Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Sedih dan Senang


__ADS_3

.


.


.


.


lily membawa kopernya turun dari kamarnya.... pelayan yang melihat terkejut.


"non... anda mau ke mana?... tuan bilang anda tidak boleh keluar. " kata pelayan yang usianya sudah setengah abad itu.


lily tersenyum di balik masker yang di pakainya untuk menutupi goresan itu, dia juga memakai syal menutupi goresan di leher belakangnya.


"gak bu.... lily gak boleh tinggal di sini lagi.... orang rendahan tidak boleh tinggal di sini. "


"tapi non.... tuan tidak mempermasalahkan itu selama ini. "


"oh iya... di mana tuan? " tanya lily.


"sedang berenang di kolam belakang"


lily mengangguk.


"lily pergi ya bu.... ucapkan terimakasih untuk tuan karena sudah membiarkan ku tinggal di sini. "


"non... "


saat lily memilih pergi tanpa mendengarkan siapa pun .... pelayan itu berlari menemui Hendra


Hendra yang mendengar perkataan pelayan itu buru buru menyusul lily.


"ly... kamu mau kemana? " seru Hendra yang sudah di hadapan lily.


lily mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.... betapa dia sangat malu pada Hendra yang sudah sangat baik padanya... lily menunduk malu dengan bibir bergetar... tidak berani menatap Hendra lagi.... dia sudah kehilangan harga diri nya di hadapan lelaki yang dia kira akan menerima apa adanya.


"ly... kamu mau kemana... kok bawa koper? "


lily menggeleng. "a.. aku... gak pantas sama kamu hiks".


Hendra terdiam.... dia juga bingung mau mengatakan apa.


hening


lily yang menunggu sahutan Hendra memilih memulai pembicaraan.


lily membungkukkan badannya seperti pelayan lain yang menyambut Hendra. membuat Hendra mengerutkan keningnya.


" Terima kasih kak... Terima kasih sudah membiarkan ku menumpang di sini. " lily kembali menegakkan tubuhnya.


"apa kamu mau memantaskan diri? "

__ADS_1


lily mengangguk


"mari lakukan perawatan ya "sambil memegang tangan lily


kata kata itu membuat lily mencerna maksudnya. perlahan dia mengerti. dia melepaskan genggaman tangan Hendra.


lily menunduk lalu menggeleng pelan.


"apa kakak mencintaiku? "


"sangat... aku sangat mencintai mu... kau juga mencintai ku kan? kalau begitu ayo lakukan perawatan... gak akan sakit.... apa kamu gak mau membuat kesan pertama kita lebih baik? " hendra berbicara tidak sabaran.


"hiks hehehe... tidak.... kau tidak mencintai ku.... kalau kau mencintai ku... kau akan menerima ku apa adanya... kau akan menerima masa lalu ku.... kau akan menerima kekurangan yang ada pada ku.... kau memang sudah menerima masa lalu... tapi kau tidak menerima kekurangan dalam diri ku... dan aku mau seseorang yang menerima kekuranganku.... dan mungkin aku tidak akan pernah menemukannya.... tidak akan ada yang mau menerima orang yang menjijikan seperti aku.... jangankan mendapatkan cinta.... memberikan tumpangan saja pasti tidak akan mau.... kau juga pasti jijik kan... dan aku tidak mau mengotori rumah mewah ini. "


"tunggu ly tunggu" Hendra menyamakan langkahnya pada lily yang berjalan cepat.


lily semakin rendah diri jika sudah berhadapan dengan Hendra.


"naikkan kepalamu, aku mau bicara. " perintah Hendra.


lily malah semakin menunduk.


tiba tiba kening hendra mengkerut


"ly... kening kamu kenapa? "


lily gelagapan... dia berusaha merapikan poninya agar luka sayatannya itu tidak terlihat.


"ly!!... apa yang kau lakukan?! " seru Hendra. dia langsung membuka masker dan syal lily... terlihatlah beberapa luka sayatan itu yang sudah mengering.


"astaga!!... apa ini... kenapa kau melakukan ini lagi... kau sudah berjanji tidak seperti ini lagi kan? " Hendra mengecek setiap lukanya dengan terburu buru.


"aaww...! "


"maaf maaf. "


Hendra mengecek luka itu dengan lembut....


Hendra terlihat sedih... dia mengelus goresan yang yang pipi lily.


"tidak usah pergi ya... di sini saja... "


"apa kah ini rasa kasihan antara dokter dan pasiennya?.. atau rasa cinta? "


...----------------...


...----------------...


Nara dengan bahagia memasak di dapur.... sangat harum bahkan membangunkan orang di rumah itu.


apalagi rega yang masih tertidur... beberapa hari ini dia sangat kelelahan sampai telat bangun.... tidak tau bagaimana reaksinya saat melihat Nara memasak dan membuat Nara kelelahan.

__ADS_1


dan sudah di tebak... rega sudah berteriak sambil memasuki dapur


"ra!!.... ra!... maaf ra... aku telat bangun... biar aku saja... nanti kamu lelah"


"gak perlu... aku gak lelah.... eh"


rega terbelalak.


"sekali lagi ra.. "


"sana kamu mandi aja"


"Aaaa!!!! .... ara ku sudah mau berbicara lagi.... ya Tuhan... aku senang sekali... muaacc muaac muaach" menciumi seluruh wajah Nara.


"karena aku sedang senang.. jadi biarkan aku memasak.. kau duduk saja" sambil mendorong paksa bahu Nara duduk di kursi yang ada di dapur.


"ck... masakanku bisa bau jika kau yang memasak"


"ha? benarkah" rega dengan polosnya. " baik lah... karena aku sedang senang... aku akan menurut... jangan terlalu lelah yang babyyyy muuaaccc..."


rega berjalan menuju kamar dengan berseri seri....


sampai di kamar... dia melihat zuri sudah bangun...


"ayo anak papi... kita mandi biar bisa sama mami ya... "


rega benar benar berseri sering sepanjang hari... dia sampai tidak mau ke kantor... kerjanya hanya lengket pada Nara dan selalu menyuruh Nara untuk mengeluarkan suara dan mengulangi kata kata yang di ucapkan rega.


hari sudah malam... mereka sedang berpelukan di tempat tidur.


"yank... coba bilang 'aku mau makan' ."


"aku mau makan. " kata Nara sudah malas.


"coba bilang lagi ' ayy lov yu'. "


"ay lov yu"


"love you too baby.... muuacc hehehe"


"ck.. " Nara kesal.


"yank.. coba bil... __"


"stop.... udah ya... aku ngantuk... kamu gak mimpi kok... aku ini beneran aku memang udah bicara lagi. "


"heheh.... kayak gak percaya aja gitu... aku seneng banget waktu kamu ngeluarin suara.... aku takut aku cuma berkhayal... makanya aku ngetes kamu terus.... raa... ayo dong ngomong lagi... " karena kepala rega tepat di dada Nara... dia tidak bisa melihat wajah Nara.


"ra.... apa aku cuma mimpi... kamu kok gak mau bicara lagi... " melihat ke Nara "eh.... udah tidur toh.. hehe.... good night baby.... cup... " rega kembali menyerukan wajahnya di dada Nara yang empuk.


...udah ahk... vote dong๐Ÿ˜œ...

__ADS_1


__ADS_2