
lily tidak tau mencari uang di mana lagi... dia tidak ada persiapan untuk kelahiran... dia baru ingat saat tetangga mengingatkannya. uang hasil mulung gak cukup untuk nabung, dia harus cari kerja dan menghasilkan lebih banyak lagi.
menyusuri pinggiran jalan raya, mendatangi sebuah toko satu per satu. tapi itu hanya toko kecil...
"bu... di sini butuh tenaga kerja tidak?... bersih bersih... atau angkat barang juga bisa. "
"anak saya tiga... jadi gak butuh pekerjaan lagi."
"oh iya bu... makasih. " ibu itu mengangguk.
****
"permisi... di sini butuh tenaga kerja pak? apapun boleh".
pria itu menatap lily dari atas sampai bawah, lalu tersenyum.
" boleh.... kamu boleh kerja hari ini.. " tersenyum nakal.
"em... gak jadi deh pak... makasih" lily pamit pergi, karena merasa pria itu memiliki maksud lain.
***
lelah berjalan.... lily membeli aqua gelas yang seribu dapet dua.... meneguk kedua nya bergantian sampai habis.
mata lily menangkap satu warung bakso yang sangat ramai... sepertinya ini kesempatan baik. dia kembali memakai maskernya, memperbaiki topi dan jaketnya.
karena terlalu bersemangat, dia tidak melihat mobil melintas.... karena terlalu terkejut... dia berjongkok, menutup kepalanya sambil berteriak. mobil itu ngerem mendadak.
"woi... kalau nyebrang pakai tu mata! gue yang di salahin kalau nabrak lo, padahal lo yang salah. "
lily melihat wajah pemilik mobil yang membentaknya itu.
__ADS_1
Hendra....
lily merasa ingin pingsan melihat orang yang di depannya itu. mencoba untuk tenang.
"ma-maaf mas... saya gak liat"
"sayang!... cepetan!... nanti telat. " teriak wanita yang menunggu di dalam mobil.
ternyata dia udah punya yang baru
pantas saja dia melupakan lily.
"bodo ah... buang buang waktu aja lo"
Hendra benar benar tidak mengenalinya. lily menggeser ke tepi sambil menghapus air matanya.
huuff... bukan waktunya menangis.... harus tegar dan semangat demi anakku. batin lily.
"bang... di sini butuh pekerja tidak? cuci piring juga boleh. " tanya lily pada lelaki yang memakai seragam karyawan.
menunggu sebentar.
"mbak... kebetulan butuh tukang cuci piring satu orang lagi.... tapi harus ekstra cepat ya mbak."
"iya saya bisa cepat kok... makasih bang. " lily begitu bersemangat.
"mari saya antar.. "
****
lily dan teman nya yang mencuci piring duduk dengan lega setelah selesai mencuci piring... warung sudah tutup.... tapi pekerja masih di sana berberes beres.
__ADS_1
"mbak... malam ini bantu bersih bersih ya.... kita semua lembur... nanti gajinya saya doble deh. " kata pemilik warung itu.
"iya bang.. gak papa. "
"mbak berdua bersih bersih di lantai dua ya, karena ruangan nya lebih kecil... biar kami di lantai satu. "
setelah semua ruangan bersih dan rapi... mereka makan bakso bersama tanpa bayar. kebetulan lily sudah sangat lapar.
"mbak berdua bisa datang lagi besok. "
"saya juga bang? "
"iya datang saja... mbak pasti butuh kerja... saya juga butuh pekerja.... ini gajinya hari ini... "
"iya bang makasih... saya datang cepat besok" kata lily semangat.
"tidak perlu... datang dari siang saja.... kalau pagi tidak terlalu ramai. "
"oh iya bang makasih... saya pamit duluan. "
"bang... itu gak kebanyakan? mana di suru datang siang lagi. " kata karyawan laki laki itu.setelah lily pergi.
"biar lah... kayaknya dia sangat butuh kerjaan.... apalagi lagi hamil gitu, kasian kalau terlalu capek. udah... kalian pulang aja... trima kasih atas semangat kalian. "
"elo memang baik dari dulu bang... gak heran warung ini sesukses ini. "
"iya... gue memang baik. "
mereka semua bubar. pemilik warung bakso itu menerawang ke beberapa tahun lalu sambil memasuki mobilnya.
semua para pekerja juga sama seperti lily... pekerja ada empat orang,yang dia dapat mendadak, sama seperti lily.... karena kebaikannya itu membuat warung baksonya dulu hanya memakai tenda... sekarang sudah di ruko berlantai dua.
__ADS_1
next guys?
oke next aja deh😄