
beberapa mobil memasuki gerbang, para bodyguard berbaris rapih di sepanjang gerbang menuju pintu rumah bak istana itu.
***
lelaki itu duduk dengan wajah masam bercampur kesal berhadapan dengan orang tuanya itu.
"apa yang mama papa lakukan sampai membuat istri dan anakku pergi? " katanya dengan nada dingin.
kedua orang tua itu menunduk, mereka tau mereka salah, dan gegabah.
"tapi hen, kamu jangan marahi orang tua kamu dong, kamu kan bisa nyari dia dalam hitungan jam juga pasti dapet. "
ibunya masih membenarkan dirinya.
"tanpa mama bilang juga hen tau, tapi.... ah sudahlah, mending hen cari anak istri hen, jangan harap hen ke sini lagi. "
"tapi hen,mama mau ketemu cucu mama"
"iya papa juga"
"selama kalian belum menyesali kesalahan kalian, jangan harap itu terjadi"
hendra langsung pergi, ini sudah mau malam, hampir dua hari lily dan putri di luar sana, hendra sangat khawatir.
apakah mereka punya tempat berteduh?
hendra tau lily itu sangat bodoh, dia pasti akan tidur di jalanan.
...******...
"bunda, putri lapar" dari tadi siang sampai sekarang sudah jam delapa ini dia belum makan.
"sabar nak, bunda mau jual ini dulu" katanya menunduk dua karung berisi penuh hasil mulung nya hari ini.
dia tetap lily yang dulu, hanya memulung yang hanya bisa di kerjakannya, juga tak mau meninggalkan putrinya dalam waktu lama.
"masuk ke rumah ya, bunda kunci dari luar, bunda cuma sebentar, nanti datang udah bawa makanan oke? "
"oke bunda. yang enak ya. "
dia hanya tersenyum lalu pergi.
...****...
"semuanya tiga puluh ribu ya"
"iya bu, makasih"
lily tersenyum bahagia,
"lumayan juga, bisa beli nasi lauknya ayam, putri pasti bosan makan telur mulu"
...******...
lily memasuki rumah kontrakan nya, rumah itu bahkan belum dia bayar.masuk lalu mengunci pintu dari dalam
dia melihat putri tertidur di lantai.
"nak bangun, ayo makan"
putri tidak sulit di bangunkan
__ADS_1
"bunda? "
"iya.ayo bangun, bunda bawa makan enak"
dengan semangat putri mencuci tangannya lebih dulu, dengan semangat membuka bungkus nasi, lalu makan dengan lahap.
lily berfikir tadi akan membeli dua bungkus, tapi mengurungkan niatnya, memikirkan yang akan mereka makan besok, jadilah satu bungkus di makan berdua.
saat sedang menikmati makan, ada yang mengetuk pintu, tidak seperti biasanya, pikir lily.
tanpa berfikir panjang, dia membuka pintu, masih dengan mengunyah makanannya, dan tangannya bekas nasi.
ntah berasa mimpi atau apa, saat melihat orang yang di hadapan nya sekarang.
dia mematung, terdiam beberapa saat,
orang itu maju perlahan, lalu memeluknya dengan erat.
"maaf sayang"
sudah tau lah siapa orang itu, dia adalah hendra, dia memejamkan matanya, memeluk penuh kerinduan pada wanita di dekapannya ini, hanya kata maaf yang pertama kali di ucapkan.
"ayah? "
lily yang mematung langsung tersadar,hendra juga melepaskan pelukannya saat putri menariknya ke dalam.
"ayah ayo masuk, duduk sini" menuntun hen duduk di lantai semen itu.
"bunda ayo sini lanjut makan"
lily tidak ambil pusing, dia dudu melanjutkan makannya hanya suara putri yang terdengar sedari tadi.
hendra agak gelagapan, lalu melihat ke arah lily yang fokus makan tanpa mempedulikannya.
melihat tatapan penuh harap pada putrinya itu dia pun memakan ayam yang di sodorkan padanya.
"enak kan? " kata putri.
"iya enak" kata hendra sambil mengusap rambut anaknya.
"ayah mau lagi? "
hen menggeleng "ayah sudah makan, habiskan ya, biar cepat besar"
"bun, kenyang" kata putri.
"kenapa? lanjut makan aja nak" kata hen.
"putri benar benar kenyang ayah, bunda habiskan ya. "
"hem, iya, cuci tangan yang bersih langsung tidur"
lily melanjutkan makannya sampai tandas bersih tak tersisa, dia tidak malu sedikitpun pada lelaki di dekatnya yang sedari tadi menatapnya.
melihat cara makan lily yang tidak ada keanggunan sama sekali, lelaki lain mungkin akan ilfil pada nya, tapi tidak dengan hendra.
wajah dan tubuh lily memang tidak sebagus dulu saat mereka masih tinggal bersama.
wajah yang tidak pernah di rawat, sudah kusam, berminyak, rambut pun asal menggulung saja, dia juga sudah punya lemak perut karena mengandung putri, hanya wanita beruntung yang bisa memiliki body yang bagus walaupun sudah melahirkan.
tapi hendra tidak memandang itu semua, baginya lily tetap paling cantik.
__ADS_1
pandangan hen teralihkan saat putri menggelar tikar lalu tidur di atasnya tanpa selimut. putri bisa langsung tidur nyenyak.
"kamu bisa tidur kalau sudah mengantuk" kata hen.
"kamu.... "
"aku akan jaga kalian"
lily hanya diam, lalu berbaring di samping anaknya.
pintu di ketuk, lily dan hen menoleh.
"aku aja" kata hen..
ternyata orang suruhan nya membawa selimut atas perintahnya lima menit yang lalu.
hen menutup pintu lalu menyelimuti kedua wanita kesayangannya itu.
"i love you my Princess" hen mencium kepala putri.
"i love you sayang" juga mencium kening lily.
lily spontan menoleh, karena belum tidur.
hen hanya tersenyum"tidur sayang" mengusap rambut lily.
sebenarnya lily masih merasa ini mimpi, dia juga tidak berharap hendra kembali lagi, walaupun kembali, tida juga tidak ingin bersama lelaki itu lagi, dia ingin hidup tenang bersama anaknya walaupun dalam keadaan sangat kekurangan.
...ππππ...
saat bangun, berulang kali lily menutup lalu membuka matanya, tidak hanya itu, dia juga mencubit tangannya.
"astaga sakitnya"
mendengar itu hendra langsung terbangun
"kenapa? apa yang sakit"
ternyata bukan mimpi, batinnya, hendra benar benar nyata di hadapannya.
"kenapa sayang , apa yang sakit? "
"eh... e enggak ada kok"
"huf... aku pikir kenapa"
lily bangun lalu merapikan selimut putrinya, masih hening, sampai hen membuka pembicaraan.
lily masih menyibukkan diri
"Li... ayo kembali"
πππππ πππ
setelah sekian lama, aku kembali hahaha, sudah setahu dari dari 2021 sampai 2022 alias tiga bulanπ author baru upππ€ͺsemoga blm di hapus dari favorit ya.
klw di tanya kapan up lagi, ya belum tau yaπ€ͺπ
...harus baca...
author ada sesuatu yg penting nihπ... tanggal 1 februari lanjutan cerita rega dan zuri anak angkatnya sudah up ya, jangan lupa baca like komen dan follow π
__ADS_1