
mereka sudah sampai di kontrakan yang di sewa nara...rega melihat ternyata kontrakan itu menyatu dengan kontrakan yang lain.... dan ada lima rumah yang di bangun khusus untuk di kontrakan... ada tiga rumah yang sudah di tempati.... dan kontrakan nara berada di nomor dua... jadi dia di himpit oleh rumah yang sudah di tempati... karena konon katanya kalau rumah yang sudah lama kosong itu bisa ada penghuninya. untungnya rumah yang di sewa nara todak terlalu lama kosong jadi dia tidak terlalu takut.
"ini rumahnya " tanya rega... melihat lingkungan di situ... cukup ramai... dan tidak terlalu kumuh... bisa di bilang bersih... rega melihat sebenarnya ada jalan besar di depan rumah itu bahkan truk juga bisa lewat... hanya untuk masuk ke areal itu melewati jalan sempit... tapi dugaan rega pasti ada jalan yang bisa di lewati mobil.
"iya"
"rumahnya kecil... tapi lumayan lah... tidak terlalu kumuh.... dan juga seperti perkiraanku sepertinya ada jalan yang bisa di lewati mobil karena di sini jalannya cukup besar.
" aku tidak tau... coba kamu tanya tetangga deh"
rega berjalan ke arah rumah tetangga... hanya beberapa langkah.
"permisi pak" di lihatnya ada seorang bapak bapak sedang menonton TV bersama istri dan anaknya mungin.
"iya ada yang bisa di bantu" tanya bapak itu.
"apa dari sini ada jalan yang bisa di lewati mobil untuk menuju tempat ini"
"oh ada... tinggal ikuti saja jalur aspal ini" bapak itu menunjukkan arah jalan.
"apa jauh"
"tidak terlalu"
"oh... Terima kasih pak"
"iya sama sama"
"aku keluar sebentar mau ngambil mobil.... sepertinya aku sudah tau jalannya" dia berbicara pada nara. nara hanya mengangguk.
nara membuka kunci rumah itu... langsung masuk ke dalam rumah.... di ingin melihat lihat keadaan dalamnya... waktu dia ingin menyewa ini dia hanya melihat ruang tamu nya saja.
dia menuju dapur... dia baru ingat kalau perlengkapan alat dapur belum ada.... di cek nya keran air ternyata berfungsi... di lihatnya kamar mandi.... melihat baknya , melihat wc nya... ternyata lumayan modis wc nya menggunakan wc duduk heheh😁.
__ADS_1
tin tin...
mungin itu klakson mobil rega... nara langsung menuju teras.
"sudah ketemu jalannya" tanya nara melihat rega berjalan ke arahnya.
"iya tidak jauh... tau gitu kita tidak perlu jalan" gerutu rega.
"heheh... maaf... aku tidak tau"
"sudahlah tidak perlu di bahas.... apa perlengkapan nya sudah ada" tanya rega.
"eh... hehheeh" nara hanya cengingiran tidak jelas sambil menggaruk kepalanya . rega tau pasti belum ada perlengkapan di rumah itu.
"kalau begitu ayo kita beli mal " ajak rega.
"eh ngapain"
"cari calon istri baru.... yah belanja perlengkapan lah" kok pake di tanya ngapain sih... batin rega.
"hahahhaha itu saja langsung cemberut... gimana kalo aku beneran cari yang baru ya" rega seolah membayang kan dia cari calon istri baru.
"heh.... yaudah cari aja saja sana" nara langsung masuk ke dalam rumah.
"eh.... kok langsung marah sih... becanda kali... ayo cepat kita ke mal" rega sambil menarik tangan nara. nara hanya ikut pasrah saja
masuk ke mobil dan melaju menuju mal... kemudian dia ingat sesuatu.
"eemmm.... apa tidak marah lagi? " tanya nara. dengan suara pelan.
"marah kenapa? " rega mungkin lupa.
"itu... kata kata ku yang di apartemen tadi" nara mengingatkan"
__ADS_1
"oooh"
"kok oh aja sih... bukannya di jawab... kita gak usah ke mal aja deh... belanja nya di pasar aja... lebih murah... nanti kalau ke mal beli satu barang saja tabungan ku sudah habis" kata nara kesal.
"eh... iya.. iya... aku tidak marah lagi... sudah jangan ngambek lagi... nanti makin jelek lagi.... apa kata orang nanti kalo kita udah nikah terus di omongin kita gak serasi karena pengantin perempuan nya jelek" rega menakut nakuti nara.
"ya sudah tidak jadi menikah... aku juga gak mau nikah kok"
"kan... mulai deh...kesempatan kamu kalo aku bahas itu pasti bawaan nya pengen batalin pernikahan kita"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**sampai sini doeloe😆
lopyu all😘
to be continue 😊**
__ADS_1