Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Belum menerima kepergian.


__ADS_3

...announcement!!!! 📯📯...


...Karena karya ini mengikuti event author"you are a writer season 5" jadi author berharap besar untuk kalian kasi vote, atau kasih hadiah. terutama like dan komen nya ya.... author memutuskan akan fokus ke TC & ALY....


.


.


.


rega merangkul pinggang Nara dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri nya memegang tas laptop, dan zuri di gendongannya. semua karyawan menunduk hormat dan menyapa Nara dan rega. belum lama ini rega memerintahkan asistennya untuk mengumumkan tentang pernikahannya. dan semua terkejut saat melihat istri CEO mereka yang begitu cantik dan imut, tapi dewasa, saat ini sedang depresi , karena banyak yang penasaran tentang pernikahan rega, makin banyak yang mencari informasi, dan bocor lah berita bahwa istri CEO mereka depresi. itu semakin terlihat saat rega membawa Nara ke kantornya.


Nara sedikit tidak nyaman dengan keramaian, jadi saat berjalan di lobby dia menyembunyikan wajahnya di lengan rega.


"hei... sayang... tenang... tidak papa " rega menenangkan Nara.

__ADS_1


Nara mencoba melihat sekitar nya, memperhatikan karyawan rega yang berlalu lalang di sekitarnya. mata nara membulat saat melihat ada karyawan wanita yang sedang hamil sedang berbincang dengan temannya yang lain , umurnya tidak jauh dari Nara. entah lah... saat ini yang di pikiran Nara, dia menganggap anak yang ada di kandungan wanita itu ada lah anaknya. Nara hanya berfikir wanita telah mengambil anaknya. yang mana membuat Nara berlari menuju wanita itu dan mendorongnya sambil berkata.


"kembalikan anakku! " keadaan itu jadi pusat perhatian. untungnya teman karyawan yang hamil itu memegangnya, jadi tidak jatuh, kalau jatuh tidak tau bagaimana nasib kandungannya.


wanita itu tidak berani melawan karena tau itu adalah istri bos nya, lagian dia tidak kenapa napa. Nara memandang wanita dengan wajah marah.


"berikan anakku... itu anakku.... berikan...!!! " Nara sambil menarik narik baju wanita itu, untungnya temannya memegang erat wanita hamil itu, mereka juga tidak mau memarahi Nara karena itu istri rega.


rega sigap menarik Nara dan memeluk nya agar tidak menyakiti wanita itu.


"ii... itu anak ku... dia mengambil anakku... kembali kan anakku. " Nara masih menangis menunjukkan wanita hamil di belakangnya itu, tapi masih menyembunyikan wajahnya di dada rega. rega memanggil sekretarisnya yang berada di sana untuk menggendong zuri yang tertidur. sigap sekretarisnya menggendong zuri, lalu rega menggendong Nara yang masih menangis.nara terus bergumam.


"hiks... kembalikan anakku.... itu anakku.. " gumam Nara sambil menangis.


gumaman itu sangat menyayat hati rega.... bibir nya bergetar menahan tangisan, bahkan matanya sudah basah. dia mencium kening Nara.

__ADS_1


ya.... rega juga tertekan karena Nara keguguran, rega yang sangat menantikan seorang anak, bahkan senangnya berkali kali lipat saat mengetahui anaknya kembar. rega menyalahkan diri nya sendiri, karena dulunya dia tidak percaya pada Nara, mengakibatkan anak kembarnya yang belum sempat melihat dunia sudah tidak ada lagi. bukan hanya hari ini rega melihat Nara menangisi anaknya yang telah tiada.... rega bahkan sering melihat Nara melamun di balkon kamar mereka sambil mengelus perutnya yang sudah rata.


rega merasakan sakit di dada nya kerap kali melihat pemandangannya itu. hatinya tersayat melihat Nara yang belum menerima kepergian anak mereka.


ada kala nya rega ingin membunuh dirinya sendiri saat melihat Nara yang merindukan anak nya. tapi rega tau, Nara masih membutuhkannya.


rega teringat dengan ibu dan Ranti yang sudah di kirim rega ke pulau terpencil untuk hukuman atas apa yang mereka lakukan. ingin sekali dia membunuh dia orang itu, tapi itu keluarga nya juga.


rega membaringkan Nara di sofa yang tidur di gendongan rega. mengecup kening Nara dalam dalam, lalu mengelus pipi Nara. rega berdiri mengambil alih zuri yang di gendong sekretaris nya.


"keluar lah.. " perintah rega.


rega menuju meja kerja nya lalu duduk di kursi kebesarannya, satu tangan nya menggendong zuri, satu tangannya lagi mengetik. zuri tidur sangat lelap dan umut membuat rega yang tadinya dalam mode sedih, jadi tersenyum lucu saat melihat wajah anaknya yang umut saat tidur, dia mencium zuri dengan gemas.


"eemmm.... anak papi.."

__ADS_1


...Vote,like,kasih hadiah, dan komen 😝.... 😘...


__ADS_2