Terjebak Cinta Mu

Terjebak Cinta Mu
Di tinggalkan


__ADS_3

"dasar pembunuh... " geram rega.


"siapa pembunuh? " nara berusaha tenang untuk tidak menangis.


"kamu pembunuh anakku... "


"maksud kamu apa? " nara bingung.


"jangan bersandiwara.... aku sudah tau semuanya.... " rega marah. "aku tau kamu pernah marah sama aku, trus kamu bilang aku akan kehilangan anakku jika aku tidak mempercayaimu... berarti kamu mau membunuhnya.... tapi itu sudah lewat... kita sudah baik baik saja... tidak ada masalah.... tapi kenapa kamu tega menggugurkan anakku. " suara rega sudah melemah.


"maksud kamu apa sih... aku gak paham.... kalo soal kata kata ku itu kamu salah mengartikan....aku juga tidak menggugurkan mereka.... mereka anakku juga... aku senang akan menjadi seorang ibu.... jadi aku tidak mungkin menggugurkan mereka. " jelas nara.


"diam.. " rega mencekik leher nara. "kamu tidak pantas di sebut seorang ibu.... kamu sudah membunuh anak ku... kamu tega." rega semakin erat mencengkram leher nara sampai nara sulit bernafas.


"le... leppass... " kata nara.


rega menghempaskan tangan nya dengan kuat, sampai merasakan sakit di perutnya... terlihat darah merembes menembus baju pasien, huh... jahitannya belum kering dan sudah berdarah akibat rega. tapi tidak saat nya mementingkan itu.


"karena kau sudah membunuh anakku.... aku akan mencerai kan mu. "


duarr!!


bagai di sambar petir mendengar itu. tidak.... nara tidak mau.... dia tidak punya siapa siapa lagi.


nara menggeleng. "gak mau..... aku gak mau.. " menahan tangan rega, sambil menggeleng berkali kali. sambil menangis.


rega menghempaskan tangan nara kemudian keluar. nara berusaha mengejar rega. menuruni brankar dengan tergesa-gesa, tapi masih lambat karena kondisinya masih lemah.


"jangan tinggalkan aku.... jangan.... aku gak mau pisah... aku cuma punya kamu...di dunia ini... " berusaha membujuk rega, tentu saja itu tidak dengar oleh rega karena dia seperti bergumam. tidak sanggup berdiri karena masih lemah... akhirnya di terjatuh, diiringi tiang infus juga terjatuh membentur punggung nara.

__ADS_1


mendengar itu itu rega berhenti melihat ke ruangan nara. terlihat nya nara yang berusaha mengejar rega, dengan tubuh di lantai, berusaha mengejar rega seperti bisa di katakan mengesot, karena tidak sanggup berdiri, dan memegang perutnya bekas oprasi itu.


ada rasa kasihan melihatnya.... tapi lagi lagi terhalang oleh pikiran bahwa orang itu telah membunuh anaknya. rasa kasihan itu hilang seketika. kemudian pergi meninggalkan rumah sakit.


nara yang tidak sanggup lagi akhirnya ambruk... tapi masih sadar.


"jangan pergi.... jangan tinggalkan aku.... aku takut sendiri.... aku gak mau.. " gumam nara sambil menangis. suster yang membantunya pun merasa iba.


dokter datang langsung menangani nara di bantu oleh perawat lain. nara terus berontak... dia terus berusaha bangun untuk mengejar rega. dokter sudah menyerah.... langsung menyuntikkan obat penenang untuk nara.


lama kelamaan nara tidak berontak lagi... tapi masih bergumam ' aku bukan pembunuh'.... kemudian dia tertidur. tangisan itu lenyap.


dokter dengar tenang menangani nara. bekas oprasi sedikit terbuka dan mengeluarkan banyak darah. dokter langsung mengambil stok darah yang cocok untuk nara.


#di tempat lain.


"bagaimana keadaannya? " tanya seseorang.


"kirimkan saja ke rumah sakit jiwa. dia pasti sudah gila... "


hahahahah.... orang itu tertawa keras.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


๐ŸŒนvote๐ŸŒน


author mau curhat.... popularitas gak sesuai sama like..... huwwaa.... author sedih...


. author lagi magang ni.... udah bela bela in up. tolong hargai.... minimal dengan like dan komen juga vote.... biar makin semangat. ๐Ÿ˜ญ


vote


vote


vote


like


like


like


komen


komen

__ADS_1


komen.


__ADS_2