Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Episode. 103


__ADS_3

"sebenarnya ada apa ini? " tanya lily bingung.


"begini... saya mohon sama kamu.... tolong bujuk hen untuk mau kemoterapi lagi. "


deg.


"ke-kemoterapi apa... kenapa harus saya? " apakah Hendra memiliki penyakit keras? batin lily.


"kurang lebih setahun yang lalu... hen di vonis kanker otak... hiks...selama itu juga dia rajin kemoterapi.... tapi belakangan ini dia selalu menolak. entah kenapa."


"tapi sebelumnya dia seperti baik baik saja. "


"dia memang terlihat baik baik saja karena sebelumnya dia masih mau kemo... tapi pertama kali dia menolak. dokter bilang, sekali saja perawatannya tertunda, maka akan mengulang lagi dari awal. tapi dia tidak mau lagi. " jelas ibu Hendra sambil menangis.


"tapi kenapa harus saya? "


"ly?... lily.... " Hendra mengigau.


"kamu dengar?.... itu alasannya... dia selalu memanggil nama kamu... saya sebenarnya tidak suka dengan kamu... tapi saya melakukan ini demi hen... saya tidak mau kehilangan dia. saya mohon sama kamu. "


lily menatap Hendra yang terbaring lemah...


"sa-saya.. tidak tau. "


ibu Hendra langsung menangis keras... membuat Hendra membuka matanya....


"saya harus bagaimana... saya mohon kamu setuju... saya tidak mau kehilangan anak saya. "


"mamah" lirih Hendra. kedua orang itu .


"mama kenapa nangis?"


menggeleng


"ly... kamu di sini. "


"kamu apa kabar?


" baik"


"ayah? "


ibu Hendra kaget.

__ADS_1


"ini siapa?. "


"cucu mama -- anak saya. " kata lily dan Hendra sama sama.. membuat mama bingung


"yang benar yang mana. "


"anakku ma. "


lily tidak mengelak lagi. dia menunduk.


"apa?....jadi ka-kalian? "



"putri?... "


"iya bunda.. " putri menoleh ke lily.


"putri mau punya ayah? "


dia diam.


"enggak.. "


"nanti bunda syedih lagi... putri gak papa.... tapi kalau ada papa bagus juga... ada yang belain putri kalau bunda marah marah. " katanya polos.


"heh... jadi mau apa gak. "


lily bilangnya kayak nawarin cilok.


"mau... "


"oke deh. "


"ha?... benelran bunda? "


lily mengangguk.


lily kembali ingat saat ibunya Hendra mengajukan syarat padanya.


ingin sekali menonjol wajah Hendra yang mengusulkan syarat itu. dengan alasan, 'gak baik kalau yang belum sah satu kamar'.


isss... lily kesal.

__ADS_1


karena lily sekarang mendapat tugas, merawat dan menemani Hendra 24 jam di rumah nya. bahkan du suru satu kamar agar lebih mudah jika terjadi sesuatu. karena hendra hanya mau di rawat lily saja....seseorang yang dulu sering melihat tubuhnya tanpa pakaian, jadi tidak malu lagi, tapi lily yang malu. dan awalnya lily tidak mau.


Hendra menggunakan kesempatan itu dengan menyarankan mereka menikah.


tu sakit apa pura pura sih?. lily jadi ragu.



tadi pagi ibu pindah dari rumah tempat sella dan rian tinggal. ibu merasa segan katanya, rian pun yang ingin menegur sella jika melakukan kesalahan jadi segan dengan ibu mertuanya.


ibu paham itu, jadi dia memutuskan tinggal sendiri, tapi tidak memberitahu alasan sebenarnya. rian pun memberikan satu rumah di sebuah perumahan dengan lantai satu, tapi sangat mahal.


baru tadi pagi ibu pindah.... rian sudah membawa jalangnya terang terangan ke rumah. dengan alasan mereka bukan bercinta, tapi hanya pakai tangan atau mulut. setidaknya mengurangi hasrat rian sekarang.


rian pernah menyuruhnya melakukan itu, tapi sella tidak mau. seperti perempuan murahan. katanya. lagian dia tidak tau bagaimana melakukannya.


kenyataan dia melihat rian membawa wanita itu masuk ke kamar tamu. mata sella mulai berkaca kaca. kemudian isakan terdengar. pandangannya merabun karena air mata, tidak sengaja jarinya teriris pisau.


"auwwsss.." jarinya mengeluarkan banyak darah.


"hiks... hiks.... huuu!!! " langsung menutup mulutnya dengan tangan agar tangisannya tidak terdengar.


tubuhnya merosot ke bawah, tidak lagi mempedulikan jarinya yang terus mengeluarkan darah.


entah kenapa dia begitu pasrah dengan perlakuan rian. belum lama ibu menikmati kebahagiaan saat rian memberikan apapun yang ibu butuhkan. dia belum bisa membahagiakan orang tuanya. sedikit merasakan sakit juga tidak apa apa, asalkan ibunya hidup dengan layak.


dia menangis di dapur, sambil terduduk di lantai yang dingin itu. menyenderkan kepalanya di tutut. itu dulu sering di lakukan nya sewaktu kecil, ayah nya yang dulu sering memukul ibunya jika mabuk.


maka sella akan bersembunyi di dapur, di bawah kolong meja atas perintah ibunya. karena sekalipun ayahnya tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur, jadi itu tempat paling aman.


tangisnya mereka setelah kurang lebih setengah jam. dia tertidur. darah di tangannya sudah kering.


tidak lama seseorang menggendongnya, dia sedih, apalagi melihat sayatan pisau di jarinya istrinya.


"maaf sayang.... cup.. " mencium kening istrinya yang sedang tertidur, wajah yang sedang tidur itu jelas menampakkan kesedihan.


...udh yee... lanjut gak? tapi kuota dah... se. ka. rat. 😭. ...


...π™Όπšžπš—πšπš”πš’πš— π™³πš˜'𝚊 πš”πš’πšπšŠ πš‘πšŠπš›πšžπšœ πšπš’ πšπšŠπš—πšπš’ , πš‹πšžπš”πšŠπš— πš•πšŠπšπš’ "πš–πš’πš—πšπšŠ πš‹πšŠπš‘πšŠπšπš’πšŠ πšœπšŽπšπš’πšŠ πš πšŠπš”πšπšž"...


...πšπšŠπš™πš’ πšπš’πš‹πšŽπš›πš’ "πš‘πšŠπšπš’ πš’πšŠπš—πš πšŒπšžπš”πšžπš™ πš•πšžπšŠπšœ πšžπš—πšπšžπš” πš–πšŽπš—πšŽπš›πš’πš–πšŠ πšœπšŽπšπšŠπš•πšŠ 𝚜𝚎𝚜𝚞𝚊𝚝𝚞"...


...πŸ˜‡πŸ˜‡...

__ADS_1


__ADS_2