
vote yuk
.
.
.
lily memasuki ruangan tempat putri di rawat... ada beberapa pasien juga di dalam.
sudah lima hari putri di rawat... hari ini di perbolehkan pulang.
"putri udah ganti baju? siapa yang gantiin? "
"sama sustelr bunnda.. "
eh?
"udah bisa panggil bunda ya... selama ini setengah setengah hehe.. "
"di ajarin ayah... "
lily terdiam... keningnya mengkerut.
"ayah siapa? "
"hem... tadi ada oom... katanya dia ayah nya putri" jelas putri.
"lain kali jangan bicara sama orang yang gak kenal ya.. "
"tapi kan itu ayah, bunda.... ayah baik kok. "
"dia bukan ayah putri.... ayah putri udah pergi. "
"pelrgi ke mana bunda? "
"hem... pergi jauh... jaauuhh banget... gak bisa ketemu kita lagi. "
"tapi oom itu bilang dia ayahnya putri bunda... putri mau punya ayah... gak papa kan bunda. "
"gak....gak boleh...putri cuma anak bunda.... dia bukan ayah putri. " lily sedikit meninggikan suaranya. membuat putri terdiam.
"ayo pulang... biar bunda gendong. " putri menurut.
****
Hendra memandangi satu rumah yang tidak di terangi listrik seperti rumah yang lain. tapi ada sedikit cahaya merah dari sela sela papan.
dari menjelang sore sampai malam hari, Hendra selalu di sana memandangi rumah lily.
__ADS_1
dia sangat frustasi.... bagaimana cara membujuk lily agar mereka kembali seperti dulu. tapi sepertinya lily sudah mengeraskan hatinya untuk Hendra...
tapi Hendra sudah terlanjur sayang dengan putri... karena selama di rumah sakit dia menjenguk putri tanpa lily tahu... bahkan mengakui kalau dia itu ayahnya putri.
"kamu senang? "
sella melihat ibu nya yang begitu berseri seri.... rian mengajak istri dan mertuanya jalan jalan ke mal.
"hei... mah... kok melamun sih. "
eh...
lalu sella mengangguk tersenyum tulus pada suaminya.
"iya... makasih ya... udah buat ibu senang? "
"sama sama istriku...tapi harus di bayar lagi ya.. "
"ha... kok gitu... ini mahal mahal semua. "sambil menunjukkan belanjaannya.
" haha... bayarnya pake rahim dan tenaga aja. "
"maksudnya."
"bayar nya dengan mengandung anakku dan kita merawatnya bersama sama sampai selamanya. "
"kamu mau kan. "
sella masih belum sadar.
"mah... mau kan jadi ibu dari anak anakku? "
berfikir sebentar.... heh... mungkin tidak ada alasan menolak.... sepertinya rian menang tulus.
sella mengangguk tersenyum
"makasih.. cup.... jangan cuekin aku lagi ya. "
"hem... iya deh... tapi dapet rumah ya. " gurau sella.
buru buru rian mengetik pesan di HP nya.
"oke mah... selesai... besok kita pindah ke rumah baru. "
eh
"a-aku becanda.... " sella panik.
__ADS_1
"tidak ada penolakan.. "
"ck! "
...*****...
"ibu mau ke mana lagi... jarang jarang kita kayak gini... soalnya rian gak punya waktu selain hari minggu. "
tanya rian pada mertuanya. mereka sedang makan siang di ruang VIP sebuah restoran.
"ibu sih pengen ke... itu... apa namanya ya.. dis.... dis... dislan... atau apa ya. " ibu berfikir.
rian tersenyum
"disniland? " sahut lily.
"ah iya... disniland. "
"ah... ibu udah tua ih... masa mainnya ke sana. " gurau sella.
"ibu mau ke disniland? " tanya rian
"ibu cuma penasaran aja... kata orang sih bagus.. "
rian tersenyum. "oke."
"yaudah... pergi sekarang aja nak rian. "
rian dan sella saling pandang.
sella langsung menyembunyikan wajahnya di lengan suaminya. dia sangat malu. bukan malu punya ibu seperti ibunya. tapi ibu nya seperti tidak ingat umur... bahkan gak segan sama sekali sama menantunya. astaga... sella ingin tertawa.
"ibu... disniland itu jauh... di luar negeri... gak bisa pergi sekarang... nanti rian ambil cuti... trus kita kesana. "
"memangnya di Indonesia gak ada disniland ya. "
"ibu ih... ya gak ada.." sella cemberut.
"maklum lah sel... ibu mana tau... kamu kok sering ejek ibu kalo lagi katro. "
"hehe___"
rian langsung membungkam mulut istrinya yang aman tertawa.
"gak sopan sama orang tua... " kata rian pelan.
ibu pura pura tidak mendengarnya.
...****...
__ADS_1
positif thinking 😊
...vote ya😃...