Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Episode 86


__ADS_3

rega melamun di ruang kerja nya.. ini adalah hari terakhir, hari ke sepuluh sejak perjanjian itu.


rega sudah membuat rencana, semoga dengan rencana itu, Nara membatalkan niat nya untuk bercerai.


sudah sore.... sebentar lagi jam pulang kerja... rega menelfon asistennya


"sudah beres? "


"iya tuan... sudah sempurna"


"bagus... pakaiannya sudah kau kirim? "


"sudah tuan... pelayan langsung yang memberitahu saya."


"hem.. baiklah... Terima kasih. "


...****************...


...****************...


rega sudah sampai di rumah mah jam enam sore....


rega masuk, tapi malah pelayan yang menyambutnya


"Nara mana? "


"di dapur sedang masak tuan. "


rega menyusul Nara di dapur.


"masak lebih penting dari pada suami ya.. "


"eh... maaf aku terlalu fokus"


"riri mana? "


"riri? " Nara bingung.


"zuri.... sekarang manggilnya riri aja biar gampang"


"ooh.... lagi bobok di sofa.. "


"sofa? " rega khawatir.


"tenang... sofa bongkar pasang itu kok... gak bakal jatuh. " rega langsung bernafas lega.


"kita mau makan malam di luar... gak perlu masak lah"

__ADS_1


"ha... kenapa gak bilang?... "


"tadi pelayan ada ngasi sesuatu? " Nara mengangguk.


"dia gak bilang tujuannya ngasi itu apa? "


"enggak... emang isi nya apa? " tanya Nara datar.


"kamu belum buka? " rega heran. Nara menggeleng polos.


"udah... sekarang kamu ke kamar.. trus siap siap, kita makan malam di luar. " sambil memaksa Nara melepaskan spatula. mendorong paksa Nara dengan pelan. Nara menurut dengan lesu.


...----------------...


"kita mau kemana sih... kok pakai kayak gini... apa gak berlebihan... memang mau ada acara apa? " tanya Nara sedikit kesal.


"kamu ngikut aja.. .. ayo. "


rega menyodorkan sikut nya agar Nara menggandengnya.


mereka berjalan beriringan menuruni tangga... di ujung tangga ada pelayan yang menggendong zuri dengan pakaian warna pink. sangat imut.


"riri ikut? " tanya Nara antusias.


"enggak lah... ini acara kita berdua. "


"ga... kamu ingat kan ini hari apa? "


rega diam


"ga... dengar gak sih. " mereka sudah masuk mobil.


"iya aku tau... izinkan aku melakukan sesuatu... kalau ini gak berhasil... aku menurut sesuai kemauan kamu. "


Nara diam. dia begitu penasaran apa yang akan di lakukan rega.



Hendra dan lily sedang merayakan kelulusan lily.... di halaman belakang rumah Hendra... mereka makan malam bersama... bukan makan malam romantis ala Sultan ya.... sekarang Hendra sedang memanggang daging dan lily menyiapkan bumbu nya di iringi lagu mellow nanti romantis...sesuai keinginan lily.


"mana hadiah ku... kamu udah janji kan. " lily menagih janji Hendra.


"tenang, belum waktu nya... nanti hadiah nya adalah pesta besar, di hadiri banyak orang. "


"maksudnya? "


"kamu ngerti lah... kamu kan udah janji setelah kamu lulus... " Hendra menggantungkan ucapannya.

__ADS_1


lily diam.... tiba tiba dia ingin membatalkan janji itu.


Hendra melihat raut sedih di wajah lily, dia menghentikan aktivitas nya, lalu menghampiri lily.


"cup.. jangan di pikirkan... kita jalani aja dulu... cup" setelah mengecup pelipis lily, kembali melanjutkan memanggang daging nya.


......................


......................


sore hari mereka selesai memanggang... memutuskan mandi terlebih dahulu.


"ayo mandi... keburu dingin nanti. " ajak lily.


"kamu ngajak mandi bareng nih, "


"iya... kalo mandi gantian bisa makin lama. "


lily gak tau kalimat itu tanpa sadar membuat otak hendra travelling ke Jepang.


ya.... sekarang mereka sedang mandi... lily menyabuni tubuhnya dengan santai... tapi malah Hendra yang tidak fokus.


"kenapa buru buru... gak mau berendam dulu... airnya udah siap itu. "


"nanti kelamaan. "


hap...


"woi... apaan sih.. " lily kaget Hendra tiba tiba mengangkatnya. lalu mereka berdua sudah di dalam bath up.


"apa woi woi woi.. gak sopan kamu sama calon suami"


"hehe.. kami sih... bikin kaget. "


Hendra tidak menjawab... dia malah memeluk lily... sambil duduk, Hendra melilitkan kedua kakinya di pinggang lily.... membuat lily risih. karena sesuatu di bawah sana sudah saling berhadapan... dorongan sedikit saja langsung masuk.


"dra... geser dikit napa"


Hendra mengerutkan dahi...


tiba tiba...


"aahh... "


"bilang apa tadi... " hendra tiba tiba memajukan pinggulnya, membuat miliknya sedikit masuk ke 'sana'.


udah lah ya... maap nih... author nyari inspirasi kelamaan ya... 😞

__ADS_1


__ADS_2