Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
tidak membiarkan


__ADS_3

"kakak mau menikah"


mendengar kata itu ranti langsung melepaskan pelukan nya dari rega... menatap rega dengan...


"kakak mau menikah? " tanya ranti dengan heran.


"kenapa ekspresi mu begitu?... kau tidak suka kakak menikah? " kata rega dengan pura pura cemberut.


"bukan begitu kak.... aku cuma terkejut aja... kakak gak pernah punya pacar lagi... masak tiba tiba mau nikah aja sih." katanya heran. " oooh... tunggu.... jangan jangan kakak hamilin anak orang ya" sambil memukul lengan rega.


"eh... kamu jangan asal ngomong...kamu kayak gak kenal kakak aja" rega kesal.


"kan cuma firasat ku aja... gak mungkin kan tiba tiba aja udah nikah" ... "eh mamah pernah bilang waktu mamah datang ke apartemen kakak ada perempuan yang tinggal di situ"


" ooh iya dia nara... yang akan nikah sama kakak"


"hah.... dia perempuan baik baik kan kak?... tapi kata mamah... mana ada perempuan baik baik mau tinggal satu rumah dengan lawan jenis trus gak hubungan" kata ranti.


"dia perempuan baik baik... kamu tenang aja.. "


"hem... dia punya keluarga? "


"ada... tapi kayak gak peduli gtu sama dia"


"terus kakak kenal dia dari mana? "

__ADS_1


"kakak pernah nolong dia dia kali waktu di jalan... yang pertama dia pingsan... yang dua dia duduk kursi di jalan yang gelap di tempat yang sama kakak nemuin dia pingsan... kayaknya dia pergi dari rumah... soalnya bawa koper gitu" jelas rega.


"jadi dia kayak di buang gtu" kata ranti seperti mengejek. rega mendengar nya mengerutkan dahi... dia tidak suka dengan kalimat ranti... tapi dia tidak bisa marah adiknya itu.


"aku gak setuju kakak nikah sama dia... kalo dia di buang keluarganya pasti ada kesalahan yang fatal dia buat nya... pasti dia bukan perempuan baik baik" ranti sambil teriak.


"memang nya kakak minta restu sama kamu" rega heran sambil tersenyum.


"iihhh... kakak!!!.... pokoknya aku gak setuju TITIK. " tekan ranti. dia langsung pergi kamar mandi sambil berlari. rega melihat nya hanya mengehela nafas.


rega turun ke bawah ingin langsung ke kantor...


"tidak sarapan dulu" tawar melisa pada anaknya.


"gak mah... rega mah rapat" menghampiri mamah nya memeluk lalu mencium kening mamah nya. "rega pergi dulu mah... rega mohon bantuan mamah untuk siapin acara pernikahan rega... gak usah mengundang orang luar... hanya keluarga dari mamah sama papa aja" melisa hanya mengangguk menatap rega dengan malas. melihat itu rega hanya mengabaikan kan saja.


ranti turun dari kamar nya sudah rapi.


"tumben cepat" kata melisa.


"karena kakak tadi datang ranti jadi bangun karena kesal langsung mandi deh"


"kesal kenapa" melisa heran.


"kakak katanya mau nikah sama perempuan yang di buang keluarganya" kesal ranti sambil duduk di kursi meja makan.

__ADS_1


"di buang gimana" melisa makin heran


"itu mah... perempuan yang di nikahi kakak... mamah juga pernah liat kok yang di apartemen kakak itu... kata kakak dia nemuin perempuan itu pingsan di jalan... trus pernah lagi ketemu perempuan itu bawa koper kayak habis di usir atau dia pergi dari rumahnya kayaknya"


"kami serius? "


"iya mah.... aku tau pasti dia bukan perempuan baik baik.... gak mungkin kan pergi dari rumah nya tanpa alasan... pasti dia buat kesalahan fatal" duga ranti.


"apa rega nemuin perempuan itu di tempat yang sama? " tanya mama.


"iya mah"


"mamah curiga... pasti perempuan itu tau kalo rega bakal lewat jalan itu... itu pasti rencana dia mau rebut harta rega.... mamah gak akan biarin" tekad melisa. ranti pun membenarkan perkataan mamah nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa like😭


__ADS_2