
..."LIKE"...
ini hari terakhir lily ujian.....hanya tinggal 1 mata pelajaran lagi... jadi pulangnya lebih cepat. ujian berjalan dengan lancar. lily keluar gerbang sekolah negeri itu. mencari angkutan umum. jujur.... ini pertama kalinya lily naik angkutan umum,karena selama bersama Hendra lily sering menabung. .... dari pertama kali masuk sekolah,.... tidak pernah di kasih uang jajan oleh orang tua nya. dia harus mencari sendiri dengan menjadi tukang cuci piring di warteg pinggir jalan.... kalau bukan karena kasihan pada lily, ibu tukang warteg tidak menerima tukang cuci piring, dia sendiri juga bisa.
kalau di tanya tentang uang sekolah?... masuk SD lily masih di biayai orang tua nya.... tapi saat lily kelas 5 SD... orang tuanya bertanya padanya....
"apa kau masih mau melanjutkan sekolah? "
lily kecil mengangguk.
"kalau begitu cari uang sendiri untuk uang pendaftaran mu.... masuk SMP lebih mahal dari pada SD.... kami tidak mampu.... tapi kalau kau masih mau sekolah... biayai sendiri"
lily pulang bersama sahabatnya sejak kecil.... hanya mereka berdua.... ya tentu saja karena mereka bernasib sama....sama sama keluarga miskin, sama sama korban broken home sejak kecil..... tapi nasib Sella, sahabat lily tidak seburuk nasib lily....
semalam dia benar benar pergi dari rumah Hendra.... karena tidak tau mau kemana lagi.... dia terpaksa pulang ke rumah orang tua nya. hampir dua tahun dia tidak pernah ke sini... sekarang keadaan rumahnya lebih parah.saat lily datang....rumahnya sepi...tidak tau ayah dan ibu nya kemana....rumah kecil mereka tempat saksi buta dimana lily yang masih SD sering melihat orang tua nya setiap hari bertengkar. saat masuk jenjang SMP..... dia mulai mendapat beberapa pukulan karena tidak mendapat cukup uang saat pulang.
seiring bertambahnya umur..... siksaan itu semakin bertambah.... dulu memukul masih menggunakan tangan.... saat SMA.... sudah menggunakan alat, seperti ikat pinggang, sapu, rotan.... bahkan kaki pernah di siram air panas oleh ibunya, karena dia sakit dan pasti tidak bisa menghasilkan uang. biasalah.... apalagi jika bukan ekonomi keluarga yang terkadang membuat orang hilang akal.
malam harinya.... lily berjalan menuju rumahnya, dia membeli nasi uduk di dekat rumah nya.... tiba tiba ada yang merampas makanan yang baru di belinya.... lily melihat..... ternyata ayahnya. lily pikir ayahnya tidak akan kembali lagi ke rumah ini.
"hup.... enaknya sekali hidupmu.... uangmu juga banyak... " ayahnya mengambil makanan itu beserta dompetnya.
"yah... kembaliin dompet lily yah.... ayah boleh ambil makanannya... tapi minta dompet lily.... lily mau beli lagi. dari siang lily belum makan"
ayahnya tidak mendengarkan....bukan masuk ke rumah... tapi ayahnya malah pergi lagi entah kemana....
dengan lesu lily masuk ke rumahnya kembali.... saat lily ingin membentangkan tikar... ada yang mengetuk pintu depan. lily sedikit was was...
saat di buka.. ternyata ibunya sella.
"kenapa bu? " tanya lily.
"ini ada sedikit makanan... tadi kata sella waktu dia lewat, ayah kamu ambil makanan kamu sama uang kamu.... kamu pasti belum makan kan. "
lily menerima bungkusan nasi yang di berikan ibunya sella.
"makasih banyak bu... lily udah banyak utang sama ibu... nanti kalau lily udah sukses... lily akan bayar semua nya. "
"iya.... semoga kamu bisa mencapai cita cita kamu dan jadi orang sukses... ibu pergi ya. "
"sekali lagi makasih bu... "
lily masuk langsung bersiap menyantap makanan itu... dia benar benar lapar. lily melihat.... seperti nya ini masakan ibunya sella... bukan di beli... ada nasi, tumis kangkung dan ikan asin di goreng . perpaduan yang sangat pas.
...***...
siang hari saat mau pulang sekolah... ketua kelas mengatakan pada lily bahwa dia di panggil wali kelas.
"ada apa pak ? " tanya lily pada wali kelas nya.
"tidak lama lagi perpisahan.... tapi uang perpisahan kamu belum kamu bayar"
__ADS_1
lily kaget. "bukannya sudah di bayar ya pak? "
"iya.tapi di tarik kembali karena yang membayar bilang kamu berhutang padanya, tapi belum kamu bayar... jadi dia mengambilnya kembali. "
...***...
lily ingin menangis saja rasanya.... uang perpisahan belum di bayar... maka ijazah nya tidak akan bisa di ambil nanti.
seingatnya Hendra sudah membayar semua kebutuhan sekolah lily sampai lulus... tapi....
"hiks.... kenapa dia kejam sekali.... " gumam lily sambil menghapus air matanya.
lily bingung sekarang.... dia tadi bertanya pada wali kelas nya.... jika tidak ikut perpisahan apakah tidak bayar.... tapi ternyata tetap bayar.... jika tidak bayar... itu akan tidak adil bagi siswa yang lain.
baru sehari dia merasakan naik angkot.... sekarang sudah kembali jalan kaki lagi karena uang tabungannya di ambil ayahnya. berjalan sejauh 2 KM tidak terlalu melelahkan bagi lily.... sudah biasa seperti ini.
dari mobilnya Hendra memperhatikan lily.... dia sengaja mempersulit lily agar kembali padanya.... dan juga sebenarnya uang sekolah lily tidak di tarik....itu hanya sandiwara Hendra dan wali kelas lily saja... lagian mana mungkin bisa di tarik lagi.
hampir dua tahun tinggal bersama lily.. . hendra tidak pernah mencari tahu bagaimana kehidupan lily..
sebelumnya... yang dia tau hanya lily adalah korban broken home. dia tidak tau betapa sulitnya lily bertahan hidup dan bersekolah, Hendra tidak tau itu.... tapi dia menambah kesulitan lily....
Hendra bertekad... dia menghampiri lily dan berkata
"ayo pulang..... sampai kapan kau bertahan seperti ini"
lily menatap Hendra dengan tidak suka.
"kau sudah kembali ke orang tua kan... suru saja mereka membiayai mu. " keta Hendra berpura pura menjadi kejam sekarang.
"apa maksudmu? " lily berbicara dengan bibir bergetar karena hampir menangis.
"kau memang di sering mendapat kekerasan... tapi pasti orang tua mu yang membiayai sekolah mu kan... buktinya kau masih bersekolah sampai lulus SMP dan bisa masuk SMA."
"diam... kau tidak akan mengerti kehidupanku. " lily melanjutkan langkahnya. tapi Hendra berbicara lagi yang membuat lily semakin rendah.
"kenapa buru buru heh.... ingin mencari mangsa om om mu itu untuk biaya hidup... kau tidak perawan lagi...pasti dulu kerjaan mu jadi simpanan kan. " astaga.... dengan kejam nya Hendra mengatakan itu.
hati lily sangat sakit mendengarnya...
lily menangis pilu... " hiks... kenapa kau begitu kejam sekarang... hiks... kau tidak pernah jadi aku, jadi kau tidak tau kehidupanku!!....kau punya segalanya!!... kau tidak pernah kekurangan!!!... kau tidak pernah di pukuli orang tua mu!!!.... jadi jangan berkata tentang kehidupanku!!!.... seakan kau pernah mengalaminya!!!... kau tidak pernah bejalan 2 Kilometer setiap hari pagi dan sore!!!.... kau tidak pernah bekerja keras saat kau masih kecil!!!.... tidak pernah sama sekali... tapi dengan kejamnya kau bilang aku simpanan ha?!!.. sudah ku bilang kau tidak akan mengerti kehidupanku... jadi jangan ganggu aku lagi....dan satu lagi....lihat penampilan ku....lihat juga penampilanmu.....sangat jauh berbeda....apa kau pernah memakai sepatu yang rusak saat sekolah....apa kau pernah memakai tas seperti ini ke sekolah? (sambil memperlihatkan tas nya)" kata lily berapi api. hendra yang tidak tau cerita sebenarnya mengapa lily sekarang tidak per*wan, tidak Terima saat dia bilang lily seorang simpanan.
hendra kaget melihat lily yang begitu emosi..... masih dengan ekspresi terkejutnya... Hendra memperhatikan lily dari atas sampai bawah. apa lily tidak membawa peralatan sekolahnya? sampai memakai sepatu dan tas yang tidak layak di pakai. oh iya Hendra belum mengecek kamar lily. . barulah Hendra menyadari kesalahannya karena ucapannya..
"ly... ly... aa... aku...maa..maaf....aku tidak bermaksud"
...****************...
...****************...
"ra... ini apaan... kamu jangan main main ya.... buang itu... aku gak mau nandatangan" gerutu rega. dia sangat kesal dan marah pada Nara. dengan teganya Nara menyerahkan surat perceraian pada rega.
"aku gak main main... ini udah keputusan aku... " kata Nara sedikit mendesak.
__ADS_1
rega yang sedang pusing di ruang kerjanya karena ada masalah yang cukup besar di kantornya.... dia menghempaskan kertas itu dengan punggung tangannya.
Nara mengambil surat cerai itu lagi.... lalu meletakkannya di depan rega.
"aku mohon tanda tangan.... tolong hargai keputusan aku. "
rega menghentikan aktifitasnya... "hargai?.. hargai kamu bilang?.... kamu yang duluan gak menghargai perlakuan aku selama ini." kata rega dingin. "huff.... apa perlakuan aku selama ini kurang sama kamu... kamu mau apa? aku bakal turutin.... kamu mau aku manjaain kamu aku juga akan turutin.... kamu mau seluruh harta aku juga aku akan kasih.... ta.. tapi... jangan suruh aku tanda tangan itu.... aku... aku gak akan bisa... aku gak mau pisah dari kamu ra.... " nada bicaranya mulai melemah, sambil menggenggam tangan Nara . "aku.. aku gak bisa tanpa kamu.. aku kuat selama ini karena ada kamu... semua yang aku lakukan itu alasannya cuma satu... yaitu kamu... kamu ngerti gak sih.... aku cinta sama kamu....kamu juga cinta kan sama aku.... "
"aku gak cinta sama kamu. "
"gak... aku tau kamu pasti cinta sama aku kan... aku tau itu.... "
Nara melepaskan tangan rega. "aku benar benar gak cinta sama kamu. "
"gak.... aku tau kamu bohong.... tatap mata aku bilang kamu gak cinta sama aku.... "
Nara menarik nafas.... menatap rega dengan yakin.
"aku gak cinta sama kamu. puas? " lalu Nara melangkah.
"kasih aku waktu sebulan.... aku yakin kamu cinta sama aku... cuma kamu aja gak nyadar."
Nara menggeleng sambil membelakangi rega.
"huhhh... baiklah tiga minggu. "
menggeleng lagi....
"dua minggu? "
" satu minggu... "
"gak... itu terlalu singkat.... sepuluh hari oke? "
"baiklah.... "
rega tersenyum.... dia memeluk Nara dari belakang.... dia yakin dalam sepuluh hari bisa membuat Nara mencintainya...
"kamu tidur duluan ya... nanti aku nyusul... cup.. "
baru gini aja Nara udah deg degan....
"tenang Nara tenang. . .. jangan sampai dia tau kamu cinta sama dia... kamu udah banyak ngerepotin rega... ini jalan satu satu nya agar rega gak repot repot ngurusin kamu lagi. "
Nara mengangguk.... lalu berjalan ke kamar...
.
.
..."vote dong"...
__ADS_1