
"gimana keluarga lo hen" tanah rian.
"Gak usah urusin keluarga gue bang, pikirin aja istri lo, kapan mau kenalin ke mama papa" Kata hen lalu meminum wine nya.
Rian hanya terkekeh. "Ntar deh kalau waktunya udah tepat gue kasi tau" Rian sambil menyesap rokoknya.
"Lo gak mikirin perasaannya gimana bang? "
"Maksud lo? Nikah sama gue aja udah keberuntungan dia" Kata rian dengan datar. Tapi sedetik kemudian dia menyesal mengatakan itu, akibat masih ada rasa kesal di hatinya.
"Anj*ng lo bang"
Mereka diam sejenak.
"Lo tau gak, waktu gue pacaran sama lily, gue ada saat dia mengalami masa masa paling sulit, selama pacaran, dia selalu nurut apapun yang gue bilang, karena dia tau, cuma gue yang dia punya. Dia gak mau kehilangan gue, seburuk buruknya gue, dia tetap mau nerima gue, bukan karena harta atau apapun yang gue punya, tapi dia cuma gak mau kehilangan keluarga, lo juga tau, harta paling berharga itu keluarga---"
"Penyesalan terbesar gue adalah, saat gue gak dia sisi nya, bahkan lagi ngandung anak gue, dan itu semua karena omongan lo yang gak jelas. "
Rian terkekeh mendengar kalimat terakhir itu.
"Yang penting sekarang udah jelas kan? Hahah"
"Iya, tapi telat, bisa bisa nya lo pergi gitu aja tanpa ngejelasin apa apa"
"Siapa suru lo bego, ini semua terjadi juga karena lo gak mau dengar penjelasan dia kan, jadi bukan sepenuhnya salah gue"
Hen juga membenarkan ucapan rian.
"Diam deh,mending lo Hubungi dia, sebelum minta pisah, gue tau, istri lo itu, pawang lo sebenarnya, makanya lo ninggalin dosa masa lalu lo, iya kan? Penyesalan itu di akhir bang. "
__ADS_1
"Ntar deh, masi malas gue"
"Sebenarnya masalah kalian itu apa sih. "
"Dia ngilangin anak gue, yang gue bahkan belum tau dia ada, dia ngebuat harapan gue hancur" Kata rian dengan tatapan menerawang.
"Maksud lo? Keguguran gitu? "
Rian mengangguk.
"Kok bisa? "
Kemudian rian menceritakan semuanya.
Hen mengangguk mengerti. "Memang benar sih nanas muda itu lebih enak dan manis, gue pernah makan sekali waktu lily mau kelas tiga sma, gue juga dulu kaget karena tiba tiba minta nanas muda, tapi dia bilang lebih manis, setelah gue coba, ya memang lebih manis sih, tapi seharusnya lo ada saat masa masa sulit dia bang"
"Diam deh lo"
"Hih... Gue juga gak mau sama lo" Seketika rian jijik dengar kalimat hen.
"Cuma contoh bang---"
"Gue juga baru sadar, seburuk buruknya seorang suami, istri akan tetap menerima, selagi itu bukan perselingkuhan. Tapi gak juga deh, bahkan ada istri yang masih mau sama suaminya, walaupun selingkuh. "
"Itu sih istrinya bodoh" Kata rian.
"Bukan bodoh bang, karena sebenarnya seorang istri adalah manusia paling tulus, dia tetap mau menerima semua keburukan suaminya, dengan harapan suaminya berubah lebih baik, dan seorang lelaki akan berubah saat menemukan wanita yang tepat, itu ada pada istri lo bang, gue harap lo gak kehilangan dia. Tapi kedang penyakit laki laki ini ya cuma kurang bersyukur aja, mau nya lebih lebih dan lebih, tapi yang di butuhkan seorang perempuan aja seseorang yang menemani dia saat suka dan duka, juga lelaki yang bersyukur memilikinya. "
"Kalo hubungan kalian gak terikat sama pernikahan, gue yakin sih, dia pasti udah ninggalin lo cari yang baru, karena hampir seminggu lo gak hubungi dia.dulu aja gue mau di putusin karena gak nelfon dua hari. "
__ADS_1
"Satu lagi nih bang, gue tau lo udah nikahin dia sebelum lo keluar negri, lo liat kan, waktu itu juga dia gak kenal sama lo, tapi dia tetap nerima lo, bahkan gak menjalin hubungan sama laki laki lain. Perempuan memang rapuh secara fisik, tapi hati mereka itu kuat banget bang, salut gue"
"Ck, lo ceramahin gue mulu, pikirin aja dulu istri anak lo, yang gak tau dimana"
"Sorry ya, gue udah nemuin mereka, cuma ya namanya perempuan, kalau udah di kecewain berkali kali ya pasti trauma dia, kita cukup membuktikan ketulusan kita aja"
"Sekarang gue tanya, kapan lo kenalin dia ke mana papa"
"Ck, kan gue udah bilang,gue belum tau, belum ada waktu yang tepat"
"Terakhir ni gue bilang sama lo bang, kalo lo gak sadar juga, jangan nangis lo kehilangan dia."
Rian menoleh ke arah hen, penasaran apa yang akan di ucapkan adiknya yang bijaksana ini.
"Seorang perempuan suka sama laki laki yang peka dengan hatinya"
"Lo pikir gue dukun"
"Ini bukan sesuatu yang harus kita tau kalau harus dari dukun, tapi bahkan kita bisa tau dari logika, dan logikanya adalah, lo juga bakal kesal dan marah kalo gak di kenalin ke orang tuanya, iya kan? "
"Tapi dia gak pernah bilang marah"
"Ck, peka itu, saat kita tau isi hatinya walaupun dia gak bilang. Kalau dia bilang dia marah, ya gak peka namanya___"
"Gue yakin dia pasti merasa seperti seorang simpanan, lo tau perasaan seorang simpanan seperti apa? Seorang simpanan lelaki akan merasa was was dengan hidupnya setiap hari. "
"Maksud lo? "
"Biar gue perjelas, wanita yang merasa dirinya simpanan, setiap hari khawatir dengan kehidupannya, dengan nasibnya yang gak di ketahui oleh siapapun, dia khawatir bagaimana jika ada yang tau hubungan kalian, bagaimana jika keluarga nya tau, gue juga yakin dia pasti berfikir kalau lo sebenarnya punya istri lain sebelum dia. "
__ADS_1
"Sembarangan. Istri gue cuma dia, satu satunya. "
"Ya gue juga tau, tapi gue cuma menyuarakan pikiran istri lo sebenarnya, lo boleh tes dia, bilang kalau dia itu sebenarnya istri kedua, makanya lo gak mau kenalin dia ke orang tau lo, gue penasaran sama reaksinya. "