
mobil rian berhenti di sebuah rumah mewah, yang sudah lama di belinya.
hanya saja istrinya yang baru mau di ajak pindah.... sella memutuskan resign dari pekerjaannya. dia mau fokus ke suaminya dan belajar mencintai suaminya.
ibu melihat rumah menantunya yang begitu cantik, mewah, elegan, dan tidak berlebihan.sampai tidak bisa berkata kata.
"suka? "
"hem... iya... gak terlalu berlebihan" katanya sambil tersenyum pada suaminya.
"ayo masuk... bu... ayo masuk"
"eh... ah iya... ayo... " ibu yang sibuk dengan kekagumannya jadi gagap.
sambil berjalan sella bertanya karena ingat sesuatu.
"eh... em... kamu gak jadi temui adek kamu... udah mau seminggu... "
"belum sempat.... terlalu capek harus ke rumah, trus ke rumah ibu... kalau sekarang kan udah pindah... jadi besok atau lusa aku temui dia. "
"kan aku gak maksa kamu pulang... udah tau jauh. "
"ck... aku gak bisa tidur tanpa tidur sambil peluk kamu..... " kata rian manja.
"ck..... dua tahun aja bisa... kenapa cuma beberapa hari gak bisa. " kembali mengingat saat rian meninggalkannya ke rusia dan baru balik dua tahun setelahnya. untung dia gak nikah lagi.
"heheh... kan beda.... waktu itu belum pernah tidur sambil peluk kamu... belum pernah liat kamu telan*ang... sekarang kan udah... jadi sekali nyoba langsung ketagihan gitu... gak lepas. " rian sudah mode tengil kalo soal ranjang mah.
"otak kamu ke situ mulu... males ahk... mau liat kamar aja. "
"oh yaudah ayo.... di atas yang pertama dapat... biar sekalian.... ibu istirahat aja.... kamar ibu di samping kamar kami. "
"gak mau ahk....gimana kalo ibu dengar , yang tidak pantas di dengar."
"ih ibu ngerti aja ya... tenang bu... kedap suara kok... gak bakal dengar. " kata rian. sella geleng geleng.... emangnya sekuat apa sampe di buat kedpa suara.
"gak lah... ibu gak kuat naik turun tangga... ibu di kamar bawah aja ya. "
"aku buatin lift mau... biar gak cape"
"eh... gak perlu nak rian... itu berlebihan... ibu di kamar bawah aja... benar benar gak kuat ke atas. "
"terserah ibu deh mau di kamar mana..... mau pindah pindah tiap hari juga boleh... ini rumah ibu kok. "
sella menatap rian yang terus berbicara pada ibu nya dengan sangat sopan dan perhatian, memperlakukan ibu nya seperti tuan rumah ini..
"ayo sayang kita ke kamar. "
sella mengerutkan kening nya menatap rian.
__ADS_1
"kenapa?... lebih suka di panggil mamah ya... "
"terserah ih."
...****************...
...****************...
sella dan rian berciuman dengan sangat mesra di atas ranjang putih bersih itu.... ciuman semakin menggairahkan bagi rian.... saat baru masuk kamar... langsung mencium lalu mendorong pelan istrinya ke ranjang.
sepertinya memang sudah menahan dari tadi.... tapi segan karena ada ibu.
terdengar HP sella bergetar.
rian menarik kepalanya.... terlihat bibirnya basah, dan bibir sella sedikit membengkak.
"sebentar... " mendorong dada rian yang setia memeluk pinggangnya.
"iya bu... "
"ibu izin ke pasar ya... beli bahan makanan... buat masak. "
"di kulkas dapur udah ada bu.. " kata rian.
"eh... tapi ada bumbu yang gak lengkap... ibu mau ke pasar.... "
"iya deh... ibu minta sama pak supir yang atsr kita tadi ya... jangan cape cape bu... "
"iya nak rian... makasih... ibu pergi sekarang ya. "
tur...
panggilan berakhir.
"lanjut... " kata rian langsung menyambar bibir sella. sella hanya pasrah... mencoba mengimbangi suaminya... tapi susah... jadi dia diam saja... biar suaminya yang bergerak.
seluruh warga di sekitar rumah lily sedang mengalami musibah... bukan banjir, tanah longsor atau bencana alam lainnya.
tapi tiba tiba ada penggusuran di sekitar itu, dan rumah mereka juga di gusur. memang warga di sana tinggal, tapi tanah itu bukan tanah mereka.
jadi mereka tidak komplain, walaupun mereka meminta waktu, tapi tidak bisa.
terpaksa setiap anggota keluarga mencari tempat tinggal masing masing.
tak terkecuali lily dan anaknya. di terik matahari yang sangat menyengat mereka berjalan menyusuri jalanan.
"putri cape nak? " tanya lily pada putri yang berjalan di sampingnya.
"iya bunda cape... aus... "
"yaudah kita beli minum dulu ya... "
__ADS_1
setelah minum....
"bunda lapar... "
lily mengajak putri ke sebuah warung makan yang harga sepuluhribuan.
"buk.... nasi goreng satu, sama mi rebus satu ya... " katanya.
"ayo sini duduk... " lanjutnya.
selesai makan mereka melanjutkan mencari kontrakan yang murah.
tiba tiba saja awan menjadi mendung.... dan turun gerimis yang lama lama semakin deras...
mengajak anaknya berteduh di sebuah warung.... tapi pemilik warung itu mengusirnya karena merasa mereka mengganggu pelanggannya.
terpaksa menerobos hujan..... dia melihat pasar... berlari ke sana... berteduh di bawah tenda biru... banyak juga orang yang sambil berbelanja.
melap rambut putri yang basah dengan tangannya.
"dingin nak... "
putri menggeleng. " ada bunda... putri jadi gak dingin. "
pasalnya... lily sedikit berlari sambil membungkukkan badannya, melindungi putri agar tidak terlalu basah terkena hujan.
lily melihat tas nya di belakang. huhhh.... tidak tau sudah basah apa belum.biarlah... yang penting anaknya.
tidak tau jika orang lain di posisi lily. sedari kecil menderita, sampai dewasa... masih beberapa tahun merasakan kebahagiaan bersama orang tercinta. tidak berapa lama.... mengalami kesalahpahaman.
awalnya menenangkan diri.... tapi tidak kembali kembali sampai beberapa tahun....orang tercinta itu memberikannya harapan palsu, membiarkan dia mengandung dan melahirkan anaknya tanpa di dampingi siapapun. merawat anaknya sendirian.
"maafin bunda belum bisa bahagiain kamu ya nak... " batin lily mengelus rambut putri, air matanya mengalir, menatap kosong ke depan.
"bunda nangis.. "
"ha... gak kok... hiks... " langsung menghapus air matanya.
"air matanya keluar... berarti bunda nangis" putri sambil mengusap pipi bunda nya.... lily menikmati sapuan tangan kecil itu.
"gak... ini air hujan... bunda gak nangis. "
"bunda sedih ya.... rumah kita di ambil orang. "
"kita punya rumah. tapi jauh... jadi harus jalan lama. "
gak....kita gak punya rumah manapun... maafin bunda.
tiba tiba...
"lily?... "
__ADS_1
siapa tuuu🤭
hem..... waktu itu author bilang bakal beberapa episode.... tapi kayaknya masih panjang deh🤭🤣