Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
buah hati


__ADS_3

follow dulu😌


"mah... " panggil rian.


"hem... " sahut sella masih fokus membaca buku sambil terlentang di tempat tidur, dan rian yang memeluk perut istrinya.


"ini kapan isi nya ya... " tanya rian, sambil mengelus perut sella.


"gak tau, sabar aja.. " sella mulai sedikit tersinggung.


"udah mau dua bulan loh.... masa belum isi, aku serasa gak jantan" lirih rian.


"is... orang lain bertahun tahun belum punya anak biasa, kamu kok gitu sih. "


"ya kan gak mungkin orang lain bilang terang terangan kan, bisa aja mereka juga berantem karena masalah ini."


"karyawan ku belum sebulan nikah udah izin sakit karena lagi isi... " sambungnya lagi.


"ya kan semua perempuan itu beda beda.... aku juga pengen punya anak, bukan cuma kamu aja... kok seakan akan aku yang salah kalau aku gak hamil sampai sekarang... aku juga pengen." seru sella. "kalau misalnya aku gak bisa punya anak, kamu mau apa? aku tanya?! "


"eh... iya udah udah, jangan marah marah, maaf kalau aku salah. " rian memeluk istrinya lagi.


sella menutup bukunya, berbalik memunggungi suaminya.


"ih.. mah... kok ngadep sana sih, sini lah.. " mamaksa sella berbalik.karena sudah berhadapan sella hanya bisa memeluk pinggang suaminya, sambil membenamkan wajahnya di pelukan suaminya.


...****************...

__ADS_1


...****************...


sella dan rian sedang berjalan mengitari supermarket, kata sella belanja bareng itu romantis. ya, seperti biasa, si laki laki mendorong troli, si perempuan memilih milih, sesekali meminta saran. rian sih iya iya aja, namanya jiga udah bucin.


"eh... enak ni..baru tau aku kalau di supermarket jual nanas muda" langsung memasukkan ke troli.


"loh, gak boleh yank... "


"kenapa? "


"kamu kan lagi persiapan kehamilan, jangan makan yang begini ya, kita kan gak tau kamu udah hamil apa belum. "


sella berpikir... tapi dia belum ada tanda tanda...


"ck...aku belum ada tanda tanda, pasti gak papa kok, nanas muda itu lebih manis loh.... aku suka. "


"ih... tapi aku mau hari ini, gak mungkin kita periksa hari ini, kamu bilang langsung mau ke kantor, pokoknya aku mau ini. " tanpa mempedulikan larangan suaminya, sella langsung memasukkan nanas muda itu ke troli.


...****************...


...****************...


"tuan.... nyonya masuk rumah sakit... " kata asisten rian..


"ha?.... dia kenapa... tadi siang baik baik aja" tanya rian ling lung, baru saja keluar dari ruang rapat, langsung mendapat kabar mengejutkan.


"dua jam yang lalu tuan... " sekretaris itu menunduk. tau kesalahannya.

__ADS_1


"apa kau mau di pecat ha? kenapa baru bilang sekarang? dasar bodoh.! " maki rian. menyambar kunci mobil, dengan tidak sabaran karena lift seakan melambat, padahal hanya perasaannya saja.


dengan cepat menaiki mobil, tancap gas menuju rumah sakit, astaga, dia lupa menanyakan rumah sakit mana. tapi otak pintar nya langsung berfikir, pasti rumah sakit terdekat dekat rumah mereka.



melihat tian mendorong pintu ruang rawat nya, membuat mata sella berkaca kaca. dia ingin menumpahkan kesedihannya pada suaminya, dan meminta maaf.


"ay... " sella merengek menangis. "maaf..hiks. . " sella benar benar butuh pelukan dan semangat.


brak!!!


tiba tiba rian menendang kaki brankar tempat sella berbaring.


sella langsung tersentak, manarik tangannya kembali yang tadi di rentangkan nya meminta pelukan.


"sudah liat kan?!... kalau aku bilang jangan ya jangan!! " bentak rian berteriak, membuat sella semakin kaget dan... takut.


"maaf... " suara nya tercekat.


" terlambat!!... aku sudah kehilangan anakku karena sifat keras kepala kamu... tanggung sendiri.... " rian langsung pergi dengan kemarahannya.


memandang suaminya pergi dengan miris... masalah apa lagi ini.... l


tidak menyangka reaksi rian akan semarah itu... dari sifat rian yang penyayang... dia berfikir rian tidak akan terlalu marah, kecewa boleh, tapi sella butuh dukungan sekarang.... dia juga sedih kehilangan buah hati yang di nanti nantikan nya.


dia menyalahkan diri nya sendiri di batinnya.

__ADS_1


saat melakukan kuretas atau membersihkan rahim dari sisa sisa embrio pun tidak ada yang menyemangatinya, begitu sakit, sampai dia menangis. sebenarnya bisa hanya meminum obat saja, tapi jika melakukan kuret langsung akan terjamin bersih.


__ADS_2