
rega menghampiri nara yang masih menutup diri dengan selimut... meletakkan makanan yang di berikan bi tika di meja samping ranjang.dia duduk di tepi ranjang.
tangan rega menyentuh kepala nara yang sedikit kelihatan berserta rambutnya.
"ara.... aku sudah pulang.... tidak mau lihat? " goda rega mengelus rambut nara. nara masih diam.
menghela nafas, rega memegang ujung selimut. "kalau tidak kamu buka.. aku yang buka paksa ra" ancam rega. tapi yang terdengar hanya....
hiks....
membuka selimut dengan kasar, dan raut wajah khawatir. terlihatlah wajah istrinya yang basah akibat air mata.
"kenapa nangis.... aku sudah pulang" lembut. rega menghapus air mata nara.
"pergi aja sana... gak usah pulang" bentak nara masih menangis.
"tadi malam nyuruh aku pulang sekarang gak usah pulang"
"aku kan sudah bilang pulang.... aku cape makanya aku nyuruh kamu pulang.... kalo kamu datang pagi aku gak bakal kayak gini"
"kerjaan aku banyak.... kamu tolong ngerti.... aku juga cape.... di tambah kamu yang kayak anak anak gini. " rega mulai kesal, tapi bicaranya masih lembut.
"kalo kerjaan kamu banyak, ngapain kamu di sini?, di sana aja.... gak perlu balik lagi"
__ADS_1
"aku dengar kamu pingsan... aku khawatir.... jadi aku langsung pulang"
"jadi kalau aku gak pingsan kamu gak akan pulang hari ini?.... apa nunggu aku kelelahan trus anak kamu mati karena aku di siksa di sini karna gak ada kamu ha?.... itu yang kamu mau?!!!! " nara semakin emosi.
"apa tunggu aku hiks... aku mati dulu baru kamu peduli? " gumam nara. masih didengar rega.
"hei... sudahlah... jangan marah marah.... gak baik untuk anak kita" memegang perut nara. tapi langsung di tepis. rega hanya mengepalkan tangannya menarik kembali.
"sekarang kamu makan ya....kata dokter kamu kelelahan dan dehidrasi.....kenapa bisa dehidrasi hem? kamu gak makan sama minum? " menyodorkan sesendok bubur dekat mulut nara.
duduk perlahan ,merebut mangkok yang di pegang rega .lalu memakannya. "ya iya lah.... mama kamu yang baik sedunia itu yang bikin aku kayak gini.... dia memfitnah aku selingkuh, sampai kamu gak percaya sama istri kamu sendiri. " berhenti sebentar menelan makanannya.
"kenapa malah nyalahin mama sih.... "
"bela aja terus mama kamu itu kalau kamu mau anak kamu mati. " masih terus mengunyah.
"jawab!.. " rega berteriak dengan sangat keras. nara berhenti makan. wajahnya sangat marah rega meneriakinya saat dia sedang kesal dengan rega. bukan malah di bujuk.
prank!!!!.
nara melempar mangkok bubur itu kelantai, dia sudah sangat emosi.
"aku sudah bilang.... kalau kamu masih gak percaya sama aku.... siap siap anak kamu yang jadi taruhannya. "
__ADS_1
"anakku anak kamu juga ra.... kamu tega... lagian kata mama.... kamu aja gak nurut sama mama, makanya mama hukum kamu. aku tau di rumah ayah sam ibu kamu, kamu tidak di atur, makanya kamu jadi melawan sama mama.... tapi ini mansion keluarga ku.... kamu harus nurut. ini bukan rumah kamu. jadi jangan nyalahin mama. " teriak rega.
nara semakin marah. " iya ini memang bukan rumah aku.... ini mansion keluarga nero..... rumah ku tidak di sini.... jadi biar aku yang pergi. " melepas jarum infus dengan paksa sambil meringis kesakitan. menyibak selimut. langsung pergi keluar kamar.
rega berdiri. "ra... maksud aku bukan kayak gitu" rega pasrah... membiarkan nara pergi.... paling hanya menenangkan diri. nara tidak mungkin benar benar pergi dari mansion kan.
rega duduk di tempat semula. membiarkan nara.... nanti juga balik lagi. berbaring menutup matanya, tidak tidur... hanya agar rileks saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
udah ahk... jangan lupa like dan vote. 😘