
huekk!!... huek!!
rega yang menuruni tangga langsung panik mendengar seperti ada yang muntah di dapur.
"ra... kamu kenapa?... ada yang sakit? " rega khawatir.
nara menggeleng... dia mencuci mulutnya di wastafel dapur.
"udah? gak mau muntah lagi? " tanya rega.
nara mengangguk.
"ayo aku bawa ke kamar. "
"gak perlu... aku gak papa. " nara kembali ke meja makan.
rega berfikir... apakah nara.....
"ra... kamu beneran gak papa? " tanya rega buru buru menemui nara di meja makan, ada raut khawatir dan..... senang.
nara melihat ekspresi rega.... heh sudah terbaca ya..
"ekspresi kamu kok senang gitu aku mual? "
"ah... gak kok. " rega masih tersenyum.
nara tau... tapi nara tidak ingin memberi harapan palsu pada rega.
"jangan salah paham... aku muntah karena makan telur dadar yang ada bawangnya.... pelayan gak tau kalau aku gak suka telur pake bawang... aku gak sengaja makan. "
rega terdiam sebentar.... "tapi ada kemungkinan kamu hamil "
"gak.aku minim pil KB.... aku gak bodoh... aku gak mau terjebak sama kamu lagi. " nara kembali menyuapi zuri yang duduk di baby Chair.
rega mengerutkan dahinya. "maksud kamu, melahirkan anakku adalah kebodohan?! " rega meninggikan suaranya.
membuat nara spontan melihat sinis ke rega.
"bukan... tapi terjebak sama kamu adalah kebodohan. "
kembali melanjutkan aktivitas nya.
...****************...
nara terbangun dari tidur nya merasa lelah dan tubuhnya serasa remuk... mengingat ingat kejadian tadi malam..
__ADS_1
dia
Merutuki kebodohannya, bisa bisanya dia kembali jatuh ke pelukan rega...
tapi kenapa tadi malam dia tidak bisa menolak saat rega mengajaknya bercinta.
sudah
sembilan hari berlalu semenjak kesepakatan itu... besok adalah hati terakhir. dia harus menyiapkan mental.
melihat rega tertidur tengkurap di sampingnya. nara duduk perlahan sambil memegang selimut yang menutupi tubuh tanpa pakaiannya.
nara mulai ragu tentang keputusannya yang ingin bercerai... entahlah tiba tiba dia merasa menyesal.mengingat keseharian tanpa rega,membuat dadanya sesak.
melihat jam dinding... ternyata jam enam pagi...
"ga...ga... rega... bangun... kamu gak kerja.. " mengguncang bahu rega.
"hem.. " masih menutup mata.
"ck... cepat bangun.. "
aaaa!
tiba tiba rega menarik bahu nara kembali berbaring... masih dengan posisi yang sama rega membalikkan nara dengan satu tangan ke arahnya. rega juga menghadap nara.
"ekhem.... ka-kamu gak ke kantor? "nara membuyarkan lamunan rega.
" cantik" malah ngaur dia.
"is... kamu ini" memukul bahu rega.
"heh... gak perlu... aku pertahankan perusahaan karena kamu.... kalau kamu gak ada, itu semua gak berguna. "
"masih ada zuri kan. "
rega menggeleng. "gak.aku ambil dia demi kamu juga, kalau gak ada kamu, berarti dia juga gak penting. "
"rega! "
"kenapa? memang benar kan... kalau kamu pergi aku bakan kembalikan dia ke tempat asalnya. "
"kalau gitu aku akan bawa dia. "
"gak.... kalau aku gak ngerawat dia, kamu juga gak boleh, selain kita berdua bersama sama merawatnya. "
__ADS_1
rega langsung masuk ke kamar mandi
Hendra memandangi wajah cantik dan imut di depannya yang masih tidur.
"sayang... bangun... katanya mau ke sekolah? " Hendra mencolek colek hidung lily.
masih tidak ada pergerakan....hendra tersenyum gemas melihat tidur lily seperti bayi, dengan mulut sedikit terbuka.
cup
mendaratkan satu kecupan di bibir lily. masih tidak bergeming hem? kayaknya masih kurang.
cup cup cup cup...
mengecup bibir itu berkali kali....
"eghhh.... " mulai terdengar lenguhan lily.
"bangun woi... gak mau lulus apa gimana.... atau mau langsung nikah aja? "
"ck... iya iya... " dengan malas lily mulai duduk perlahan,lily hanya memakai tanktop dan hot pans tanpa bra dan CD, di tambah rambut yang berantakan... egghh... membuat Hendra jadi....
Hendra ikutan duduk lalu merapikan rambut lily yang masih menutup mata.
"eh... tadi malam masih kurang ya...apa mau lagi? "
pakk!
refleks memukul kepala Hendra.
eh.. "udah berani kamu ya... "
"ha?... oh... hehe maaf, refleks." lily cengengesan. "atau mandi dulu. "
.
.
.
udah y
__ADS_1
beberapa part lagi kayaknya tamat deh🤣