
lily bingung harus bagaimana sekarang.... harus kah dia langsung pergi dari rumah sahabatnya ini. pasalnya dia kaget saat mereka sarapan bersama... ternyata suaminya sella adalah lelaki yang membuatnya seperti ini.
tapi menepis pikiran itu.... rian tidak sepenuhnya salah.... hanya saja.... salahnya, kenapa mengucapkan kalimat setengah setengah... membuat orang salah paham. lalu kenapa tidak langsung memberikan penjelasan, membuat dia dan anaknya menjadi terlantar.
sedangkan sella... melihat ada yang aneh dari sikap lily dan rian saat saling berpandangan... tapi mencoba tidak terlalu memikirkan. nanti malam bisa di tanya.
"A-aku boleh nanya? " Kata sella sambil membantu membuka kancing kemeja suaminya...yang Jam sepuluh baru pulang. Merasa ada yang aneh dengan wangi kemeja suaminya. Tapi mungkin karena keringat pikirnya. Tidak terlalu di pikirkan.
"Nanya apa? "
"Kamu... Kenal lily? " Sella tidak berani melihat wajah suaminya. Takut salah bertanya.
Rian diam.
"Em.. Gak perlu di jawab. Maaf. "Melangkah ke kamar mandi menyiapkan air. Tapi langsung terhenti saat kalimat rian membuatnya sadar akan posisinya.
" Jangan banyak bertanya soal yang tidak penting... Aku lelah. "
Sella berhenti sejenak... Lalu melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.
Dari kalimat rian seperti tidak biasanya.selalu lembut, dan penuh kasih sayang. Tapi barusan terlihat dingin... Membuat dada sella sesak.
Tiba tiba pikiran nya teringat akan bau tubuh rian yang berbeda. Bukan bau keringat. Tapi seperti ada bau parfum lain bercampur bau parfum rian. Tapi masih terasa bedanya.
Dia langsung mengambil kemeja rian lalu mencium baunya.
"Parfum wanita? " Batinnya.
Dia mengatur nafasnya senormal mungkin... Dia berjalan ke luar kamar mandi.... Tapi seakan kakinya melemas... Membuat dia terhuyung ke depan... Sampai keningnya membentur sudut dinding pintu.
Teriakannya terdengar oleh rian langsung menghampiri sella yang terduduk di lantai.
"Kamu hati hatilah... Kenapa bisa jatuh!!... Lihat... Kening kamu sampai keluar darah!... " Tanpa sadar meninggikan suaranya.
"La-lantainya licin. " Katanya sambil menghapus air matanya. Sambil meringis, sakitnya baru terasa.
"Kamu seharian di rumah kan... Kerjaan kamu apa?.. Kenapa lantai kamar mandi tidak di bersihkan.kamu yang bilang orang lain tidak boleh masuk kamar kita. Tapi kamu yang tidak mau membersihkannya. "
Sella mengerutkan keningnya. Tidak biasanya rian marah marah. Biasanya lembut, dan akan menenangkannya, tidak pernah menyalahkannya walaupun dia yang salah.
"Maaf."
"Ck.. Aku lelah... Jangan buat masalah. Awas aku mandi. "
*****
"Rian makan malam dulu baru tidur. "
Sella membangunkan rian yang baru selesai mandi, tapi langsung tidur. Dan pasti belum makan malam.
"Rian... Bangun... "
"Apasih!! " Bentakan rian membuat sella tersentak. Tapi berusaha sabar.
"Makan dulu, jangan tidur dengan perut kosong" Kata sella dengan lembut.
__ADS_1
"Gak."
"Ck... Ayo makan....nanti perut kamu sakit. "
Masih berusaha membujuk.
"Aku gak selemah itu. "
"Iya aku tau... Tapi harus tetap ma__..
Prangg!!!
Nampan berisi makanan di tangan sella di hempaskan oleh rian.sampai piringnya pecah, dan nasi goreng yang di masaknya sembari menunggu tian mandi sudah berhamburan di lantai.
Menatap nanar makanan itu. Menelan ludahnya kemudian menghela nafas.
" Aku udah bilang!! Aku lelah... Jangan ganggu aku!!! " Kemudian melanjutkan tidur nya.
Dia turun ke lantai bawah... Kembali ke kamarnya membawa sapu dan sekop sampah.
Bibirnya bergetar... Air matanya mengalir. Berjongkok sambil membersihkan lantai dari nasi goreng yang berhamburan di lantai.
Menghentikan aktifitasnya.. Dia menghapus air matanya dengan punggung tangannya. Ada apa ini? Batinnya.
Sejenak berfikir... Apakah pernikahannya tidak akan bertahan lama?. Apakah rian kembali berhubungan dengan masa lalunya yang dulu? Karena dia sedang datang bulan. Dan rian paling sulit menahan nafsunya walaupun sehari. Apakah dia mencari pelampiasan di luar dengan para wanita wanita 'itu'?.
Setelah selesai... Dia turun ke bawah, membuang nya ke tong sampah. Mencuci tangan. Lalu berjalan ke kamar ibunya.
Mengetuk pintu kamar itu... Tidak lama ibunya membuka pintu.
"Em... Sella mau tidur sama ibu. "
"Loh suamimu? "
Diam.
"Em... Sella kangen tidur sama ibu... Kangen pelukan ibu"
"Hehehe... Yaudah... Gak perlu sampai nangis juga... Segitu rindunya sama ibu. "
Sella mengangguk semangat.
****
"Kalian lagi marahan ya... " Tanya ibu tiba tiba.
Sella menggeleng dalam pelukan ibunya.
"Jujur sama ibu. "
Ibu tersenyum saat sella langsung terisak kemudian menangis.
"Kenapa? "
"Dia berubah... " Kata sella.
"Maksudnya? "
__ADS_1
"Rian berubah... Biasanya gak pernah marah hikk... Tapi tadi dia bentak sella, trus bajunya bau parfum... Parfum perempuan... Huuu!!!!"
"Kamu jangan berburuk sangka... Mungkin suamimu sedang lelah... Jadi tidak mau di ganggu. "
"Memangnya kamu gak tanya? "
"Ka-kalau sella nanya... Pasti nanti emosi... Trus ujung ujungnya sella minta pisah gimana... Sella gak mau.. Huuuu.. "
Sementara seseorang sedang menguping pembicaraan mereka juga merasakan sesak di dadanya... Membuat orang yang dia cintai bersedih sampai menangis sesegukan.
"Lain kali kalau ada masalah cerita ke ibu ya.... Selain nak rian.... Kamu cuma punya ibu yang bisa berbagi keluh kesah.... Jangan di pendam sendiri... Nanti kamu makin sakit... Ibu gak suka kamu nangis seperti ini...gimana kalau ibu suatu saat nanti ibu gak ada. Kamu harus kuat....jangan apa apa ke ibu lagi. " Berhenti sejenak.
"Ibu".. Rengeknya. Tidak Terima ibu nya berbicara seperti itu.
"Hiks.... Nanti ibu gak tenang ninggalin kamu.... Awalnya ibu senang melihat nak rian sangat sayang sama kamu... Tapi melihat kamu menangis, ibu jadi gak tenang. Ibu tau nak rian itu baik... Tapi dalam rumah tangga gak ada yang berjalan mulus.... Kamu harus bijaksana menyelesaikan masalah."
"Ibu juga sebenarnya tidak setuju nak rian masih menyembunyikan hubungan kalian dari orang tuanya. Tapi pasti dia punya alasan, dan menunggu waktu yang tepat. "
"Nanti kalau ibu udah gak ada....kamu jangan cengeng lagi ya.... Nak rian baik, ibu pasti tenang kalau dia yang menjaga kamu kalau ibu gak ada. Jangan ketus sama suami, selalu turuti perintahnya selagi itu baik,dan juga, jangan pernah 'menolaknya'.... Nanti suamimu gak betah, trus cari yang lain gimana? "
Sella menggeleng.
"Kamu sayangkan sama dia? "
Sella mengangguk.
"Ya udah tidur... Lupakan masalah mu... Besok harus kembali baik baik saja. "
"Ibu... "
"Hem.. "
"Kalau ibu pergi... Sella ikut ya... Jangan tinggalin sella sendirian... Sella cuma punya ibu... Kalau rian... Sella tidak tau.. Kapan saja perasaan itu hilang.... Tapi perasaan sayang ibu sama sella gak akan hilang. Ibu janji ya mau ajak sella. "
"Gak bisa.... Kamu harus berbakti sama suami kamu... Tidak bisa ikut ibu... Sama nak rian kamu lebih bahagia, berkecukupan, bahkan lebih. "
"Sella gak mau itu semua....gak papa miskin, asalkan bahagia. Apa sella cerai aja sama rian? " Pertanyaan aneh keluar.
"Jangan pernah berfikir untuk berpisah, selagi bukan masalah perselingkuhan. "
"Tapi rian selingkuh. " Protesnya.
"Memangnya kamu tanya. "Sella menggeleng.
" Jangan asal menuduh selagi kamu belum melihat kebenarannya. Sekarang tidur... Ibu udah ngantuk.luka nya gak papa kan... gak sakit? "
"udah enggak kok... tadi kepleset di kamar mandi, trus kena tembok dekat pintu. "
Rian sedari tadi menguping... Merasa di dalam sudah tidak ada lagi pembicaraan .... Dia berfikir.
"Ternyata batin seorang istri tidak pernah salah"batin rian.
Dia bahkan sudah berusaha memanipulasi parfum wanita itu di tubuh dan pakaiannya... Tapi sella masih bisa mengetahuinya.
"Apa aku udah keterlaluan ya.... Ahk... Lagian dia tau aku tidak bisa menahan nafsu... Lagian haid kok lama amat. " Gerutunya.
Gila lo rian🤬🤬
__ADS_1