
rega melakukan mobilnya menuju pasar yang di perintahkan oleh nara...
"kemana lagi" tanya rega.
"is... masa pasar aja gak tau di mana sih" nara kesal.
"ya kan aku memeng gak pernah ke pasar"
"ya udah lurus aja"
pasar sudah kelihatan dari kejauhan...
"eh... cari tempat parkir yang bersih deh... di sana kotor dah becek" nara menyarankan.
"sudah biarin"
"bisa bisa kita jadi bahan perhatian di sana... aku gak mau di liat liat orang"
"lah.... emang kenapa"
"em.... gpp cuma risih aja"
"sudah jangan khawatir"
mereka keluar dari mobil.... benar saja... hampir semua mata melihat ke arah mereka.
"huufftt" nara menarik nafas dalam dalam.
"kenapa".... nara hanya menggeleng sambil tersenyum paksa pada rega menutupi kejanggalan pada diri nya.
sebenarnya dari dulu dia tidak suka keramaian apalagi jika di pasar atau mal.... karena tekanan yang di berikan keluarga mengakibatkan dia kehilangan jati diri dan suka jadi insecure jika di keramaian. sepertinya trauma nya sudah mulai berdampak... walaupun hanya di keramaian saja. tapi hari ini dia memaksa karena sangat membutuhkan perabot dan juga lebih murah.
mereka mencari tukang jualan yang menjual perabotan rumah tangga
nara langsung melihat kerumunan ibu ibu yang membeli perabotan... jualannya di dalam sebuah mobil pick up.... dan perabotan nya di gantungkan pada besi besi pagar pick itu... dan kalau barang yang cukup besar... di taruh di dalam pick up... mungkin si tukang jualan berfikir agar tidak repot memberes bereskan lagi dan langsung tancap gas saja.
nara langsung mengambil barang barang yang dia butuhkan... cukup banyak jenis barang tapi jumlah nya sedikit sedikit... karena dia hanya sendiri.
dia menyerahkan pada penjual nya untuk di hitung harganya... dan langsung memasukkan ke dalam kantong kresek yang besar.
__ADS_1
nara menghampiri rega yang menunggu nya di dekat mobil... karena tukang jual perabotan itu tidak terlalu jauh dari tempat rega memarkirkan mobil.
"sini aku masukkan ke bagasi" rega langsung mengambil barang yang di pegang nara.
"hem.... apa lagi ya yang kurang" nara berfikir... seperti ada yang kurang tapi tidak tau apa.
"kita pulang saja dulu... nanti sampai sana juga tau apa yang kurang"
"oke deh"
mereka pulang.... lima belas menit sampai di kontrakan nara.
mereka masuk ke dalam untuk menata dapur... semua sudah pada tempat nya... tapi aneh nya satu tempat ada yang kosong... di lihatnya semua perabotan yang dia beli sesuai pada tempat nya... trus.... yang kosong ini apa...
di ingat ingatnya...
"anstagaaahh!!! ".... teriak nara keras... dia mengingat sesuatu.
" kenapa"
"kompor hahaahha" nara langsung tertawa dengan kebodohannya... bisa bisa nya dia melupakan kompor... bisa bisa dia tidak makan .. rega yang melihat reaksi nara hanya geleng geleng.
mereka pergi lagi membeli kompor ke toko alat elektronik... di sana bukan cuma alat elektronik saja... tapi ada kompor dispenser... sofa, kasur.... hampir lengkap.... tapi tentu saja kualitasnya masih di bawa rata rata menurut rega... menurut nara itu sudah sangat bagus.
mereka sudah menemukan kompor.... rega ingat sesuatu....
" apa tidak beli kasur dan sofa juga? "
"tidak perlu.... sudah ada kasur di sana... dan sofa juga tidak terlalu penting.... aku bisa duduk di lantai" tolaknya. kerena dia pun tidak akan lama di sana.
"kalau televisi"
"hem.... tidak tau juga.... " sebenarnya nara hanya tidak cukup membeli TV.
"sudahlah tidak perlu khawatir... kali ini aku yang bayar.... pasti cukup bosan jika di rumah sendirian" nara hanya menurut saja... kerena dia juga butuh.
rega memerintahkan karyawan toko itu mengambilkan TV LED... yang tidak terlalu besar agar sesuai dengan ukuran rumah... tau kan tv LED itu gimana... itu loh... yang tipis itu๐๐.
"apa ini tidak terlalu mahal"
__ADS_1
"hei.... toko ini saja bisa aku beli" kata rega dengan sombongnya.
nara hanya mencibir rega tanpa mengeluarkan suara tapi mulut nya komat kamit....
"is.... ini bibir mau di cium ya" goda rega.
"eh... apaan sih" nara langsung mengulum bibirnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**sampai sini doeloe๐
lopyu all๐
to be continue ๐**
__ADS_1