Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
kembali


__ADS_3

Nara menonton TV di ruang kerja rega....dengan rega yang rebahan di paha nara....rega terus melihat nara.... saat ada iklan ice cream nara terlihat menelan ludah nya... rega tersenyum.. dia menunggu Nara yang meminta sendiri padanya.... beberapa menit menunggu... entah kenapa iklan ice cream itu terus yang tayang membuat Nara tidak tahan.. tapi bagaiman menyampaikannya pada rega.


rega memiringkan tubuhnya sehingga wajahnya tepat di perut nara.... dia mendusel dusel perut nara. selagi menunggu nara mengatakan permintaannya rega berkata....


"ra... kapan kamu mau ngomong lagi... " kata rega membenamkan wajahnya di perut nara.


nara diam.


"ra.... walaupun kamu ada di sini.... tapi jiwa kamu pergi entah kemana.... bilang kamu mau apa... akan aku turuti... asalkan kamu mau ngomong lagi.... ra... aku kesepian kalo kamu kayak gini.... kalo aku capek suatu hari nanti, aku gak mungkin ninggalin kamu kayak gini...aku cinta sama kamu....aku gak mau jauh dari kamu.....makanya aku berusaha gak capek biar aku gak ninggalin kamu.....ra....kamu ngerti kan...." curhat rega.


nara tersentak dengan kalimat rega.... nara tau rega sudah sangat sangat sabar selama ini....rega lelah tapi berusaha tidak lelah karena sangat mencintainya.


rega jengah menunggu... dia juga tidak tega melihat Nara yang begitu ingin ice cream.


rega duduk .... lalu berkata....


"ingin ice cream? "


dengan cepat Nara mengangguk


eh..


"sa... sayang... kamu beraksi? " Nara bingung... itu refleks. "astagah!! aku senang sekali.... cup cup cup" sambil mencium wajah Nara. senyum rega tampak cerah sekarang.


"aku hanya mengangguk... kenapa dia sesenang ini? "


"aku belikan dulu ya.... di depan perusahaan ada cafe menjual ice cream. " hendak berdiri, Nara menahan tangan rega.


"ingin ikut? " Nara mengangguk. "baiklah ayo baby.. " mencium pelipis Nara. membuat Nara malu. zuri yang tidur di titipkan pada sekretaris nya.


mereka akan menyebrang jalan...


"sayang.... kamu duduk di sini aja ya... aku aja yang beli"

__ADS_1


rega mendudukkan Nara di kursi besi yang ada di pinggir bahu jalan.


rega menyebrang jalan.....ada pesan masuk di HP nya ... karena mobil tidak terlalu ramai.... dia melihat pesan itu.


nara sedikit takut melihat rega yang menyebrang sambil main HP.... dan ketakutannya terjadi... ada mobil dari jauh yang seperti menargetkan rega.


Nara menarik nafas....


"re.. rega!... awas!. "


rega berhenti lalu melihat ke belakang... di pikirnya dia salah dengar. lagi lagi...


"rega!... awas! "


bruk!!


semua terlambat... rega terlempar beberapa meter... pemilik mobil sempat berhenti... lalu pergi... Nara memperhatikan mobil itu... seperti kenal.


"tolong!... " asisten rega yang sudah bersiap dengan mobilnya... di bantu karyawan lain memasukkan rega ke dalam mobil di ikuti Nara yang memangku kepala rega yang mengeluarkan darah.


di dalam mobil rega sedikit sadar... dia melihat Nara terisak menangis, rega tersenyum kecil.


"sa... sayang.. uhukk! " Nara menurunkan pandangannya lalu mengangguk.


"aa.... aku senang sekali... " tangan rega berusaha meraih wajah Nara... Nara yang duluan menggapai tangan rega mendekatkan ke pipi nya. rega tersenyum lemah mengelus pipi Nara.


"a.. aku sangat senang.... " rega memang sangat sangat bahagia saat Nara sudah mengeluarkan suaranya... artinya Nara sudah sembuh dari belenggu itu.


"terjaga.... jangan tutup mata ya.. " perintah Nara. rega mengangguk.


"hei... jangan tutup mata.. " seru Nara saat rega akan memejamkan matanya. rega kembali membuka matanya.


sampai di rumah sakit...rega langsung di tangani oleh dokter.

__ADS_1


saat dokter memberitahukan keadaan ans Nara lega... dia pikir sampai separah yang dia bayangkan.... ternyata yang parah bukan karena di tabrak... tapi memang kondisi rega yang sedang lemah.


"cedera di kepala nya tidak parah...juga ada goresan di sikut dan lengan atas sebelah kanan." kata dokter.


"tapi saya lihat dia seperti parah dok. "


"yang parah bukan karena kecelakaannya... tapi memang kondisi pasien yang kurang fit dan kelelahan... di dukung karena tertabrak.... jadi tampak seperti parah... " jelas dokter. Nara mengangguk.


Nara masuk ke ruang rawat rega bersamaan dengan suster yang keluar, mereka saling bertukar senyum. kepala rega di perban, punggung tangan di infus.... luka di siku dan lengan tas tidak kelihatan karena tertutupi baju khusus pasien dengan lengan panjang. wajah ans pucat, terlihat dari bibir nya.


Nara mendekatkan wajahnya ke wajah rega... bibirnya menuju bibir pucat rega, berharap bibir pucat itu merah kembali setelah di cium.


cup


bibir saling bersentuhan... tiba tiba tangan rega menahan kepalanya, merasakan lidah rega mejilati bibir Nara.... rasanya menjadi asing membuat Nara tidak tahan, dia tidak sengaja mencengkram lengan atas rega yang terluka


"aarrggghh.! "


Nara mengusap cepat bibirnya yang basah dengan lengan baju.


setelah sakitnya hilang... rega mengalihkan pandangannya pada Nara yang melihat ke arah lain.


"ra... "


Nara menoleh..


"ra... "


diam.


"ra... ngomong dong


...udah ahk vote dong🤣...

__ADS_1


__ADS_2