Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Usaha.


__ADS_3

VOTE


#mulai dari bab ini, cerita hendra dan lily akan di lihat kan ya... πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


.


.


.


.


.


.


# flashback waktu hendra minta jatah sama lilyπŸ˜‚


"ehhkemm.. " hendra yang berdehem karena merasa keluh ingin mengatakan sesuatu pada pacarnya ini.


mereka sedang menonton TV di ruang keluarga.... dengan Hendra yang duduk di sofa melebarkan kaki nya, dan lily duduk di depannya, bersandar di tubuh hendra. dan hendra yang memeluk bahu lily.


posisi yang bisa di katakan intim, tapi mereka sudah sering seperti itu, berpelukan, memangku lily... itu sudah sering.... tapi tidak pernah sampai tahap berciuman atau seranjang, jika ciuman pun di kening saja.


saat posisi seperti ini.... yang di pikiran hendra hanya hal hal kotor saja... dia lelaki dewasa... wajar kan..... sedangkan lily, dia biasa saja.... walaupun dia merasa risih... tapi umur segitu dia sudah mengerti jika hendra sudah memberi kode kode menuju kemesuman.


dalam pikiran hendra sudah membayangkan hal hal kotor, dia tidak tau bagaimana mengatakan pada lily tentang keinginannya.


lily sedang fokus menonton TV, sesekali melihat HP nya karena ada pesan grup WA kelas,


"sayang... " panggil hendra pelan.


"hem.. " itu saja.


"nikah yuk... "


"kamu apaan sih.. " lily langsung terkejut sedikit marah dan kesal. melirik hendra di belakangnya.


"kita udah mau dua tahun loh pacaran.... apalagi tinggal serumah.... aku kalo ngeliat kamu tuh... gak tahan gitu..... " kata hendra.... dia sih agak pecicilan dan tengil kalo sama lily.


"gak tahan apa... kamu jangan ngada ngada... aku masih sekolah.... "


"ehmm... kalo gak mau nikah.... 'itu' aja boleh gak.. "


hem.... lily udah ngerti arti kata 'itu'.


lily langsung berusaha berdiri, tapi hendra masih memeluk bahunya erat. "kamu jangan macam macam ya....aku kan bilang tunggu lulus.... kalo kamu maksa aku..... aku bakal lari... lepas.. " lily berusaha menyingkirkan tangan hendra... tapi tidak bisa.


lily semakin takut. "hiks.... lepas... hwuaaa!!!! " dia menangis kencang, membuat hendra terkejut.


"eh eh.... kok jadi nangis kencang gini sih.... maaf aku gak bermaksud... a-aku---"

__ADS_1


"jangan paksa aku.... aku mohon.... "


"eh... iya yank... iya... aku ngerti.... maaf in aku ya... " bujuk hendra lembut.


karena merasa tidak di peluk lagi.... lily langsung berdiri menghadap hendra.


"mulai sekarang.... kamu jangan peluk peluk aku... jangan cium kening.... jangan masuk kamar aku. TITIK" perintah lily.


"ha.... gak ada gitu yank.... kenapa sih... selama ini juga baik baik aja kan. "


"gak... gak mau... nanti kamu kebablasan trus maksa aku gimana, "


mendengar itu, hendra pasrah saja.... huh.... kasian sekali batang nya gak pernah di elus kecuali tangan sendiri🀭.


yang sabar.... untung cinta.... kalo gak... aku biarin kamu.


ada perasaan dendam sekali gus berbungan bunga saat mengatakan kalimat itu dalam hatinya.


#flashback off.


saat pulang dari rumah rega.... hendra buru buru masuk ke rumah nya... ternyata lampunya sudah hidup kembali. rasanya dia kurang cepat sampainya.... karena jika sudah mengarah pada ketakutan lily.... lily pasti akan memeluknya. dan itu rejeki nomplok bagi hendra.


"ayo makan... " ajak lily saat melihat hendra mendekat.


"kamu yang masak? "


"iya lah.... kan memang tiap hari gitu. "


padahal tadi dia udah semangat pulang karena akan mendapat pelukan.... ternyata hanya khayalan saja.


"yank.... kamu gak rindu gitu sama aku? " tanya hendra.


"rindu apanya.... tiap hari juga ketemu kok. "


"maksud aku... gak rindu meluk aku atau aku cium kening kamu gitu. "


"rindu sih.... " lily menerawang. seketika hendra senang.


"tapi aku masih sayang sama diri aku.... nanti kamu kebablasan gimana.. "


"ya aku tanggung jawab lah.".


" enak banget kamu ngomong..... kamu tanggung jawab... aku di bully gitu.. "


"kalo aku cari pelampiasan gimana.. " hendra nekat menanyakan itu. lily langsung memandang hendra dengan tatapan horor.


" terserah kamu.... aku mah apa atuh... "


"yank... " panggil hendra lagi.


"hem.. "

__ADS_1


"kamu pake pelet ya.. "


plak....


"auuw.... " hendra langsung meringis merasakan pukulan lily.


"sembarangan... " lily kesal.


"kalo gak.... kenapa aku gak bisa berpaling ya dari kamu... bahkan aku rela nahan nafsu. "


"emang aku ada bilang gak? "


"jadi kamu... bener bener pake pelet? "


"ya gak lah.. "


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


seminggu setelah mendengar penuturan hendra sahabatnya kemaren. rega jadi bingung dengan keputusannya. jika nara sembuh... bagiamana jika dia bener benar minta cerai.... gak... gak... rega gak sanggup. dia merasa sesak jika memikirkan nara mengatakan kata pisah padanya. dia langsung memeluk nara erat.


tapi rega sudah punya rencana.... dengan ini.... pasti nara akan sembuh.... dan tidak akan meminta cerai lagi.


dan lagi.... yang membuat rega merasa semakin takut.... semalam entah kenapa nara mau di tinggalkan. dia sedang duduk sendiri di ayunan di balkon kamar mereka dengan tatapan kosong ke depan.


rega berjalan mendekati nara..... membawa sesuatu di gendongannya.... meletakkan di pangkuan nara pelan pelan. nara terkejut.... dia melihat sesuatu yang di taruh rega di pangkuannya.


ternyata seorang bayi mungil yang masih sangat kecil, sepertinya belum ada sebulan umurnya. bagi itu sedang tertidur. nara menatap nya dengan tatapan kesedihan. seketika tatapan kosong itu berubah. rega senang melihat tidak ada lagi tatapan kosong di mata istrinya, walaupun sekarang berganti dengan tatapan kesedihan.


nara melihat rega meminta penjelasan.


"dia akan jadi anak kita.... kita akan merawatnya bersama..... walaupun bukan anak kandung.... tapi aku berharap kamu semangat lagi. " ucap rega tulus.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


udah ahk.... vote dong... πŸ€­πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2