
Semalam lily dan putri meninggalkan rumah sella... Memutuskan mengikuti saran ibu sella, untuk tinggal di rumah mereka sebelumnya.
Lily setuju. Dia langsung pergi saat itu juga, karena segan... Dan tidak mau bertemu rian yang membuat nya semakin benci. Tidak tau sebabnya apa. Yang pasti, sedikit banyak rian lah salah.
Sekarang dia sudah tenang... Semoga, rian juga tidak memberitahu keberadaan nya pada Hendra, adiknya.
Dia hanya ingin hidup berdua dengan tenang bersama putrinya.
Lily dan putri hampir sampai di rumah yang sekarang mereka tinggali. Baru pulang dari pasar. Tapi masuk ke gang rumah harus jalan kaki.
Saat sampai, dia melihat sebuah mobil Fortuner hitam di depan rumah.
"Bun da... Itu mobil syapa? "
"Bunda gak tau. "
Tiba tiba putri langsung berlari menghampiri ke sisi samping mobil itu.
Lily tidak sempat mengehentikan, takutnya penculikan
Tapi saat mendengar...
"Ayahh!!? "
Membuat lily kaget... Siapa yang kata putri ayah?. Dia jadi degdegan. Berjalan lebih cepat. Tapi sosok itu muncul sambil menggendong putri.
Berhenti.
Mereka saling pandang..
"Nga-ngapain kamu di sini... Putri... Turun... Masuk kerumah! " Perintah lily.
Putri bingung... Tapi akhirnya dia menurut... Terpaksa Hendra menurunkan putri.
__ADS_1
"Li... "
"Ngapain? " Ketusnya.
"Aku cari kalian... Tapi rumah nya sudah rata dengan tanag.... Tapi tadi pagi bang rian ngasi tau, kalau kamu tinggal di sini. "
"Oh." Lily langsung masuk ke rumah.
"Putri... Cepat mandi, trus tidur siang "
Putri menurut. Tapi dia hanya diam. Melihat ibunya sedang di dapur, dia diam diam mengintip jendela... Kemudian melambai dengan senyum merekah ke arah Hendra. Hendra pun membalas lambaian tangan putrinya.
Dia masih menunggu lily mau menerima nya masuk, dan meminta maaf.
****
Sampai malam tiba... Hendra tidak juga pergi dari sana... Seseorang di dalam rumah pun tidak peduli.
"Bunda.... Biarin ayah masuk ya... Kassian. "
"Bunda! "
"Diam putri!!.. Cepat tidur. " Spontan lansung membentak anaknya itu.
"Huuaaaa!!!! ... Mau ayah.. "
"Diam!... Jangan sampai bunda pukul kamu.nurut!. Kamu gak punya ayah... Cuma punya bunda. Bunda yang rawat kamu. Dengar? "
Putri menggeleng. "Hiks... Mau ayah!!! "
"Diam!!!." Sambil memukul bahu putri pelan, tapi bertenaga, membuat badan putri terguncang.
Putri langsung menangis sambil membekap mulutnya.
__ADS_1
Dia ingat, saat anak kecil di samping rumahnya dulu di marahi ibunya.... Ada ayahnya yang membela dan memeluk anaknya yang menangis.
Sekarang itu terjadi padanya, tapi tidak ada yang membela dan memeluknya. Membuat keinginannya memiliki ayah semakin ingin besar. Dia ingin punya ayah, walaupun dengan meninggalkan ibunya sekali pun.
Keesokan paginya, dia tidak melihat mobil itu lagi, pasti dia sudah pergi.
...*****...
Dengan ragu lily yang menggendong putri memasuki ruangan di sebuah rumah sakit.
Tadi, ada beberapa lelaki berpakaian rapi tiba tiba membawa mereka berdua... Dan malah di bawa ke rumah sakit... Entah apa tujuannya.
Tapi dia berfikir, orang orang itu tidak akan menyakitinya, dan dia pun menurut. Dan malah di suru masuk ke sebuah ruang rawat di rumah sakit ini. Ntah siapa di dalamnya.
"Bunda takut... " Rengen putri menyembunyikan kepala nya di bahu ibunya karena para bodyguard di depan ruangan itu menatapnya terus.
"Jangan takut. "
Lily pun masuk ke dalam.... Langsung melihat seorang terbaring lemah di brankar rumah sakit.
Awalnya tidak mengenali orang tersebut karena wajahnya sangat pucat.
Laki laki? Batinnya.
Kembali mencoba mengenali orang tersebut yang sepertinya sangat dekat dengannya.
Hendra? Batinnya. Matanya langsung membulat terkejut. Pandangannya langsung melihat di sisi brankar adalah ibu nya Hendra yang sedari tadi menatapnya.
"Ma-maaf? " Lily mencoba meminta penjelasan.
"Silahkan duduk... Ada yang mau saya bicarakan. "
Lily mengerutkan keningnya, kenapa nada bicaranya sangat lembut, berbeda dengan yang dulu.
__ADS_1
penasaran? klw gak yaudah🙃