
hari ini nara kembali dengan kegiatan yang dia lakukan selama seminggu ini... mengingat tadi malam dia mendesak rega untuk pulang.... dia sedang mengepel lantai.... berkali kali melihat ke arah pintu berharap rega datang. saat terdengar suara mobil menuju depan mansion.... nara pikir itu rega.... dia berdiri di tempat menghadap pintu masuk tangan nya masih menganggap kain pel... tersenyum cerah 1000 wath... berharap rega yang datang melihat senyum nara yang indah..... tapi tidak sesuai harapan.
"kenapa kamu senyum senyum? "
ternyata ranti yang datang dengan seorang pria... tunggu tunggu.... seperti pernah melihat... itu... itu... kurir.... kurir yang menjebak nara waktu di apartemen. apa hubungan ranti dengan pria ini. ranti menyadari keterkejutan nara.
"kenapa... gak asing dengan wajahnya? " tebak ranti menunjuk lelaki yang di gandengnya. lelaki itu tersenyum miring. "dia pacarku.. " kata ranti dengan sombongnya.
"ke... kenapa bisa.... jangan jangan.. "
"iya kamu... eh maksudnya kakak ipar.... kakak ipar benar.... dia yang menjebak kamu... kalau mau mengadu dengan kakak ku.... mengadu saja.... ka rega pasti gak percaya sama perempuan buangan kayak kamu" ranti dan pacarnya bernama beni berjalan ke ruang tamu, duduk di sofa.
nara terkejut sekaligus marah.... dia marah karena lelaki itu menyebabkan rega tidak percaya pada nara.... nara harus mengatakannya pada rega.
πππππππ
sore hari nya..... nara merasa badannya itu lemah.... pusing... sesekali pandangannya kabur.... dia memasak untuk makan malam.... dia mencoba kuat agar tidak pingsan. saat memotong sayuran tangan nya samai tersayat pisau karena pusing yang di alaminya pandangannya kabur.
"astagah!!!nyonya.... sini biar saya obati" kata pelayan yang selalu membantu nara. hanya dia pelayan yang mau gajinya di potong setengah agar bisa membantu nara.... walaupun melisa tidak mengizinkan pelayan itu membantu banyak.... tapi pelayan itu yakin bisa mengurangi kelelahan yang di alami nara. sedangkan pelayan yang lain.... mereka asik di wilayah mereka yang berada di belakang mansion ,ada yang luluran, maskeran, dsb.
pelayan itu mengobati jari nara... "nama ibu siapa? " tanya nara.... seminggu mereka bekerja sama tapi nara tidak pernah menanyakan namanya.
"jangan panggil ibu.... panggil bibi saja nya.... saya cuma pembantu.... nama bibi sartika... panggil bi tika saja. "
nara mendengus sambil terkekeh. " ibu ada ada saja.... lihat gak... sekarang kita sama.... kita sama sama pelayan di sini" nara tersenyum sedih.
"tapi nyonya istri tuan rega.... tidak pantas memanggil saya ibu... panggil bibi saja.. "
"kalau rega tidak ada.... saya bukan siapa siapa di sini bu..... kita sama saja. "
"saya minta maaf nyonya.... tidak bisa berbuat apa apa" bi tika menunduk sedih.
"sudahlah bu.... saya gak papa.... dari kelas 2 sd juga saya sudah biasa seperti ini"
"da... dari kelas 2 sd? " bi tika terkejut. "nara mengangguk.
" ayo bu kita lanjut... nanti nyonya marah kita belum masak hehehe"
bi tika heran dengan nara..... sangat tegar... dia hanya tersenyum. mata bi tika sudar berkaca kaca melihat nyonya nya itu masih bisa tersenyum walaupun di perlakukan seperti pembantu.
"nyonya duduk saja.... nyonya terlihat pucat... saya takut nyonya kenapa kenapa"
"gak kok bu.... saya masih kuat" kata nara sambil menunjukkan ototnya.
baru berapa langkah nara berjalan... kepalanya kembali pusing....
bruukk...
__ADS_1
"astaga!!!! nyonya!! .... "bi tika berteriak kencang karena nara pingsan, sehingga penjaga mendengar... beberapa penjaga berlari masuk ke dalam mansion... untuk melisa masih arisan, ranti belum pulang kuliah karena masuk siang.penjaga tidak ada yang berani menyentuh nara. karena mereka di larang rega secara langsung berdekatan dengan istrinya.
" kenapa kalian diam? .... cepat angkat nyonya kekamarnya" bentak bi tika.
"tuan melarang kami berdekatan dengan nyonya" kata salah satu penjaga.
"tapi sekarang darurat... saya tidak bisa mengangkat." bi tika emosi. "kamu.... cepat angkat nyonya. " bi tika menunjuk penjaga yang paling muda di situ. penjaga itu bingung....takut takut menyelipkan satu tanganya di bahu nara, tangan satunya di belakang lutut nara, membawa nya ke kamar nara.
bi tika langsung memanggil dokter keluarga nero. setengah jam. kemudian dokter datang. memeriksa nara. memberitahukan kondisi nara pada bi tika.
dari hasil pemeriksaan dokter... mengatakan kemungkinan nara sedang mengandung. pingsan karena dehidrasi, dan kekurangan nutrisi.
bi tika langsung menelfon rega... memberitahukan kalau nara pingsan, tapi tidak memberitahu kalau nara hamil.
bi tika melanjutkan masaknya karena nara masih belum sadar.
"kemana wanita itu? " tanya melisa sudah datang dari arisannya melihat nara tidak melakukan tugasnya.
"maaf nya... nyonya tadi pingsan... sekarang belum sadar.... say sudah memanggil dokter... dan memberitahu tuan rega. " kata bi tika takut takut.
"memberitahu rega? " melisa marah.... pastilah anaknya itu langsung datang jika mengetahui keadaan nara.
"jadi bagaimana keadaan nya"
"kata dokter nyonya kemungkinan sedang hamil... jadi pingsan karena dehidrasi. "
"hamil? " bi tika mengangguk. melisa menghela nafas. biarlah.... walaupun dia hamil... memang apa hubungannya denganku.
"pak bisa cepat sedikit tidak.... kenapa lambat sekali" gerutu rega.
"ini sudah paling cepat" kata supir. tidak ada andi.... dia menyelesaikan masalah yang belum selesai di thailand.
"dari tadi kau bilang paling cepat... tapi kenapa belum samai juga. "
"tuan duduk lah dengan baik dan tenang.... jika kita terlalu cepat... kita bukan sampai ke mansion... tapi ke rumah sakit" supir itu sudah sangat berani memerintah rega. dia langsung menepuk bibirnya.
"hei.... kau mengatur? " walaupun begitu rega jadi duduk diam.
sampai di mansion rega langsung berlari masuk sampai menimbulkan keributan.
"rega.... kenapa berlari seperti itu.... " tanya melisa yang duduk di ruang tamu. terganggu dengan surasa sepatu rega karena berlari.
"bagaimana keadaan ara ma?.... bagaimana keadaan istriku? "
"hei... tenang lah... seperti istrimu di ruang gawat darurat saja. .... dia di kamar kalian.... dia baik baik saja. "
rega langsung berlari. membuka pintu dengan kasar.
__ADS_1
menghampiri nara terbaring di ranjang dengan lemah.
sebenarnya nara sudah bangun satu jam yang lalu.... tapi karena masih lelah dia tidur saja. tapi jadi terganggu karena rega yang membuka pintu dengan keras.
nara membuka mata nya. . .. kabur kabur melihat rega di sampingnya.... di pikirnya ini mimpi.... tapi dia yakin itu benar benar rega.
seketika raut wajah lemahnya berubah menjadi marah dan kesal. dia berbalik... tapi terhalang oleh infus. jadinya dia hanya menaikkan selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya. dia malas melihat rega.
rega duduk di pinggir tempat tidur, dia sadar iistrinya sedang ngambek. saat ingin menyentuh nara.....
"permisi tuan..... saya membawa makan malam untuk nyonya. " rega mengambil makanan itu.
"apa yang di katakan dokter tentang keadaannya bi? " tanya rega.
"nyonya mengalami dehidrasi, dan kelelahan"
"kenapa bisa kelelahan? " bi tika ingin menjawab tapi...
"istrimu yang memaksa ingin mengerjakan pekerjaan di mansion ini karena bosan katanya... jadi mama tidak bisa membantah" melisa tiba tiba nimbrung. memolototi bi tika...kemudian bi tika langsung pergi.
"begini mama ingin mengatakan kabar baik yang di katakan dokter padamu" kata melisa dengan antusias. tentu saja itu sandiwara.
"apa ma"
"kata dokter sebentar lagi mama akan memiliki cucu" sangat antusias mengatakannya.
"ma.... maksud mama? " rega jadi gagap.
"iya istri mu hamil.... tapi biar lebih pasti lagi besok periksa ke dokter obgyn "
"benarkah? " melisa mengangguk. "mah.... mama keluar dulu ya.... aku ingin berdua dengan istriku".rega sangat senang...keinginannya nara agar hamil sudah tercapai. melisa mengangguk dan keluar.... saat pintu tertutup, ekspresi wajahnya langsung berubah marah.
"aku tidak akan menerima itu sebagai cucuku"
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
udah ahk.... capek... TOLONG DI LIKE DAN VOTE author maksa kali iniπ€£biar makin rajin. π