikan aksi nya untuk lepas dari rega.
"apa??!!! " Nara seakan tidak percaya.
"apa kau tidak dengar... menikah dengan ku" rega mengulangi kalimatnya.
"aku tidak mau" Nara spontan mengatakan itu... karena dia benar benar tidak mau menikah... bahakan berfikir saja tidak pernah.
"kau harus mau... dan kita akan menikah tiga minggu lagi" kata rega dengan tegas. sambil menarik Nara yang tadinya duduk di ujung paha nya... sekarang mereka sudah semakin dekat... bahkan tidak ada jarak.
Nara masih melamun dengan mulut sedikit terbuka... dia benar benar tidak percaya.
__ADS_1
"aku tau kau terkejut... tapi ini demi kebaikan mu juga"
ya... tanpa Nara sadari ini memang demi kebaikan nya... dan itu bisa membuat rega lebih melindunginya... tapi tetaplah semua pendapat orang berbeda beda. tidak semua orang butuh di lindungi.
.
.
.
.
.
.
.
.
penasaran dengan jawaban Nara... yukk.... like dan komen serta vote.... author janji bakal buat mereka bersatu walau banyak rintangan.π
.
.
lopyu for all yang komenπ€π
.
__ADS_1
to be continue