Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Misi gagal


__ADS_3

part ini pendek, author blm ada ide😌


"kelihatannya kamu memang mengejar harta hen ya... sampai sampai saya suruh kamu pergi pun kamu gak mau" kata ibu nya Hendra.


lily menunduk memandang putri yang memeluk kakinya. mertua perempuannya itu tiba tiba masuk dan berkata hal menyakitkan itu.


"dia yang suruh saya nunggu, kalau tidak pun saya akan pergi sejak lama. " kata lily.


"sebulan kan?... kata hen sebulan.... beberapa hari lagi, dan hen belum ada kabar sampai sekarang, lebih baik kamu menyerah. dan juga Terima kasih sudah merawat anak saya, tapi kamu pasti tau, saya tetap gak pernah menyetujui hubungan kalian. "


diam.


"bunda... ngantuk.. " rengek putri di akhiri dengan menguap.


"huuf... tapi masih beberapa hari lagi. " lirihnya masih tetap mau menunggu.


"percuma... saat hen sembuh nanti, saya juga gak mau kamu tetap jadi bagian keluarga ini... saya sudah merundingkan ini dengan suami saya....satu unit rumah, dan uang dua M dalam bentuk cek, sebagai ucapan Terima kasih. tapi kamu harus pergi secepatnya... karena kamu sudah mendapat calon yang lebih berkualitas untuk hen. "


sesak. lily semakin menundukkan kepalanya.


"baik."


"heheh... ternyata kamu mata duitan juga. " mertuanya itu langsung pergi.


jangan menangis.... jangan menangis.... batinnya.


"ayo tidur... sudah malam... bunda mau beresin barang barang kita dulu. "


"kenapa di bersyin bunda? "


lily diam, sedikit memaksa putri berbaring, dan menepuk nepuk punggungnya. putri langsung tidur.


dia beranjak mengambil tas tempat pakaiannya, pakaiannya memang banyak, tapi dia hanya akan membawa pakaian yang di bawa nya saat baru tinggal di sini. begitu juga dengan pakaian putri. bukan bermaksud apa apa, tapi dia juga tidak membutuhkan pakaian pakaian mahal itu kedepannya.


setelah selesai, di sandarkannya di depan lemari dua tas yang terisi penuh sampai sulit di kancing.


...*****...

__ADS_1


lily meletakkan handphone di meja rias, lalu meletakkan lagi sebuah cincin di atas handphone itu. dia tersenyum kecut.


putri keluar dari kamar mandi.


"udah siap bunda.. "


"udah?... sini pakai bajunya. " menarik anaknya ke dekat ranjang.


"kita mau ke mana bunda?"


"kita mau liburan... "


"ooh... ayah ikut? "


"gak... cuma kita. "


"nanti ayah marah kalau gak kita ajak, kita telfon ayah ya bunda, putri rindu... mau ajak liburan juga. "


"gak .... gak boleh... kita gak bisa sama ayah lagi... "


"kenapa? "


"kenapa gak boleh ganggu, kan itu ayahnya putri. "


lily memikirkan jawabannya yang tepat.


"heemmm..... kayak putri kalau lagi main, kan gak suka di ganggu, kalau bunda ganggu, putri pasti marah kan?... jadi ayah gitu juga, kita gak boleh ganggu, nanti ayah marah. oke?. "


"ooh... jadi ayah keluarga baru mau main? gak boleh ganggu? " katanya polos.


lily tidak paham dengan kalimat putri, hanya mengangguk saja lah.


"oke.... ayo turun... nanti kita telat liburannya"


lily membantu putri menggendong tas pakaiannya.


"berat? " tanya nya. putri menggeleng semangat dengan senyum nya yang tak hilang hilang.

__ADS_1


lily juga ikut menggendong tas nya, mereka turun bersama, seseorang di bawah sana pasti sudah menunggu kepergian mereka.


"kakek!!! dada!!... putri mau liburan sama bunda.. "


putri berlari saat di anak tangga terakhir, dengan polosnya dan semangat mengatakan mereka akan liburan pada kakeknya.


kedua orang tua parubaya itu mengernyit heran.


"kami akan pergi sekarang, permisi. "


langkahnya terhenti saat wanita paruh baya itu mengerahkan sesuatu padanya. mungkin ini yang di katakan tadi malam. lily menerima saja.


"dada... kakek... nenek.... putri liburan dulu, nanti balik lagi"


ayah dan ibu itu saling pandang, tersenyum sinis.


wanita paruh baya itu mengetikkan sesuatu di ponselnya.


"di Terima... dugaan mama gak salah. "


sedangkan di luar.


"pak... nitip ini ya. " menyerahkan sesuatu pada penjaga gerbang itu.


"ini apa nyonya? "


lily langsung pergi begitu saja... penjaga itu membuka pemberian tadi, dia langsung kaget, saat ingin memanggil lily, tapi dia sudah menaiki taksi.


penjaga itu masuk ke rumah dengar tergesah gesah.


"tuan.. nyonya.... nyonya muda menitipkan ini.. "


ayahnya Hendra melihat isinya... kemudian wajahnya langsung panik..


"kenapa pah... " tanya istrinya.


"mampus mah... dugaan kita salah... " sambil menunjukkan sebuah amplop coklat itu.

__ADS_1


"astaga.... aku kehilangan cucuku.. " pria itu frustasi,tidak bisa melihat cucu nya yang imut itu, karena mereka yang kurang kerjaan, sok sokan mengetes menantunya.


author pemalas ini tidak berharap banyak tapi kalau berkenan, tolong di like, dan tolong follow juga😭


__ADS_2