
sudah seminggu rega di thailand.... tapi kabar buruk yang di dengar nara tadi malam.... kata rega....masalah yang di alami ternyata lebih besar dari yang di pikirkan nya.... butuh tiga atau 4 hari lagi mereka baru pulang..... nara tidak kuat lagi menjalani penyiksaan mertuanya.... terpaksa dia mengadu pada rega.... berharap rega percaya pada nya. tapi semua tidak sesuai harapan.
flashback on
tengah malam nara menelfon rega, beberapa kali panggilan baru di angkat.
"ada apa sayang? " tanya rega. nara diam. "hey.... kenapa diam? kamu masih di sana? " tanya rega.
"hiks... hiks... " terdengar di telinga rega... dia mengerutkan keningnya. "kamu hiks... pulang ya... " kata nara dengan lirih sambil menangis. rega menghela nafas... kirain apa.
"aku minta maaf ya... belum bisa.... jangan nangis ya" bujuk rega.
"aku... hiks... gak mau di sini" kata nara menggelengkan kepalanya.. menangis sambil menggigit kuku.
"kenapa? mama sama ranti jahat sama kamu? " nara mengangguk cepat.. walaupun tidak di lihat rega.
"iya.. iya... mama jahat hiks... kamu pulang ya.. aku udah capek hiks" rega mengerutkan kening... nara mengatakan mama nya jahat? ah... mungkin hanya untuk membujuk rega agar cepat pulang. pikir rega.
"mama jahat? " rega terkekeh. " kamu ya.... mana mungkin mama jahat.... mama itu mama terbaik di dunia bagi ku.... apalagi sama kamu.... aku tau kamu bilang mama jahat cuma mau aku cepat pulang kan" tebak rega. tapi salah.
"aku serius... mama jahat.... dia nyuruh aku ngerjain seluruh pekerjaan di mansion!... kalo semua kerjaan belum selesai aku gak boleh makan sama minum!!... kamu tega?!.... kenapa kamu gak percaya sih sama aku?! .....kalau kamu gak percaya kita pisah aja!!!!" nara meninggikan suaranya.
"oke... oke... nanti aku tanya sama mama" nara langsung mematikan panggilannya.
di thailand.
rega menghela nafas.... mencari kontak mama nya....
"halo ma... "
"ada apa? "
__ADS_1
"hem... kepulangan ku ditunda " mendengar itu melisa tersenyum lebar.
"iya... baik baik di sana... kerjakan sampai selesai pekerjaanmu" kata melisa tersenyum.
"ma.... nara ada ngadu sama aku... mama gak jahatin dia kan? " tanya rega dingin.
seketika melisa geram... berani juga wanita ini ngadu... lihat saja. "gak mungkin lah... memang istri kamu aja bandel... ya mama hukum dia.... mama udah bilang dari awal... dia bukan perempuan baik baik.... tapi kamu malah mau nikah sama perempuan jalanan yang di buang keluarganya.... istri kamu itu memang manja, pengadu. pantas orang tua nya membuang dia" kata melisa..
"mama gak bohong kan?..... tapi kenapa dia sampai minta cerai kalau aku gak percaya sama dia"
"heh.... istri kamu itu makin ngelunjak ya.... gak pernah ngertiin kamu yang lagi capek kerja... tapi sempat sempat minta cerai..... heran mama sama istri kamu itu. pake bilang mama jahat sama dia lagi.... udah deh.... mama mau tidur. ngantuk" melisa langsung memutuskan panggilan.
rega memijit pangkal hidungnya..... beban pikirannya sudah banyak.... di tambah nara yang minta cerai karena tidak di percayai.
rega kembali menelfon nara... di angkat sangat cepat.
"halo" kata nara.
rega menghela nafas. "kamu tunggu aja aku pulang tiga hari lagi.... jangan membantah mama..... mama bilang kamu yang tidak bisa di atur... makanya mama hukum kamu" jelas rega.
amarah rega memuncak. " tapi mansion punya aturan! kamu tau?!... mansion itu bukan rumah orang tua kamu yang bebas kamu ngapain, keluar masuk sesuka hati!!!.... mungkin benar yang di bilang mama...... kamu di buang keluarga mu karena gak bisa di atur... mungkin kamu berkeliaran sampai tengah malam kayak perempuan liar.... makanya orang tua kamu membuang kamu.... entah kenapa aku bertemu wanita liar yang di buang keluarganya... bodohnya aku sampai menikahinya pula. " emosi rega berapi api... berkata tanpa memikirkan perasaan nara sakit hati atau tidak mendengar kalimat nya.
"iya.... aku memang di buang keluarga ku... aku tau mama kamu yang baik sedunia itu bukan seperti ibu ku yang membuang ku, makanya kamu gak ngerti apa yang aku alami..... tapi aku bukan perempuan liar.... kalau aku perempuan liar... mungkin kamu bukan yang pertama untukku.... kamu tidak lihat, kamu yang yang merenggut keper*wanan ku seperti binatang yang tidak punya etika..... iya.... kamu memang bodoh.... kamu bodoh mau menikah dengan wanita yang liar yang di buang ini.... kenapa tidak menceraikan aku saja" kata nara berapi api... dengar suara bergetar menahan tangis, menguatkan hatinya menyelesaikan kalimat itu agar rega sadar betapa sakit hatinya nara mendengar perkataan nya.
"sudah lah... aku capek.... aku pusing banyak kerjaan.... di tambah kamu yang manja gak jelas" mengakhiri panggilan. rega melanjutkan pekerjaan nya. tapi tetap tidak fokus.... mengingat perkataan nya pada nara.... "bodoh.... mungkin dia sakit hati mendengarnya... kok bisa aku berkata seperti itu.... heh... pulang nanti aku akan minta maaf. "
flashback off
sedangkan nara yang tadi berdiri di balkon sambil menelfon rega, perlahan tubuhnya merosot ke bawah sambil bersandar pada pembatas balkon kamar nya. dia menangis menutup mulutnya. begitu sakit hatinya mendengar perkataan rega yang tidak mempercayai nya.... apa lagi mengatakan nara perempuan liar yang di buang keluarga nya..... rega.... satu satu nya orang yang di anggapnya bisa melindunginya, karena nara merasa nyaman dengan perlakuan lembut rega.... jujur.... rega lah satu satu nya orang yang memperlakukan nara seperti berlian yang berharga.... yang di anggap nara pelindung.... tapi kini orang itu sudah menjatuhkan harga diri nara.... menghinanya dengan mengatakan wanita liar. dan dia mengatakan menyesal menikah dengan nara.
"kenapa kalian tidak ada yang percaya pada ku.... tidak ada yang mengerti pada ku.... apakah aku harus mati dulu baru kalian percaya" kata nara dalam hati.
__ADS_1
sekarang tidak ada lagi orang yang menyayanginya dengan tulus.... ternyata kebahagiaan nya dengan rega hanya sesaat.... dulu dia berharap menemukan pendamping hidup yang akan mencintainya, menyayanginya, dan menjadi pelindung serta selalu percaya pada pasangannya.... dan dia perlahan berharap rega lah orang nya..... tapi kini dia merasa semakin yakin bahwa dia memang di takdir kan untuk tidak akan mendapat kasih sayang seumur hidupnya. di takdir kan sendiri.... tidak ada penguat untuknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hahhh.... udah lah ya.... JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ππππ€
udah nguantukkkkπ΄π΄π΄
__ADS_1
HARUS KOMEN. TITIK. π€ͺπ
follow IG:@Lala_lela067