
sampai di rumah mereka makan sebentar lalu berpamitan dengan melisa dan ranti. hanya author yang tau... saat mendengar rega dan nara akan pindah.... melisa dan ranti langsung kesal.... mereka jadi tidak bisa membuat nara menderita agar meninggalkan rega.... tapi terlihat... mereka seperti mempunyai rencana.
rega dan nara menaiki mobil langsung menuju apartemen.
"eh... apa semua bahan bahan makanan lengkap di sana? " tanya nara.
"iya... hampir saja lupa... kita ke supermarket dekat apartemen aja ya. " nara mengangguk.
mereka memasuki supermarket.... rega membawa troli sedangkan nara memilih milih bahan yang di butuhkan. karena asik memilih milih.... troli yang di pegang rega bertabrakan dengan pembeli lain.
"eh... maaf... " nara melihat orang tersebut...."ibu..? " nara sangat terkejut... apa lagi ibunya... nara hampir menangis melihat.
"sayang... apa ini ibu mertua? " tanya rega merangkul pinggang nara. nara jadi gelagapan.. dia mengangguk saja.
"bu... " nara ingin menyalim dahlia(ibu nara) ... dahlia menyambutnya... nara mencium punggung tangan dahlia.
"dia siapa? " tanya dahlia.
"bukan siapa siapa" kata nara cepat... bodohnya jawaban nara... jelas jelas tadi dia bilang iya saat rega bertanya itu ibu mertua
__ADS_1
"saya suaminya" tidak Terima di bilang bukan siapa siapa oleh nara. dahlia tampak terkejut... sedangkan nara tertunduk.
"benar kamu sudah menikah nara? " dahlia sedikit berteriak.... tampak kemarahan dan kekecewaan di wajahnya... terpaksa nara mengangguk....
dahlia menghela nafas" wajar kamu tidak memberitahu orang tuamu... karena orang tua mu juga tidak pernah menganggap mu. jadi pasti kamu juga tidak akan menganggap orang tua mu juga. " nara langsung melihat dahlia dan menggeleng dengan cepat... bibirnya sudah bergetar menahan tangis.
"bukan begitu bu... hanya ada sesuatu jadi tidak sempat memberitahu. bagaimana pun ayah sama ibu tetap orang yang paling nara sayangi. " nara menghampiri ibunya... ingin sekali memeluk wanita yang melahirkannya itu.... tapi dahlia menahan nara agar tidak memeluknya.
nara semakin merasa bersalah di buat... dahlia ingin marah pada nara.... tapi ini tidak sepenuhnya salah nara... salah dia juga tidak memperlakukan anaknya dengan baik.... jadi wajar nara pun tidak menganggapnya orang tua nya.
dahlia berlalu meninggalkan rega dan nara.... " bu... " nara memanggil dahlia tapi tidak di hiraukan.... melihat kepergian ibunya... nara langsung menangis... tidak peduli dimana dia sekarang... suaranya lumayan kuat... untungnya di lorong itu hanya mereka berdua... jadi tidak menjadi bahan perhatian.
"ini semua gara gara kamu" kata nara di sela tangis nya sambil memukul dada rega pelan. mendengarnya rega hanya diam menghela nafas. "ini semua gara gara kamu.... kamu maksa aku nikah cepat padahal orang tua ku belum tau... kamu lihat? ibu jadi makin benci sama aku" kembali menyalahkan rega... tapi walaupun marah tidak melepaskan pelukan rega. masih menangis di dada rega.
wajah rega tidak terlihat bersalah sama sekali... karena yang di katakan ibu nya nara, rega membenarkannya.... kenapa kita harus menganggap orang yang tidak menganggap kita.
itu yang di pikirkan rega... karena sejak awal tau perlakuan orang tua nara pada wanita yang sekarang menjadi istrinya itu rega semakin tidak suka nara mempunyai hubungan dengan kedua orang itu.... makanya dia berusaha tidak mempertemukan nara dengan orang tua nya... tapi tidak terelakkan lagi... sudah bertemu ibunya nara.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
maaf kalo gak seruðŸ˜... jangan lupa like dong😌ðŸ˜