
"putri!!... bunda pulang.. " lily memasuki rumahnya. memanggil anaknya sudah berusia tiga tahun. tidak ada yang berubah dari kehidupannya. masih hidup susah.
"nda!!!... " teriakan dari jauh.
lily tersenyum melihat anak nya berlari ke arahnya.
hup
mereka saling berpelukan.
"lagi main ya.. "
putri mengangguk.
"liat bunda bawa apa.. "
"makan pake nanas agi nda? "
"iya... putri gak papa kan? "
putri cemberut. "mau ayam nda.. " rengeknya.
"hem... katanya putri mau ayam tepung kayak punya Bimo waktu itu kan? "
"iya nda... mau.. "
"bunda masih nabung... jadi makan pakai nanas dulu ya... trus kita ke kota beli ayam nya... katanya putri mau makan di sana kan. "
"iya deh... gak papa nda. "
"pinter anak bunda.. cup." putri membalas ciuman di pipi bunda nya, mereka tertawa memasuki rumah.
...****...
"nak... ambil kan minyak di samping lemari! "
putri menurut... hari belum terlalu gelap... masih bisa melihat tanpa lampu petromax nya.
"abis nda!! " teriak putri, karena merasa minyaknya ringan.
"mana... bawa sini dulu. "
putri memberikan pada bundanya.
"masih ada sikit lagi kok... cukup seminggu ini.. "
"lapar nda... "
"oh iya... ayo kita makan... bunda udah potong nanas nya.. "
"sama putri yang paling besar ya.. biar cepat besar... "
"iya... putri mau cepat besyal... biar sekolah. "
lily menepuk nepuk kepala putri pelan.
beberapa hari ini mereka makan pakai nasi dan nanas saja.... karena putri ingin makan KFC katanya. jadi harus irit. anggap aja lah makan acar pake nasi.
...*****...
"ayo cepat tidur.... bunda mau kerja cepat... biar dapat banyak. " kata lily setelah menggelar tikar.
"putri ikut ya nda... "
__ADS_1
"jangan ya... di sana bau sama kotor... nanti putri sakit. "
"iya deh... mau peluk nda. "
"sini... peluk bunda.... cup... princess bunda bobok ya. "
lily masih bergelut dengan kerjaan mulung nya di Tempat Pembuangan sampah Akhir. alasan tidak mencari pekerjaan lain, karena tidak ingin meninggalkan putri... jika mencari kerja di tempat orang, dia tidak bebas pulang... dia takut meninggalkan putri terlalu lama sendiri.
...****...
"nak bangun.... kita makan ayam hari ini... cepat... nanti ketinggalan bus. "
"ha... ayam nda? "
"iya cepat mandi... numpang tempat Bimo aja ... biar cepat... "
"oke nda... " putri berlari ke rumah tetangganya. dia bisa mandiri meminta izin tanpa takut dan segan. tidak terlalu bergantung pada bundanya.
...****...
putri memandangi gedung gedung tinggi di atasnya... benar benar takjub melihat keadaan kota... mereka sudah sampai di kota.
memakai pakaian terbaik mereka.
"jangan jauh dari bunda ya... nanti kamu ilang. "
"hahah... iya nda... "
"liat... udah keliatan itu.. "
"ayaaam!!!... " teriak putri menarik tangan bunda nya sambil berlari. lily tertawa saat putri mengatakan ayam.
"cepat nda... putri mau ayam."
"iya iya.. gak akan habis itu nak... hehe"
...****...
"silahkan menunggu kak. "
tidak lama pesanannya datang.
"berapa kak? "
"tiga puluh ribu.. "
lily memberikan uang sepuluh ribuan tiga lembar. lalu menemui putri yang menunggu di meja mereka.
"ayamnya datang... "
putri bertepuk tangan sangking senangnya.
meletakkan nampan di kursi, karena putri di sampai jika di meja.
"makan yang banyak ya.... awas panas. "
"emm... enak nda... mau? "
lily menggeleng.
"makan aja.. bunda kenyang. "
"eh eh... kami pe*a*ur itu ya... udah punya anak sekarang.... pasti gak punya bapak ya... iya lah... pasti kamu gak tau bapaknya siapa sangking banyaknya. "
lily melihat. mencoba mengingat siapa wanita paruh baya ini. ternyata ibunya Hendra. ya ampun... cobaan apa ini... lily mencoba mengabaikan...
__ADS_1
sampai mendengar suara yang di kenalnya.
"ma... mama ngapain sih... loh.. lily.. hay. " Hendra kaget melihat lily mencoba santai.
lily melihat lelaki di depannya seperti tidak merasa bersalah sama sekali.
"liat hen... sekarang udah punya anak setelah kamu tinggal.... memang lacur banget kan. "
"ma... apaan sih.. "
"alah... memang benar kok... ayo... jangan lama lama di sini... sakit mata mama liat nya. "
"mama duluan aja. " lusi pergi.
Hendra duduk di hadapan lily... tapi lily tidak menoleh sama sekali.
"li... ma-maafin mama ku ya. "
diam.
"li.... "
spontan melihat Hendra. "iya gak papa." tersenyum paksa.
"li... maaf.. "
"aku bilang kan gak papa" lily kesal.
"bukan tentang mama... tapi aku... maaf gak nepatin janji. "
"janji apa.. " lily pura pura lupa. dia harus tegar.
"tiga tahun yang lalu. "
"hem... walaupun aku gak ingat... tapi oke lah... aku maafin.. " katanya santai.
"em... anak siapa li. "
"nda... minum.. " suara putri.
"ini sayang... udah siap makannya.? "
putri menggeleng. "belum nda... besyar ayam nya. "
"anak siapa li. " tanya hendra lagi.
"ini?... ooh... waktu kecil nemu di depan pintu... jadi saya rawat. "
"ooh... kamu gak makan... "
"gak... " jawab nya cepat. "udah nak? " tanya nya pada putri.
"nda cerewet ih.... putri masi makan. "
huuff... sangking ingin cepat cepat pergi dari hadapan Hendra, lily sampai membuat putri kesal.
"maafin bunda ya. "
"Hai putri ya namanya? " Hendra basa basi.
"iya om... " jawabnya dengan bijak. "nda... siap"
"udah... ayo cuci tangan di sana. " pergi meninggalkan hendra tanpa menoleh.
"li... " kalimatnya tidak terucapkan, lily sudah keluar. mencoba mengejar.... tapi melihat lily sambil menggendong putri menaiki bus. menatap kepergian lily dan anaknya. melihat lily dan putri..... hendra merasa kehidupan mereka sepertinya tidak baik. membuat dadanya sesak seketika
__ADS_1
cepat ya ketemu nya?... iya lah.. biar cepat tamat... trus lanjut cerita rega dan zuri deh 😍