
VOTE 🤪
.
.
.
.
.
.
sudah seminggu sejak rega mengadopsi zuri.... sampai saat ini Nara bahkan tidak mau menyentuh zuri. bukan nya Nara benci atau tidak suka dengan zuri.... hanya saja kenapa rega seperti sangat sayang pada zuri. padahal bukan anak kandungnya. apakah rega akan menyayangi anak kandung nya juga jika Nara hamil lagi, yang bahkan tidak tau kapan hamil... karena dia pun masih trauma memiliki anak. dia takut jika tidak bisa menjaga anak itu kelak.... dan anak itu akan meninggalkannya seperti anaknya yang pertama. karena rasanya sangat sakit... apalagi Nara belum pernah melihat anaknya itu.... dia bahkan tidak tau di mana rega memakamkan anaknya.
Nara yang sedang melamun di balkon.... suara rega menyadarkannya.
"yang... ayuk mandi.... ikut aku kantor ya sama zuri. "
Nara hanya diam.... bibirnya keluh untuk berbicara... pandangannya normal... hanya dia merasa masih ada yang mengganjal di hati nya. tapi sudah lama Nara bertekad.... jika rega mengajaknya ke makam anaknya dan menunjukkan bagaimana wajah anaknya... Nara berjanji dia akan berusaha untuk berbicara, dia akan menghancurkan belenggu yang menghalanginya.
karena tidak ada tanggapan... rega langsung menggendong Nara ke kamar mandi.... dia memandikan Nara. ada kalanya dia tergoda oleh tubuh Nara. tapi dia menepisnya.dia tidak mau mementingkan dirinya sendiri.
setelah itu.... dia memakaikan Nara baju yang bagus... karena mereka akan ke kantor rega.
"rambutnya di biarin gini dulu ya... nanti aku yang Hydriyer.... aku mandiin zuri dulu. " mengecup kepala Nara lalu menggendong zuri. rega sudah sangat mahir merawat zuri. tidak lama rega selesai memandikan zuri dan memakaikan bajunya.
"hemm..... wangi banget anak papi.. " rega mencium pipi zuri.
__ADS_1
"anak papi di sini dulu ya. di jaga sama mami. papi mandi dulu. " rega memagari zuri dengan bantal. sedangkan Nara masih duduk diam di kursi meja rias.
rega bersiap siap secepat kilat.... tidak sampai setengah jam dia sudah rapi dan tampan.
saat ini tengah menyisir rambut Nara yang sudah di keringkan.
setelah selesai...
"okeh... sip... ayok ke kantor..... eh.. " sejenak rega bingung. mana yang mau di gendong ini...bayi kecil apa bayi besar.
memutuskan untuk menggendong zuri... ya iya lah... gak mungkin di suruh jalan kan🤣.
rega menggendong zuri di depan...
seperti ini... 👇
sengaja di gendong seperti itu.... agar dia lebih mudah merangkul Nara.
rega merangkul pinggang Nara.... berjalan menuruni tangga. berjalan ke meja makan.
"kita makan dulu ya.... baby baby ku.. haha" rega merasa lucu.... dia seperti punya dua beby yang mau di rawat.
rega menyuapi Nara dengan tangan kanan.... sedangkan tangan kiri nya memegang dodot zuri yang meminum susu formula. dia sampai tidak memikirkan diri nya sendiri.... bahkan dia belum makan sesuap pun. pelayan yang melihatnya merasa terharu.
"tuan.... biar saya yang pegang nona kecil.... tuan makan saja. " kata pelayanan itu.
rega mengangguk... hendak menyerahkan zuri pada pelayan... tapi zuri menangis.
__ADS_1
"sudah... tidak papa bi.... saya saja ... nanti saya makan di kantor. " pelayan itu mengangguk.
beruntung sekali Nara mempunyai suami seperti rega.... dia tidak pernah mengeluh bagaimana sangat kesusahannya rega saat ada zuri... bukan maksud menyalahkan zuri ya.... tapi zuri adalah doa rega agar Nara cepat pulih..... dia akan sabar menjalani semua ini..... rega nyaman dengan kegiatan padat saat di kantor.... serta kegiatan padat saat di rumah mengurus zuri dan Nara.... Nara memang sudah bisa mandi dan makan sendiri.... hanya saja rega ingin memanjakan Nara... agar Nara bergantung pada rega.... ingat perkataan Hendra waktu itu... membuat rega takut.... jadi dia berusaha mengikat Nara.... agar Nara tidak ada alasan untuk meninggalkan nya jika Nara sembuh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hwuaa... udah lama gak up ya🤣🤣
vote dong.... semoga cerita ini belum kalian hapus dari favorit ya😟😟
__ADS_1