Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Bab. 67


__ADS_3

"ra.... nanti kalo kamu bangun trus gak ngomong juga... aku bakal buang kamu... "


(author.:maksud rega setelah bangun ya πŸ˜…πŸ˜…)


......................


......................


"dokter yang terlibat juga sudah kami selidiki tuan" kata andi.


"lalu?.. "


"dia mengatakan dia terpaksa... di ancam oleh pelayan di rumah ini.... pelayan itu juga suruhan nyonya besar. "


"baik.kau urus saja. beri hukuman yang setimpal, aku sudah malas mengurusi hal seperti ini... lebih baik aku mengurus istriku. "


"baik tuan. "


mereka berbincang - bincang tentang perusahaan...


"ada masalah lain tuan. " andi sedikit ragu mengatakan.


"apa.."


"sudah banyak yang tau tentang pernikahan yang tidak pernah di publis tuan.... lebih parahnya....seperti ada seseorang yang mengorek informasi tentang hubungan tuan dan nyonya... mereka juga tau 'keadaan' nyonya yang sekarang,dan..... " andi masih ragu ragu melanjutkan kalimatnya.


"dan apa.... kenapa ragu ragu... katakan saja. " rega tidak sabaran.


"dan... sebagian investor ingin mencabut saham nya... karena , katanya mereka tidak mau bekerja sama dengan pimpinan perusahaan yang.. maaf, istrinya 'gila'... ". andi menunduk.


rega mengenal nafas...


prankkk!!!!!!


rega dan andi terkejut.


#sebelumnya.


nara bangun dari tidurnya... tidak mendapati rega di sana.... tiba tiba nafasnya memburu... dia duduk seperti orang ketakutan.... pandangannya mencari sosok rega di dalam kamar.... dia semakin panik... ketakutan besar di rasakannya. turun dari tempat tidur tanpa alas kaki... berjalan sambil menggigit kuku nya ketakutan, dengan nafas memburu seakan sesak nafas, mencari rega di setiap sudut kamar.


"aaaaaa!!!!!... prank... " nara berteriak ketakutan sampai menyenggol guci sampai pecah. dia masih berjalan berkeliling kamar sampai kaki nya memijak pecahan guci, sakit pun tidak rasakannya... rasa ketakutan lebih besar.


prank....


lagi lagi nara memecahkan guci .... sangking takutnya dia bersembunyi di samping tempat tidur duduk di lantai menekuk kakinya, menyembunyikan wajahnya sambil menangis.


...----------------...


rega mendengar suara sesuatu yang pecah itu dari kamar nya... dia langsung berlari menuju kamarnya. membuka pintu dengan keras.

__ADS_1


hiks.... hiks.... hiks...


rega mendengar suara nangis, dia yakin itu nara.... di lihatnya keadaan kamar yang kacau... pecahan guci di mana mana.


berjalan ke tempat tidur... dia melihat nara yang duduk di sana. berjongkok di depan nara. menyentuh tangannya. nara tersentak takut.


"sayang... ini aku.. " baru lah nara berani melihat setelah tau itu suara rega. terlihatnya wajah menyedihkan dan pandangannya masih kosong. rega memeluk nara dengan lembut untuk menenangkan nara.


"tenang ya.... jangan takut... aku di sini.. ".rega menenangkan. nara masih tidak mau bicara.


rega mengangkat nara untuk berbaring lagi.


" kenapa hem.. " nara masih tidak mau bicara. pangannya kosong ke atas. melihat telapak kaki nara yang berdarah... rega membersihkannya sendiri.. dia yakin nara akan takut melihat orang asing. untungnya tidak dalam lukanya


rega menghela nafas. " baiklah... tunggu di sini... aku mau mandi s


dulu.. "


rega ingin bangun tapi nara memegang erat ujung lengan baju rega.


"eh... lepas... aku mau mandi dulu.. " tapi nara diam tidak melepaskan tangannya.


"baiklah...apa kau ingin mandi bersama ku. " rega menggoda nara. percuma. nara tidak menanggapi.


akhirnya mereka mandi bersama di dalam bath tub... bermandi bisa tanpa sehelai benang pun. saling berhadapan berpelukan karena nara tidak mau lepas dari rega. dia takut rega pergi dan dia akan sendiri lagi di dunia ini.


rega senang... dia berlama lama berendam... menikmati pelukan mereka.... tapi yang sialnya.... itu loh... yang di bawah gak bisa di kondisikan. rega sedang menahan hasrat saat ini. tidak mungkin kan dia bercinta dengan nara, dengan keadaan nara sekarang. jadi karena tidak bisa menahannya lagi, rega menyalurkan hasrat nya dengan mengecupi bahu, leher dan dada nara. membuat banyak tanda di sana, menghisap dengan kuat kulit nara. tapi mengingat kaki nara yang masih sakit... tidak berendam terlalu lama. dia menghentikan aktivitas nya, mereka berbilas bersama di bawah shower. setelah itu rega juga memakaikan pakaian nya , lalu pakaian nara.


.


.


.


.


...****************...


...****************...


#dua minggu kemudian.


"nyonya... anda sangat kuat bukan.... dulu juga anda sering di perlakukan seperti itu kan.... harusnya nyonya sudah kebal.... hahah.. " dokter psikologi berusaha menghibur nara..


"iya.. nyonya.... nada punya suami sangat baik... anda tidak sendiri... " kata dokter psikologi yang satunya.


tapi nara tidak bereaksi sedikit pun.


brakkk!!!!!

__ADS_1


rega memukul meja karena emosi....


"kalian sudah ku bayar mahal mahal untuk menyembuhkannya!!!!!... kenapa selama seminggu tidak ada perubahan ha!!!!!.... pergi kalian!!!!!... " amarah rega.


bahkan semakin menjauh. sambung rega dalam hatinya.


sudah seminggu ini nara sudah tidak terlalu lengket dengan rega seperti di awal. tapi lebih penurut. nara bisa mandi sendiri, makan sendiri, tidak perlu di suap rega lagi.sudah seperti orang normal....hanya bicara saja yang belum di lakukan nya. padahal rega sangat menikmati momen itu, apalagi saat nara ikut ke kantor rega... dan rega yang sedang mengerjakan pekerjaannya dengan nara yang duduk di pangkuannya saling berhadapan. rega sangat suka itu... itu membuatnya semangat di antara masalah masalah yang di jelaskan andi waktu itu.


tapi rega tau... tidak mungkin selamanya nara seperti ini.. jadinya dia mengutus dokter psikologi untuk menangani nara.


dokter sampai ketakutan karena rega marah sangat menyeramkan.


karena teriakan rega, nara pergi masuk ke kamar mereka lalu masuk ke dalam selimut.


"kami ada beberapa proses penyembuhan untuk masalah seperti ini. "


"terserah kalian.... asalkan dia sembuh. "


rega pergi ke kamar menyusul nara.... di lihatnya nara sudah tidur dengan wajah polos nya, tertidur sangat pulas. rega tersenyum. ikut berbaring di samping nara, memeluknya dengan senyum merekah... mengantarkannya ke alam mimpi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. udah ahk. πŸ˜‚πŸ˜‚



biar gak lupa sama muka merekaπŸ˜€πŸ˜€


__ADS_1


☺☺😘😘😘


VOTE... HAHAHAAHAH


__ADS_2