Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Teman


__ADS_3

"apa kabar... lama tidak berjumpa.. " rega bersalaman dengan hendra. mereka tidak sengaja bertemu di rumah sakit waktu itu, dan rega beru ada waktu luang mengundang hendra ke rumah nya. mereka duduk di ruang tamu, rega juga merangkul pundak nara karena tidak mau melepaskannya.


"ini istrimu?.. " tanya hendra.


rega mengangguk."namanya nara. " rega menggenggam tangan nara.


hendra bisa melihat tatapan nara sekarang. dia tau istrinya rega pasti sedang ada yang tidak beres. karena dia dokter psikologi


"maaf.... apakah istrimu.... "


"iya... kamu benar.. " rega tau apa yang akan di katakan hendra.


"maaf... aku tidak bermaksud.... kebetulan aku dokter psikologi, jadi aku bisa melihatnya. " hendra merasa tidak enak.


"tidak papa"


"mungkin aku bisa membantu?... sepertinya kau sangat mencintai nya. "


rega mengangguk. " sangat. " kata nya dengan tulus mencium puncak kepala nara. "karena kau temanku... aku akan menceritakan semuanya....karena dokter yang merawatnya orang lain... jadi aku tidak berani cerita. "


hendra mengangguk.


rega menceritakan semuanya.tentang ketidak percayaan nya dulu pada istrinya, sampai perlakuan ibu dan adiknya, dan tantang nara yang keguguran dan juga tentang perlakuan orang tua nara.


...----------------...


...----------------...


"mendengar dari ceritamu... maaf. pantas saja dia mengalami ini. dia bahkan sudah di tekan dari kecil. setelah dia merasa bahagia, dia kembali lagi mengalami tuduhan tuduhan yang membuatnya semakin tertekan. apalagi sampai kehilangan anaknya. dia jadi hilang semangat hidup... kita tidak tau tindakan apa yang akan dia lakukan. " jelas hendra.


"apakah dia akan melukai diri nya sendiri? " tanya rega.


"semua kemungkinan akan terjadi jika dia tidak di perhatikan.... bahkan ada yang sampai bunuh diri. kita tidak bisa menghilangkan kemungkinan itu. " rega semakin khawatir mendengar nya. dia semakin memeluk nara erat di sampingnya.


"tenang saja... dari caramu yang tulus padanya.... aku yakin dia tidak akan melakukan itu. "


"apa kamu ingin dia sembuh? " tanya hendra


"tentu saja. "

__ADS_1


"tapi aku khawatir... dari perlakuan mu selama ini... aku tidak yakin dia akan lengket dengan mu seperti sekarang. mungkin saja dia akan meminta cerai dengan mu. saat ini dia tidak mau jauh dari mu karena dia merasa takut sendiri.... jika dia sudah sembuh nanti, dia akan normal kembali.... itu yang ku takutkan. tapi setelah mendengar kenyataan ini... jangan sampai kamu jadi membiarkannya seperti ini terus karena kau sangat mencintainya... jangan egois. "


awalnya rega memang seperti memutuskan tidak akan membuat nara sembuh... biarlah nara seperti ini, asalkan mereka selalu bersama.... tapi setelah mendengar kalimat selanjutnya.... benar juga.... dia tidak boleh egois.... cinta tidak harus memiliki kan... dia mencintai nara.... dia ingin nara normal. tapi dia kembali dia sangat mencintai nara.... dia tidak akan sanggup tanpa nara.... dia berubah pikiran lagi.


"tapi aku tidak bisa jauh dari nya... " rega sedih.


hendra tersenyum melihat ekspresi rega. " kau ini.... hanya bercerai.... kau masih bisa melihat nya... "


"hanya? hanya kau bilang?. " rega kesal.


"hahahah... "


"kau tidak merasakan bagaimana jatuh cinta... apalagi sudah menikah... " ejek rega.


"hei.... aku sudah punya pacar... tentu saja aku jatuh cinta... " elak hendra.


"tapi pacar peda dengan istri... pacar tidak bisa membuat anak, jadi ikatan batin tidak terlalu kuat... beda dengan istri.. "


"hahahahh.... kau ini... ada ada saja... seandainya membuat anak dengan pacar itu tidak dosa, mungkin aku sudah punya anak tiga.. hahahah"


"kenapa tidak menikah saja... " usul rega.


"pacarku masih ABG... kelas 3 sma.... belum mau nikah dia... hahaha"


"dia pasien ku waktu itu.... lama lama aku tertarik padanya, awalnya hanya kasian, dia itu korban broken home.... dia hampir putus asa... tapi aku menyemangatinya.... karena keluarganya sudah hancur, orang tuang tidak tau kemana.... jadi aku jadikan pacar saja, lalu tinggal di rumah ku." hendra sambil senyam senyum menceritakannya.


"lalu kenapa bisa dia mau dengan mu? hahaha"


"kau ini....aku tampan, tentu saja dia mau.... awalnya sih dia gak cinta waktu nerima aku jadi pacarnya.... tapi lama lama jadi cinta juga. "


"ooh.... sangat kasihan.... padahal nikah itu seru hahaha. " rega becanda. " memang kamu gak mau 'ngajak' dia gitu.... satu rumah loh.. "


hendra tau maksud kata 'ngajak', bercinta maksudnya.


"pernah, sekali.... dia sampai mau nangis karena takut aku memaksanya... pake ngancam mau kabur lagi... untung cinta... kalo gak udah aku biarin itu... hahah...


dari situ.... dia di peluk aja gak mau, cium kening juga gak mau, cuma pegangan tangan doang... takut aku kebablasan katanya... hahaha" membayangkan pacarnya itu hendra sampai tertawa keras... bukan hanya itu... dia tertawa karena....dia yang dewasa ini butuh melakukan hal 'itu'. tapi apa boleh buat... pacarnya sangat polos, dia juga sangat mencintai pacarnya.... tidak mungkin cari pelampiasan di luar sana.


"hahahha.... kok gak nyari pelampiasan aja.. "

__ADS_1


"entah lah.... dia kayaknya pake pelet deh... aku sampe gak bisa berpaling.. "


"hahaha.... ada ada aja kamu... pake pelet segala... namanya siapa? "


" namanya lily. " setelah itu ponsel hendra berbunyi. "panjang umur orangnya.. hahah" saat melihat bahwa lily menelfon.


"ada apa sayang... " kata hendra.


"..... "


"oke oke.... aku pulang sekarang. "


"kenapa? " tanya rega.


"ini sudah mau malam... di rumah mati lampu... dia takut gelap... aku permisi pulang sekarang ya... " rega mengangguk.


tidak sadar , karena asik berbincang.... dia tau kalau ternyata nara sudah tidur bersandar di bahunya.


"astaga.... sayang ku sudah tidur ternyata.... ayo kita ke kamar. " rega menggendong nara ke kamar mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


maaf.. lama gak upπŸ˜–... aku juga udah usaha banget ini😭


vote ya... πŸ˜‰

__ADS_1



😍😍😍😍


__ADS_2