
sampai rega sembuh pun Nara masih tidak mau berbicara....hanya mengangguk, menggeleng yang tersenyum saja.... entah apa sebabnya.
tapi rega sangat senang dengan perkembangan itu.... hal tidak di sangka telah rega lakukan..... walaupun Nara sudah seperti sebelum nya tapi masih belum mau mengeluarkan suaranya..... rega berusaha keras agar terus memanjakan Nara dan bergantung dengannya. sampai sampai dia memberhentikan pelayanan di dalam rumah nya.... hanya memberhentikan bukan di pecat.
rega ingin dia sendiri yang akan mengurus rumah yang besar itu, memasak... memandikan zuri dan Nara.... rega ingin setiap sudut rumah ini ada campur tangannya.... agar Nara tidak punya alasan berpisah dengannya. tapi yang rega tidak tau... mungkin saja dia salah bertindak.... bisa saja tindakan nya itu semakin membuat Nara ingin berpisah dengannya.
rega bangun setiap jam empat pagi.... mulai membersihkan bagian rumah yang sering di jangkau sampai jam enam pagi... kalau semua pasti tidak sempat.... lalu memasak sampai jam tujuh lewat.
Nara turun dari kamar ya... melihat rega yang membelakangi sedang masak. rega menyadari ada seseorang.
"eh... sayang sudah bangun..... " menghampiri Nara lalu mencium kening dan pipi Nara sekilas . lalu kembali memasak.
setelah semua matang... rega menyajikan semua di meja makan.
rega mencuci wajan yang kotor.... Nara menghampiri rega... mengintrupsikan agar dia saja yang mencuci.
rega mencuci tangannya...mendorong bahu Nara... "gak perlu.... biar suami kamu yang baik hati dan tampan ini yang melakukan semuanya... kamu pasti sangat beruntung kan? " katanya mulai narsis sambil mendudukkan Nara di meja makan.
setelah mencuci piring... rega duduk di meja makan.... dia juga lapar.
"sudah gosong gigi? " tanya rega. Nara mengangguk.
"ha?.... kenapa gak bilang...." rega kesal
Nara hendak mengambilkan nasi rega...
" eh eh... ngapain... kamu duduk aja." Nara mengerutkan dahinya. saat rega menyendokkan nasi ke piring nya... lalu memasukkan lauk kesukaan nya.
semua jadi terbalik semenjak rega sehat beberapa hari lalu.... Nara menjadi istri yang tidak berguna.
...***...
pagi pagi sekali Nara terbangun.... dia lihatnya jam masih jam setengah empat... rega tidak ada di sampingnya... hanya ada zuri.
dia ingin ke dapur mengambil air dingin..... saat menuju dapur dia mendengar suara dengungan.... sepertinya suara mesin penyedot debu.
Nara mencari sumber suara.... ternyata di ruang tamu... betapa terkejutnya melihat rega sedang membersihkan sofa ruang tamu. astaga.... Nara menutup mulutnya dengan tangan.
__ADS_1
selama menikah dengan rega.... Nara bahkan tidak pernah menyentuh itu. dia tidak ingin menganggu rega.
Nara memasuki dapur... saat membuka kulkas.... dia melihat banyak nota nota tertempel di pintu kulkas. Nara membacanya.
dadanya sesak... ternyata itu adalah daftar pekerjaan rega setiap hari... beserta waktu mulai dan selesai nya.
Nara mencoba mengabaikan... dia menuju kamar.... di lihatnya ruang kerja rega terbuka.
Nara masuk.... memandangi keseluruhan ruangan itu.... melihat selimut di sofa.... lalu menyusuri meja kerja rega.... melihat nota nota di meja kerja rega yang sama seperti di pintu kulkas tadi.... dikiranya daftar pekerjaan juga.... ternyata itu adalah kalimat penyemangat rega. isinya.....
"meskipun lelah... jalani saja.... demi istrimu rega"
. rega menulis itu untuk dirinya sendiri.
ada lagi....
"semangat rega..... demi istrimu.... jangan sampai membuatnya kelelahan.... jika dia lelah dia pasti meninggalkanmu. "
lalu....
raya rata semua adalah kata kata penyemangat tapi mengandung kesedihan.
kalimat selanjutnya berbeda.... kali ini benar benar seperti catatan curahan hati rega.. yang membuta Nara ingin menangis.
" huh... hari ini benar benar lelah.... bangun lebih awal tapi tetap saja selalu telat mengurus istrimu....seperti lelaki tidak berguna yang tidak bisa memanjakan istrinya.... kau memang benar benar suami tidak berguna rega.... bagaimana jika dia meninggalkan mu.... kau pasti akan gila kan.... ayolah.... buat istrimu bergantung padamu.... jangan biarkan dia mengurus rumah.... bahkan jangan biarkan dia mengurus dirinya sendiri... kau harus memanjakan istrimu kan.... jadi mulai besok bangun lah lebih cepat. "
Nara heran.... kenapa rega membuat catatan catatan seperti ini.... biasanya wanita yang mau membuat seperti ini.... tapi apakah rega se 'kesepian' itu sampai mencurahkan isi hatinya pada kertas kertas ini?.... dan kalimat 'suami tidak berguna' itu lah yang membuat Nara heran....tidak berguna di mananya... bukan kah sebaliknya?.... Nara lah yang tidak berguna di sini. jika terus seperti ini.... kesehatan rega bisa semakin buruk.
dan... kurang cepat apa lagi dia bangun jam setengah empat..... bahkan semua orang masih tidur.... tapi dia sudah membersihkan rumah.
lamunan Nara buyar saat rega memeluknya dari belakang.
"kenapa bangun hem... " Nara menggeleng.
"huh.... ayo tidur.... pekerjaan ku belum selesai.... nanti aku akan memandikan mu dan zuri.... lain kali aku bangun lebih cepat agar selesai sebelum kau bangun" sambil mendorong Nara pelan menuju kamar.
rega membaringkan Nara di kasur....
__ADS_1
"tidur ya... " cup... mengecup kening Nara lalu hendak pergi.
"kenapa" saat nara menahan tangan rega. Nara semakin memegang erat tangan rega sebagai jawaban.
rega tersenyum. "ingin di temani suami mu ini hem? " Nara mengangguk.
"bentar bentar.... aku pake parfum dulu.... bau keringat kayak nya. " tapi Nara tetap manahan tangan rega.
"bentar ra.... aku bau... nanti kamu gak suka gimana... " sangking takutnya di tinggalkan Nara... rega bahkan ingin selalu wangi dan tampan jika di samping Nara.... dia tidak ingin Nara merasa dirinya bau.... dan bisa bisa menjari lelaki yang lebih wangi gimana.... gak gak... itu gak boleh terjadi.
"ra... lepas tangan kamu... akh mau pake parfum dulu... bau loh... "
Nara menggeleng.
"huh.... gapapa aku bau? " Nara mengangguk.
"huh....yaudah.... " rega duduk di tengah ranjang. "sini.... kepala nya di sini ya... biar aku bobo in kamu kayak zuri... " rega menepuk pahanya
tapi Nara malah menaruh kepalanya di bantal... lalu merentangkan tangannya.
"mau di peluk hem...? " Nara mengangguk.
rega pun ikut berbaring sambil memeluk Nara.
cup. " bobo ya... "
cup..... Nara gantian mengecup kening rega... lalu kembali tidur.
"sweet banget sih sayang.... " cup. rega sangat senang.... sepertinya Nara semakin mencintainya.... membuat rega lebih semangat dan harus bekerja lebih keras lagi menyenangkan Nara. di benak rega semua berjalan sesuai keinginannya.... tapi siapa yang tau kedepannya.
lama lama.... rega yang tertidur duluan sangking lelahnya.
sampai ngorok pulak.... Nara jadi kaget.... seingatnya rega tidak pernah ngorok...
apakah rega tidur senyenyak itu sampai tidur saja ngorok.
..."vote dong" 🤣...
__ADS_1